‏إظهار الرسائل ذات التسميات tugas manajemen organisasi nirlaba. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات tugas manajemen organisasi nirlaba. إظهار كافة الرسائل

الأربعاء، 25 فبراير 2015

Nasionalisme Scout's this PANCASILA


      Pentingnya penanaman nasionalisme generasi bangsa ini harus di tanamkan sejak dari kecil supaya setara dengan besarnya generasi bangsa kita akan menjadikan karakter nasionalisme yang besar dan bahkan akan mendarah daging pada putra puti bangsa ini. 
sebagaimana dapat kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
               Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.


Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.


I.1 Pengertian Pancasila secara etimologis

Secara etimologis istilah “Pancasila” berasal dari Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta. Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa sansekerta perkataan “Pancasila” memilki dua macam arti secara leksikal yaitu :

“panca” artinya “lima”
“syila” vokal I pendek artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”
“syiila” vokal i pendek artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh”

Kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa Indonesia terutama bahasa Jawa diartikan “susila “ yang memilki hubungan dengan moralitas. Oleh karena itu secara etimologis kata “Pancasila” yang dimaksudkan adalah adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i pendek yang memilki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. Adapun istilah “Panca Syiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna 5 aturan tingkah laku yang penting.



I.2 Pengertian Pancasila secara Historis

Proses perumusan Pancasila diawali ketika dalam sidang BPUPKI pertama dr. Radjiman Widyodiningrat, mengajukan suatu masalah, khususnya akan dibahas pada sidang tersebut. Masalah tersebut adalah tentang suatu calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Kemudian tampilah pada sidang tersebut tiga orang pembicara yaitu Mohammad Yamin, Soepomo dan Soekarno.

Pada tanggal 1 Juni 1945 di dalam siding tersebut Ir. Soekarno berpidato secara lisan (tanpa teks) mengenai calon rumusan dasar negara Indonesia. Kemudian untuk memberikan nama “Pancasila” yang artinya lima dasar, hal ini menurut Soekarno atas saran dari salah seorang temannya yaitu seorang ahli bahasa yang tidak disebutkan namanya.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945 disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 termasuk Pembukaan UUD 1945 di mana didalamnya termuat isi rumusan lima prinsip atau lima prinsip sebagai satu dasar negara yang diberi nama Pancasila.

Sejak saat itulah perkataan Pancasila menjadi bahasa Indonesia dan merupakan istilah umum. Walaupun dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tidak termuat istilah “Pancasila”, namun yang dimaksudkan Dasar Negara Republik Indonesia adalah disebut dengan istilah “Pancasila”. Hal ini didasarkan atas interpretasi historis terutama dalam rangka pembentukan calon rumusan dasar negara, yang secara spontan diterima oleh peserta sidang secara bulat.


I.3 Pengertian Pancasila secara Terminologis

Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu telah melahirkan negara Republik Indonesia. Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagaimana lazimnya negara-negara yang merdeka, maka panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera mengadakan sidang. Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah berhasil mengesahkan UUD negara Republik Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945. Adapun UUD 1945 terdiri atas dua bagian yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang berisi 37 pasal, 1 aturan Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal dan 1 Aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat.

Dalam bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 inilah yang secara konstisional sah dan benar sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh rakyat Indonesia.

                      semoga informasi ini akan membawa dampak yang positif bagi para pembaca,,,,,,,,,,

Scout's the Time's

Betapa pentingnya waktu sehingga dalam hal ini sangat di perlukan untuk menanamkanya sejak mulai dini. sehingga penanaman karakter disiplin waktu akan dapat menjadi kristal dalam perseorangan generasi penerus bangsa ini, sebagaimana kita ketahui akan definisi dari disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskanorang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkantanpa pamrih.
         Dalam ajaran Islam banyak ayat Al Qur’an dan Hadist yang memerintahkan disiplin dalam artiketaatan pada peraturan yang telah ditetapkan, antara lain surat An Nisa ayat 59:
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya dan kepada Ulil Amri dari (kalangan) kamu …” (An Nisa: 59)
                   Disiplin adalah kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuhsifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha maupun belajar, pantang mundur dalam kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh darisifat putus asa. Perlu kita sadari bahwa betapa pentingnya disiplindan betapa besar pengaruh kedisiplinan dalam kehidupan, baikdalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa maupun kehidupan bernegara.

