‏إظهار الرسائل ذات التسميات esai. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات esai. إظهار كافة الرسائل

الجمعة، 9 يناير 2015

24 Q di 2014


24 adalah angka istimewa pada 14 Desember 2014. penyempurnaan tugas dalam menyelesaikan studyQ, Alhamdulillah telah terselesaikan tugas ke-2 dalam menyelesaikan S1 ekonomi islam,

dan yang lebih membahagiakan Q dapatkan hadiah dari Allah SWT atas di pertemukannya aku dengan calon imam kehidupanQ kelak,,,,, Nur Hida Fauzil Khoir. tentu akan bersambut dgn datangnya tahun 2015 dengan rencana yang lebih lagi,,,,,,  untuk kehidupan esok,,,,, Bismillahirrahmanirrahim,,,,,, 

الأربعاء، 6 مارس 2013

ZAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI MIKRO ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.
Zakat merupakan ibadah pokok dalam bidang harta dan termasuk salah satu rukun (rukun ketiga) dari rukun Islam yang lima, dan juga menjadi salah satu bangunan dari agama Islam, sebagaimana diungkapkan dalam berbagai hadis Nabi,[1] oleh karena itu keberadaannya bagi umat Islam adalah selain menjadi doktrin keagamaan (normative religius) yang mengikat dan bahkan dianggap sebagai ma’luum minad-diin bidh-dharuurah atau diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang[2], juga disadari bahwa zakat mempunyai dimensi sosial ekonomi umat, yaitu sebagai salah satu instrumen untuk menanggulangi problema ekonomi umat Islam dan senantiasa menjadi tumpuan umat Islam dalam menanggulangi kemiskinan.
Keterkaitannya sebagai doktrin keagamaan, zakat merupakan instrumen manusia meraih kebajikan, dapat disebut orang baik, masuk barisan orang mukmin dan bertakwa serta dapat dibedakan dengan orang musyrik dan munafik[3]. Selain itu dalam Al-Quran juga dinyatakan bahwa tanpa zakat, seorang manusia tidak akan memperoleh rahmat dari Allah, tidak berhak memperoleh pertolongan dari Allah, dari RasulNya dan dari orang-orang beriman, dan tanpa zakat pula, seorang manusia tidak bisa memperoleh pembelaan dari Allah yang sudah dijanjikannya.[4]Sehingga Al Quran memberi apresiasi kepada manusia yang secara sungguh-sungguh membayar zakat[5].Dan sebaliknya, AlQuran memberikan ancaman bagi orang yang sengaja meninggalkannya.[6]Demikian pentingnya zakat dalam Islam sehingga khalifah Abu Bakar bertekat memerangi orang-orang yang shalat tetapi tidak mau menunaikan zakat.[7]
Perintah menunaikan zakat mengandung hikmah bagi orang yang membayar zakat (muzakki), penerimanya (mustahik), harta yang dikeluarkan zakatnya, maupun bagi masyarakat keseluruhan[8].Dalam prespektif ekonomi, hikmah dari perintah membayar zakat bagi muzakki adalah agar mereka mengelola hartanya secara produktif. Zakat dengan tarif 2,5 % terhadap harta merupakan hukuman bagi pemilik harta agar tidak menyimpan harta benda mereka tanpa menggunakan atau menginvestasikannya di sektor produktif. Karena kalau tidak demikian, harta itu akan habis secara perlahan-lahan untuk membayar zakat. Untuk menghindari agar hartanya itu tidak habis untuk kewajiban membayar zakat, maka harta itu harus diinvestasikan seproduktif mungkin berdasarkan aturan ilahi. Seruan dan dorongan Islam agar umatnya senantiasa menggunakan harta secara produktif juga telah diberikan contoh oleh Khalifah Umar ibn Khattab ketika mengambil tanah milik Bilal ibn Rabbah di Kahaibar dekat Mekah yang dihadiahkan kepada Rasul Alah SAW, karena Bilal tidak memanfaatkan tanah tersebut dan membiarkan terlantar begitu saja.[9]
Selain itu juga masih dapat kita sangsikan bahwa dengan peningkatan produksi belum tentu dapat meningkatkan pendapatan, khususnya para pekerja.Lain halnya dengan konsep ekonomi Islam, dimana konsep produksi tidak semata-mata bermotif memaksimalkan keuntungan dunia tetapi lebih jauh dan penting adalah memaksimalkan keuntungan akhirat, dengan kata lain seseorang dapat berkompetisi dalam kebaikan untuk urusan dunia tetapi sejatinya mereka sedang berlomba-lomba mencapai kebaikan di akhirat. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Alquran dalam surat al Qashash ayat 77 :   
Artinya : Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Mengenai fungsi produksi, dalam konsep ekonomi Islam bahwa memproduksi sesuatu bukanlah sekedar untuk dikonsumsi sendiri atau dijual dipasar melainkan juga mewujudkan fungsi sosial. Oleh karena itu kegiatan produksi dalam ekonomi Islam harus bergerak diatas dua garis optimalisasi, yaitu optimalisasi berfungsinya sumber daya insani kearah pencapaian kondisi full employment dan optimalisasi dalam hal memproduksi sesuatu yang halal dan bermanfaat bagi masyarakat[10],Target yang hendak dicapai secara bertahap dalam hal itu adalah kecukupan setiap individu, swasembada ekonomi umat dan kontribusi untuk mencukupi umat dan bangsa lain.
Terkait dengan pendistribusian zakat, seperti yang kita jelaskan diatas, akan menyebabkan naiknya jumlah permintaan terhadap barang-barang dan jasa kebutuhan mustahik, sehingga akan mendorong tumbuhnya industri-industri baru yang memproduksi barang atau jasa tersebut. Lahirnya industri baru ini akan membuka lapangan kerja baru yang dapat segera diisi oleh golongan masyarakat berpendapatan rendah yang umumnya masih berstatus pengangguran.
Demikian latar belakang dari pembahasan makalah kami yang berjudul zakat dalam persepektif ekonomi mikro. Maka dari itu kami sebagai penulis akan merumuskan masalah dalam pembahasan makalah kami diantaranya adalah:
B.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana definisi zakat dan definisi ekonomi mikro ?
2.      Bagaimanakah Urgensi Dan Tujuan Zakat Di Lihat Dari Sudut Pandang Mikro Ekonomi Islam?
3.      Bagaimanakah Peranan Zakat Dalam Pembagian Konsumsi?
4.       Bagaimanakah Pengaruh zakat perniagaan dalam ekonomi mikro islam ?