Disiplin dalam penggunaan waktu
Disiplin dalam penggunaan waktu perlu diperhatikan dengan seksama. Waktu yang sudah berlalu tak mungkin dapat kembali lagi. Demikian pentingnya waktu sehingga berbagai bangsa menyatakan penghargan terhadap waktu. Orang Inggris mengatakan Time is money (waktu adalah uang), peribahasa Arab mengatakan”
(waktu adalah pedang) atau waktu adalah peluang emas, dan kita orang Indonesia mengatakan:‘’sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna’’.
             Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai sukses dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin dalam memanfaatkan waktunya. Disiplin tidak akan datang dengan sendirinya, akan tetapi melalui latihan yang ketat dalam kehidupan pribadinya.

Ada empat cara agar kita tidak menjadi orang-orang yang melalaikan waktu, antara lain: (1)beriman, (2) beramal saleh, (3) saling berwasiat dalam kebenaran, (4) saling berwasiat dalam kesabaran.
Inilah yang dijelaskan dalam ayat terakhir surat Al-Ashr. ‘’Illal ladziina amanu wa’amilushshaalihaati watawaahau bish shabr, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan menasihat-menasihati supaya menaati kebenaran serta menasihat-menasihati supaya tetap dalam kesabaran.’’

Demikian semoga bermanfaat.......... Sallam Pramuka!!!!!!!!!!!!!!!!!

الاثنين، 28 مايو 2012

Diktat Kepemimpinan


KEPEMIMPINAN DAN RUANG LINGKUPNYA
Di Susun Oleh:
IFA RATNASARI DKK
(Jurusan Manajemen Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya Konsentrasi Kelembagaan Islam  Angkatan 2009)

BAB I
 PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manusia diciptakan oleh Allah SWT  kemuka bumi ini, sebagai khalifah (pemimpin) dimuka bumi ini, oleh sebab itu maka manusia tidak terlepas dari perannya sebagai pemimpin, dimensi kepemimpinan merupakan peran sentral dalam setiap upaya pembinaan. Hal ini telah banyak dibuktikan dan dapat dilihat dalam gerak langkah setiap organisasi. Peran kepemimpinan begitu menentukan bahkan seringkali menjadi ukuran dalam mencari sebab-sebab jatuh bangunnya suatu organisasi. Dalam menyoroti pengertian dan hakikat kepemimpinan, sebenarnya dimensi kepemimpinan memiliki aspek-aspek yang sangat luas, serta merupakan proses yang melibatkan berbagai komponen didalamnya dan saling mempengaruhi.
Dewasa ini kita tengah memasuki Era Globalisasi yang bercirikan suatu interdependensi, yaitu suatu era saling ketergantungan yang ditandai dengan semakin canggihnya sarana komunikasi dan interaksi. Perkembangan dan kemajuan pesat di bidang teknologi dan informasi memberikan dampak yang amat besar terhadap proses komunikasi dan interaksi tersebut. Era globalisasi sering pula dinyatakan sebagai era yang penuh dengan tantangan dan peluang untuk saling bekerja sama. Dalam memasuki tatanan dunia baru yang penuh perubahan dan dinamika tersebut, keadaan dewasa ini telah membawa berbagai implikasi terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk tuntutan dan perkembangan bentuk komunikasi dan interaksi sosial dalam suatu proses kepemimpinan.
Setiap bangsa, nampaknya dipersyaratkan untuk memiliki kualitas dan kondisi kepemimpinan yang mampu menciptakan suatu kebersamaan dan kolektivitas yang lebih dinamik. Hal ini dimaksudkan agar memiliki kemampuan bertahan dalam situasi yang semakin sarat dengan bentuk persaingan, bahkan diharapkan mampu menciptakan daya saing dan keunggulan yang tinggi. Begitu pula dalam konteks pergaulan dan hubungan yang lebih luas, setiap negara-bangsa (nation state) dituntut mampu berperan secara aktif dan positif baik dalam lingkup nasional, regional maupun internasional. Namun, harus disadari pula bahwa dalam setiap proses kepemimpinan, kita akan selalu dihadapkan pada suatu mata rantai yang utuh mulai dari yang paling atas sampai tingkat yang paling bawah dan ke samping. Karena itu, pemahaman serta pengembangan dalam visi dan perspektif kepemimpinan amat diperlukan dalam upaya mengembangkan suatu kondisi yang mengarah pada strategi untuk membangun daya saing, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas bangsa yang ditandai oleh semangat kebersamaan  dan keutuhan. Kita sekarang dihadapkan kepada dua dimensi kepemimpinan, antara kepemimpinan islam, dan kepemimpinan barat, islam telah memberi gambaran nyata akan keberhasilannya dalam memimpin suatu oraganisasi sebagaimana yang telah dilakukan oleh nabi kita muhammad saw. Akan tetapi disisi lain orientalis-orientalis barat dengan berbagai teorinya yang ilmiah mencoba mengalihkan perhatian masyarakat dari kepemimpinan islam, dan berpaling terhadap kepemimpinan yang ditawarkan oleh orang-orang barat yang jelas-jelas bertentangan dengan kepemimpinan dalam islam. Walaupun tidak seluruhnya bertentangan dengan kepemimpinan islam, akan tetapi ini bisa menjadi penyebab bagi ummat untuk meninggalkan aturan-aturan islam.