C.   Tujuan
1.    Untuk mengetahui definisi zakat dan definisi ekonomi mikro .
2.    Untuk mengetahui urgensi dan tujuan zakat di lihat dari sudut pandang  mikro  ekonomi islam.
3.    Untuk mengetahui peran zakat dalam pembagian konsumsi
4.    Untuk mengetahui pengaruh zakat perniagaan dalam ekonomi mikro islam

MENYINGKAP PROBLEMATIKA DESA PAJENG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN BOJONEGORO


BAB I
MENYINGKAP PROBLEMATIKA DESA PAJENG

A.    Selayang Pandang Kondisi Geografis dan Sosial Desa Pajeng
Pajeng merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Gondang yang berada di wilayah kabupaten Bojonegoro propinsi Jawa Timur. Wilayah ini berbatasan dengan kabupaten Nganjuk di bagian selatan tepatnya berada di dataran tinggi sekitar 700 meter di atas permukaan laut.
Kecamatan Gondang terbagi menjadi tujuh desa yang salah satunya adalah desa Pajeng. Luas wilayah desa Pajeng sekitar 262.850 m2 yang terdiri dari tanah pemukiman, pekarangan, persawahan, hutan, dan sarana lainnya. Desa ini mempunyai kondisi alam yang sangat indah  dan dikelilingi gunung, hutan, dan persawahan. Namun, desa ini masih ada kekurangan dalam hal estetika lingkungan misalnya tempat pembuangan sampah atau limbah dari rumah tangga yang kurang efektif.
Secara administratif, desa Pajeng kecamatan Gondang terdiri dari tiga dusun yang terbagi dalam 30 RT dan 7 RW, sebagai berikut:

الثلاثاء، 24 أبريل 2012

Analisis Manajemen Dan Kelembagaan Islam



ANALISIS DIAGNOSIS ORGANISASI
Pada Organisasi Nirlaba Di Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah Surabaya
Oleh : 
Ifa Ratnasari     

Deskripsi Organisasi
1.    Lingkungan organisasional

Produk dan jasa utama organisasi yang akan kami ulas adalah yayasan mitra arofah  surabaya yang memiliki produk dan jasa pelayanan dibidang sosial keagamaan, dan dalam hal ini yayasan ini juga memiliki prodak playanan jasa yang berorientasi secara profit yakni KBIH Mitra Arofah, dan penyampaian produk dan jasa yang telah di laksanakan adalah dengan sosialisasi, selain itu juga dengan promosi di Blog serta masyarakat sekitar.
Dan yayasan mitra arofah juga memiliki visi dan misi yang bertujuan untuk mengembangkan serta mewujudkan adanya organisasi yang baik dan maju serta ideal. Dari profil tenaga kerja yang ada pada yayasan ini  dapat di ketahui  mereka terdiri dari sebagian keluarga sendiri misal dari bandahara itu merupakan putri bpk. Suwaji namun sebagian yang lain ada juga yang dari pihak luar yang mana kebanyakan memiliki jenis tenaga kerja permanen dan ada juga yang memiliki jenis tenaga kerja paruh waktu, dan level pendidikan yang yang mereka miliki rata – rata strata 1 (SI) dan sebagian juga sudah S 2. Dan jenis tenaga kerja yang ada pada yayasan mitra arofah ini adalah sebagian besar tenaga pendidik dan ada beberapa  yang merupakan bagian administrasi. Yang mana sebagian besar dari  para pegawai ini adalah merupakan sukarelawan  dan mengenai kontrak serta persyaratan khusus dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja pada organisasi mitra arofah ini belum ada.
Mengenai  teknologi yang ada pada yayasan mitra arofah ini  yang di gunakan adalah komputer dan fasilitas utama yang di gunakan di yayasan ini adalah bagunan gedungnya  karna memang bersifat sosial keagamaan, jadi semacam di gunakan untuk acara tahlilan dan pengajian umum serta rutin.
Mengenai peraturan dan perundang – undangan yang berlaku pada yayasan ini adalah sesuai dengan peraturan perundang – undangan yayasan dan tempat sosial yang sudah di wakafkan, selain itu mengenai aturan untuk akreditasi, sertifikasi dan hal – hal yang lain hal itu di sesuaikan dengan aturan negara yang sudah ada. Karena memang produk dan jasa yang telah di hasilkan organisasi ini ada yang berupa profit maupun non provit maka secara finansial yayasan ini mmendapat pemasukan dari KBIH Mitra Arofah.