Ruang Lingkup Pembahasan Dalam Diktat Ini Adalah :

Pengertian Kepemimpinan secara umum 
Oleh:
 Nurut Thoharotul Qibtyah



Oleh:
Budi Hadi Syahputra



Oleh:
Qonitatun Najah



Oleh:
M. Abbul Abbas
Oleh:
Ika Susanti


Oleh:
Siti Aisah

Oleh:
Amirul Umaroh


Oleh:
Irma Ifadah Wahyuningsih





Oleh:
Agustin Dian Maya Sari



Oleh:
Mazra’atun Naza



Oleh:
Rifatul Fauziah




Oleh:
Miftachul Azizah





Oleh:
Evi Nur Hidayah







Oleh:
Rahma Ika Widuri

Oleh: 
Naimah
.

PERAN PEMIMPIN DALAM PERSPEKTIF UMUM DAN ISLAM 
 DALAMMENGATASI  STRES 
Oleh: 
M.Ali Rosadi


Untuk Lebih Lanjut Mengenai Pembahasan Dari setiap Sub Bab maka silahkan Klik dan Donlowd di sini. 

DAFTAR PUSTAKA
Abi Sujak,  1990, Kepemimpinan Manajer, Rajawali, Jakarta
A. B. Susanto, 2009, SUPER LEADERSHIP Leading Others to Lead, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ahmad Ibrahim Abusinn, 2008, Manajemen Syariah,jakara : PT.Raja Grafindo persada.
Dario Nardi, 2005, 8 keys To Self Leadership, California:Unit Business Press,
Didin Hafihuddin, dan Hendri Tanjung, 1998,  manajemen syari’ah dalam praktik,  GEMA INSANI PRESS, Jakarta.
Faizah dan lalu muchsin efendi, 2006, Psikologi Dakwah, jakarta : kencana,
Fred A. Fiedler, 1967. A Theory of Leadership Effectiveness,  Mc. GrawHill Book Co New York,
John M. Ivancevich, Robert Konopaske dan Michael T. Matteson, 2006,  perilaku dan manajemen organisasi. erlangga: Jakarta.
Ken Blanchard dkk, 2006,  Self Leadership And The One Minutes Manager,jakarta: Gramedia Pustaka Utama,
Kartini Kartono, 1998, Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Pemimpin Abnormal itu ?, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta,
Mohammad karim, 2010, Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam, Malang, UIN MALIKI PRESS,
Miftah Thoha, 1995, Kepemimpinan dalam Manajemen, Raja Grafindo Persada, Jakarta Utara.
M.Toha, 1983, Kepemimpinan Dalam Manajemen, Jakarta:PT.Raja Grafindo.
Mulyadi Dessy, 2010, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, PT. Rajagrafindo persada, Jakarta.
Nur Salim el-Mugawwy, 2010, Model Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam, diakses pada tanggal 26 Mei 2012 dari dihttp://utlubililma.wordpress.com/2010/12/24/7/
Ralph M Stogdill, 1948, Personal Factors Associated with Leadership, Journal of Psychology, XXV
Rifa’i Verhzal,2009,Islamic Leadership. PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Said Hawwa, 2007, “Ar-Rasul”. Jakarta: Pustaka Islami.
Sondang P. Siagian, 1991,  Teori dan praktek kepemimpinan, PT.BINA AKSARA; Jakarta.
Undang Ahmad Kamaludin dan Muhammad Alfan, 2003, Etika Manajemen Islam, Bandung : Cv.Pustaka setia.
Soehardi Sigit, Teori Kepemimpinan Dalam Manajemen, 1983, Yogyakarta: Armurrita,
Sondang P. Siagian, Teori Dan Praktek Kepemimpinan, 1994, Jakarta: Rineka Cipta,
Sigit, Soehardi. 1983, Teori Kepemimpinan Dalam Manajemen. Yogyakarta: Armurrita.
Toto Tasmara, 2002, “ Membudayakan Etos Kerja Islami”. Jakarta : Gema Insani.
T. Hani Handoko. 2000,  Manajemen . BPFE-Yogyakarta.
Veithzal Rivai & Arviyan Arifin, 2009, Islamic Leadership Membangun Superleadership melalui Kecerdasan Spiritual, Bumi Aksara, Jakarta.
Veithzal rifa’I dan.Deddy mulyadi. 2010,  Kepemimpinan dan perilaku organisasi, PT. GRAFINDO PERSADA; Jakarta.
Winardi, 1990, Kepemimpinan dalam Manajemen, Rineka Cipta, Jakarta,.

http://mylearningissue.wordpress.com/2010/01/17/kepemimpinan-rasulullah-saw/
http://mubarok-institute.blogspot.com/2006/06/dakwah-islam-dan-kepemimpinan.html
http/jurnal-sdm.blogspot.com/2010/04/manajemen-konflik-ciri-sumber