2. Hubungan Organisasi

Hubungan organisasi jika dilihat dari struktur organisasi dan sistem tat kelola organisasi yayasan mitrea arofah ini  sudah menyesuaikan dengan adanya sistematika struktur organisasi yang baik di dalam menejemen, namun jika di lihat dari sistem atau pola hubungan pelaporan dari pihak ketua dan pengasuh kurang terkoordinasi dengan baik sehingga menjadikan kurang  transparean mengenai cara pelaporannya.
Kelompok pelanggan dari segmen pasar yang kita miliki  sudah sesuai dengan adanya kebutuhan akan yayasan atau lembaga kami, yang jelas harapan akan pelanggan atas perbaikan bahkan akan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas atas produk dan jasa yang kami kelola pasti kami tingkatkan demi menjaga  nama baik organisasi yang di kelola oleh yayasan  mitra arofah. Dan perbedaan persyaratan atas organisasi nirlaba dengan  adanya harapan di antara beberapa kelompok pelanggan atau disini adalah donatur  yang dimiliki pada yayasan mitra rofah ini adalah  Kurang bisa terealisasi dengan mudah, baik dan lancar, sebab harapan para donatur atau mungkin beberapa orang tertentu mengharapkan bukan hanya sekedar yayasan panti asuhan namun juga bisa di kembangkan jadi  pondok pesantren namun perbedaan pada masyarakat terdekat adalah kurang kondusifnya lingkungan sekitar yayasan yang memberikan dampak kurang pro aktif dalam merealisasikan  terwujudnya pondok pesantren di yayasan mitra arofah.
Tipe pemasok dari adanya mitra dan distributor terpenting dari organisasi yayasan mitra arofah ini adalah masyarakat secara umum dan para donatur yang senantiasa menginfakkan bahkan menjariyahkan sebagian dari harta yang mereka miliki untuk memenuhi kegiatan dan kebutuhan oprasional para anak asuh dari yayasan mitra arofah ini. Dan dengan demikian meraka berperan sebagai donatur  baik tetap maupun tidak tetap, dan peranan untuk menginovasi  organisasi yayasan mitra arofah ini adalah dengan senantiasa mengembangkan serta mewujudkan harapan atas warga masyarakat dengan adanya keberadaan yayasan mitra rofah. Dan seharusnya hubungan kemutraan akan adanya para donatur dalam hal ini seharusnya menggunakan komunikasi yang efektif dan transparan, yang pasti  harus tetap dapat menjaga kepercayaan dari para mitra.

b. Tantangan organisasional
1. Lingkungan Persaingan

Persaingan organisasi  mitra arofah terletak pada jasa pelayanan dan kenyamanan serta kepercayaan yang akan di berikan kepada masyarakat di tengah banyaknya organisasi yayasan panti asuhan serta KBIH yang semacam mitra arofah bukan hanya satu di daerah surabaya namun sangat banyak. Dan faktor utama yang menentukan keberhasilan serta kesuksesan organisasi yayasan mitra arofah ini adalah kuatnya dan banyaknya jaringan relasi serta kemitraan yang di jalin oleh yayasan. Dan dalam hal ini yang yang membatasi kemampuan organisasi  yayasan mitra arofah  adalah minimnya para pegawai dan minimnya fungsi pada tiap jabatan sehingga belum bisa memaksimalkan  pencarian donatur tetap.

2. Tantangan – Tantangan Strategis

Tantangan dan keunggulan strategis  sumber daya manusia yang ada pada yayasan mitra arofah ini adalah seluruh tenaga pengajar dan para tenaga kerja pengurus  yayasan mitra arofah ini adalah memiliki profil jenjang pendidikan SI dan S2 sehingga memiliki potensi untuk profesional.  Dan secara oprasional  keunggulan yayasan mitra arofah ini adalah memiliki  misi yang baik dan memungkinkan untuk di realisasikan  sebagai agenda program kerja dari yayasan mitra arofah, sehingga dalam hal ini bisa di jadikan strategis  dalam mempertahankan organisasi yayasan mitra arofah.

3. Sistem Peningkatan Kinerja



         Untuk meningkatkan serta memelihara keseluruhan fokus peningkatan organisasional yang di antaranya adalah evaluasi yayasan mitra arofah  adalah dengan menggunakan sistem System evaluasi yang dijalankan Yayasan Mitra Arofah selalu mengedepankan pendekatan rasa kekeluargaan dan personal artinya setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu dinilai manfaat dan mudhorotnya, dan bila terjadi kesalahan atau kurang benar dan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau prosedur yang ada, maka setiap pelaku akan selalu dinasehati dan diperhatikan dan diberi solosinya dengan pembicaraan yang sebijaksana mungkin, dan selalu kordinasi dengan pengurus yang lain bila ada persoalan yang begitu agak berat ;yang rumit untuk dipecahkah, maka disinilah peran para penasehat dan pengasuh memberikan wawasan dan argumentasi yang jelas sehinga bisa melaksanakan dengan baik dan benar

Dari Ruang Kelas Menuju Indonesia Berdaulat: Ketika Guru, Teknologi, dan Kecerdasan Artifisial Menjadi Mitra Pembelajaran Berkarakter

Pendahuluan Indonesia sedang memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, terutama hadirnya...