FOOT NOTE

[1] . Prof.Dr. Veithzal rifa’I dan prof.Dr.Deddy mulyadi. Kepemimpinan dan perilaku organisasi, PT. GRAFINDO PERSADA; Jakarta, 2010; Hal: 2-3
[2] Prof.Dr, Sondang P. Siagian, MPA, Teori dan praktek kepemimpinan, PT.BINA AKSARA; Jakarta, 1991; Hal: 7
[3] .Dr. Kartini Kartono, pemimpin dan kepemimpinan, PT.RAJA GRAFINDO, Jakarta;1998, Hal ; 32-34 dan 47-50
[4] .DR.Didin Hafihuddin, M.Sc dan Hendri Tanjung, S.Si, manajemen syari’ah dalam praktik, GEMA INSANI PRESS, Jakarta, 2003, Hal; 119-120
[5] Ahmad Ibrahim Abusinn,Manajemen Syariah,jakara : PT.Raja Grafindo persada.2008,Hal : 127
[6] Undang Ahmad Kamaludin dan Muhammad Alfan,Etika Manajemen Islam,Bandung : Cv.Pustaka setia.2003,Hal 146-147
[7][7] Faizah dan lalu muchsin efendi,Psikologi Dakwah,jakarta : kencana,2006,hal :169-170
[8] http://mylearningissue.wordpress.com/2010/01/17/kepemimpinan-rasulullah-saw/
[9] Said Hawwa, 2007, “Ar-Rasul”. Jakarta: Pustaka Islami. Hal. 275-279
[10] http://mubarok-institute.blogspot.com/2006/06/dakwah-islam-dan-kepemimpinan.html
[11] Said Hawwa, 2007, “Ar-Rasul”. Jakarta: Pustaka Islami. Hal. 291-295
[12] Toto Tasmara, 2002, “ Membudayakan Etos Kerja Islami”. Jakarta : Gema Insani. Hal. 157-163
[13] Soehardi Sigit, Teori Kepemimpinan Dalam Manajemen, 1983, Yogyakarta: Armurrita, hal 17-20.
[14] Sondang P. Siagian, Teori Dan Praktek Kepemimpinan, 1994, Jakarta: Rineka Cipta, hal 138-145.
[15] Ralph M Stogdill, Personal Factors Associated with Leadership, Journal of Psychology, XXV (1948), hal 43.
[16] Sigit, Soehardi. Teori Kepemimpinan Dalam Manajemen. Yogyakarta: Armurrita. 1983
[17] Veitzal Rivai, Arviyan Arifin, Islamic Leadership, (Jakarta, PT Bumi Aksara, 2009), hal. 105
[18]Mohammad karim, Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam, (Malang, UIN MALIKI PRESS, 2010), hal. 3-5
[19] Sondang P. Siagian, 1994, Teori dan Praktek Kepemimpinan, Rineka Cipta, Jakarta, hal. 31.
[20] Winardi, 1990, Kepemimpinan dalam Manajemen, Rineka Cipta, Jakarta, hal. 62.
[21] [21] Sondang P. Siagian, 1994, Teori dan Praktek Kepemimpinan, Rineka Cipta, Jakarta, hal. 32-33.
[22] Ibid, hal. 40-44.
[23] Veithzal Rivai & Arviyan Arifin, 2009, Islamic Leadership Membangun Superleadership melalui Kecerdasan Spiritual, Bumi Aksara, Jakarta, hal. 168-169.
[24] Veithzal Rivai & Arviyan Arifin, 2009, Islamic Leadership Membangun Superleadership melalui Kecerdasan Spiritual, Bumi Aksara, Jakarta, hal. 306-307.
[25] Winardi, Kepemimpinan Dalam Manajemen, (Jakarta: PT.Rineka Cipta, 1990), Hlm. 68.
[26] Fred A. Fiedler, A Theory of Leadership Effectiveness,  Mc. GrawHill Book Co New York, 1967.
[27] M.Toha, Kepemimpinan Dalam Manajemen, (Jakarta:PT.Raja Grafindo,1983),  hlm. 36-37.
[28] Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, 2010, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, Hal. 42.
[29] Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, 2009, Islamic leadership: Membangun Superleadership Melalui Kecerdasan Spiritual, PT. Bumi Aksara, Jakarta, Hal. 304.
[30] Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin,  Hal. 168.
[31] Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, Hal. 34-37 dan Hal. 129.
[32] Kartini Kartono, 1998, Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Pemimpin Abnormal itu ?,PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, Hal.73 dan Hal.164.
[33] Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, Hal. 129.
[34] Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, Hal. 307.
[35] DR. Winardi,S.E, 1990, Kepemimpinan dalam Manajemen, Rineka Cipta, Jakarta. hal. 62
[36] DR. Winardi,S.E, 1990, Kepemimpinan dalam Manajemen, Rineka Cipta, Jakarta. hal. 68-69
[37] Nur Salim el-Mugawwy, 2010, Model Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam, diakses pada tanggal 26 Mei 2012 dari dihttp://utlubililma.wordpress.com/2010/12/24/7/
[38] Miftah Thoha, 1995, Kepemimpinan dalam Manajemen, Raja Grafindo Persada, Jakarta Utara. Hal.42
[39] Veithzal Rizvai & Arvian Arifin,2009,  Islamic Leadership (Membangun SuperLeadership Melalui Kecerdasan Spiritual), Sinar Grafika Offset, Jakarta. hal. 174-175
[40]Veithzal Rivai & Arvian Arifin, 2009, Islamic Leadership,Jakarta: Bumi Aksara, hal 57
[41]Ken Blanchard dkk, 2006,  Self Leadership And The One Minutes Manager,jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hal.15,
[42]Veithzal Rivai & Arvian Arifin, 2009, Islamic Leadership,Jakarta: Bumi Aksara, hal,59
[43]Dario Nardi, 2005, 8 keys To Self Leadership, California:Unit Business Press, Hal 3-4
[44]Veithzal Rivai & Arvian Arifin, 2009, Islamic Leadership, Bumi Aksara, Jakarta, hal 74-90

[45] Miftah Thoha, 1995, Kepemimpinan dalam Manajemen, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, hal. 1
[46] H. Veitzal Rivai, 2009, Islamic Leadership Membangun Super Leadership Melalui Kecerdasan Spiritual, (Jakarta: PT. Bumi Aksara), hal.68.
[47] A. B. Susanto, 2009, Super Leadership Leading Others to Lead, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama), hal. 21.
[48] Ibid, hal. 21-22.
[49] Ibid, hal. 22
[50] H. Veitzal Rivai, 2009, Islamic Leadership Membangun Super Leadership Melalui Kecerdasan Spiritual, hal. 69
[51] Ibid, hal. 70.
[52] Ibid, hal. 70-71.
[53] Ibid, hal. 71.

[54] Ibid, hal. 82.
[55] Ibid, hal. 82-83
[56] Ibid, hal. 83
[57] Ibid, hal. 84
[58] Ibid, hal. 85
[59] Ibid, hal. 85-86
[60] Ibid, hal. 86
[61] Ibid, hal. 86
[62] Ibid, hal 87
[63] Ibid, hal. 88
[64] Ibid, hal. 93-94
[65] Ibid, hal. 94-95
[66] Ibid, hal. 95-96
[67] Ibid, hal. 96-97
[68] Ibid, hal.97
[69]T. Hani Handoko.2000,  Manajemen . BPFE-Yogyakarta,  Hal 346
[70] http/jurnal-sdm.blogspot.com/2010/04/manajemen-konflik-ciri-sumber
[72] Veithzal Rivai, dan Deddy Mulyadi, 2010, kepemimpinan dan perilaku organisasi. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta. hal: 274

[73] Ibid hal 278-279
[74] Miftah Thoha, 1995, Kepemimpinan Dalam Manajemen. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta. hal: 103-104
[75] John M. Ivancevich, Robert Konopaske dan Michael T. Matteson,2006,  Perilaku Dan Manajemen Organisasi. Erlangga: Jakarta. hal 45-46
[76] Veithzal Rivai, dan Deddy Mulyadi, , kepemimpinan dan perilaku organisasi.2010, PT RajaGrafindo Persada: Jakarta, hal: 283-284

[77] J. Winardi, Manajemen perubahan. (Prenada Media Group: Jakarta. 2005)hal 171
[78]  Veithzal Rivai. dan Deddy Mulyadi, 2010, kepemimpinan dan perilaku organisasi. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta, hal: 284-285

[79] Abi Sujak,  1990, Kepemimpinan Manajer, Rajawali, Jakarta, hlm. 175
[80] Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi,  2010, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Rajawali, Jakarta, hlm. 308
[81] Veithzal Rivai dan Aviyan Arifin, 2009, Islamic Leadership, PT Bumi Aksara, Jakarta, hlm. 557
[82] Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry. 1994. Kamus Ilmiah Popule. Yogyakarta : Arkola .. Hal. 727
[84]  http://deviyasmin.multiply.com/journal/item/6?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Dari Ruang Kelas Menuju Indonesia Berdaulat: Ketika Guru, Teknologi, dan Kecerdasan Artifisial Menjadi Mitra Pembelajaran Berkarakter

Pendahuluan Indonesia sedang memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, terutama hadirnya...