‏إظهار الرسائل ذات التسميات Pramuka. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Pramuka. إظهار كافة الرسائل

الخميس، 23 أكتوبر 2025

Kegiatan Seru dan Bermakna Bersama Siaga Hebat di SDI Pancasila Krian Sidoarjo: Belajar Melipat Baju dan Selimut Bersama Bunda Ifa Ratnasari, L.T.



    H
ari ini, suasana di SDI Pancasila Krian Sidoarjo terasa begitu ceria dan penuh semangat. Para Pramuka Siaga Hebat berkumpul dengan wajah antusias untuk mengikuti kegiatan yang sederhana namun sarat makna — belajar melipat baju dan selimut bersama Bunda Ifa Ratnasari, L.T. Kegiatan ini bukan sekadar latihan keterampilan tangan, melainkan pembelajaran karakter dan kemandirian yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka kelak.

    Bunda Ifa, selaku pembina kegiatan pramuka, dengan penuh kesabaran dan kasih sayang memandu anak-anak dalam setiap langkah. Dengan nada lembut namun tegas, beliau menjelaskan bahwa melipat baju dan selimut bukan hanya sekadar pekerjaan rumah tangga, tetapi juga wujud tanggung jawab, kerapian, dan kedisiplinan. “Anak yang bisa melipat bajunya sendiri adalah anak yang belajar menghargai usaha orang tuanya dan belajar mandiri,” tutur beliau di tengah kegiatan.

    Melipat baju dan selimut memang tampak sederhana, namun di balik aktivitas ini tersimpan nilai-nilai akhlak Islami. Dalam Islam, kerapian dan kebersihan adalah bagian dari keimanan. Rasulullah ﷺ bersabda:


"Inna Allāha jamīlun yuḥibbul jamāl"
(Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan) — HR. Muslim.

    Dari hadits ini, kita diajarkan untuk mencintai kerapian dan keindahan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal-hal kecil seperti menata dan melipat pakaian. Anak-anak yang terbiasa hidup rapi akan tumbuh menjadi pribadi yang teratur, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.

    Kegiatan hari ini juga mengajarkan anak-anak untuk menghargai waktu dan kerja sama. Mereka belajar untuk tidak bergantung pada orang lain, melainkan mampu mengurus dirinya sendiri. Bunda Ifa menekankan pentingnya kemandirian sejak dini, sebab karakter ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab sosial. Dalam hal ini, maqolah Arab yang relevan menyatakan:

"Man jadda wajada"
(Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil).

    Dengan kesungguhan dan latihan yang terus-menerus, anak-anak SDI Pancasila belajar bahwa setiap keterampilan kecil yang dipelajari hari ini adalah investasi untuk masa depan. Mereka tertawa, saling membantu, dan bangga ketika hasil lipatan mereka tampak rapi dan tertata.

    Kegiatan sederhana ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu melalui teori, tetapi bisa melalui praktik kehidupan sehari-hari yang dekat dengan keseharian anak. Melipat baju dan selimut melatih motorik halus, membentuk kebiasaan positif, dan memperkuat nilai-nilai Islami yang aplikatif.

    Di akhir kegiatan, Bunda Ifa Ratnasari menutup dengan pesan menyentuh:
“Anak hebat bukan yang selalu dibantu orang lain, tapi yang mau belajar mandiri, membantu, dan menjaga kerapian sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.”

    Kegiatan hari ini bukan hanya meninggalkan kesan menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan tumbuh bersama anak-anak SDI Pancasila. Dari selembar kain yang dilipat, mereka belajar arti tanggung jawab, kedisiplinan, dan rasa syukur — bekal penting untuk menjadi generasi Islam yang tangguh dan berkarakter.

"Al-‘Adatu thāniyah thabī‘ah"Kebiasaan itu menjadi tabiat.
Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, menumbuhkan pribadi-pribadi unggul yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan mandiri.

Writer: 🌸 Ifa Ratnasari,S..Sos.I,S,E,M.Pd     


الاثنين، 20 يناير 2025

Lentera Pramuka



Di ujung cakrawala harapan terpancar,
Pramuka, lentera yang tak boleh pudar,
Menuntun tunas muda melangkah tegap,
Menyulam asa di tengah zaman yang sergap.

Bukan sekadar seragam cokelat nan rapi,
Tapi jiwa yang berani, tangguh, dan suci,
Di hutan, di gunung, di pantai terbuka,
Nilai-nilai hidup terajut bersama.

Aku ingin melihat api unggun menyala,
Di tengah tawa yang hangat di bawah bintang,
Di mana janji setia diucap penuh rasa,
Menjadi pedoman dalam hidup yang panjang.

Pramuka, bukan soal wajib atau tidak,
Namun tentang warisan jiwa yang kuat,
Untuk generasi yang mencintai negeri,
Berbakti tanpa pamrih, sejati dalam hati.

Maka, mari kita nyalakan harapan ini,
Menanam semangat dalam diri setiap insani,
Agar pramuka tetap hidup dan bersemi,
Menjadi pijar terang di negeri pertiwi.

Read : Kak Ifa Ratnasari

Asa di Tenda Masa Depan



Di bawah langit yang tak pernah usang,
Ada harapan yang tak henti bergetar,
Untuk pramuka yang terus hidup di hati,
Walau waktu mencoba memudarkan arti.

Kami titipkan doa pada api unggun,
Agar nyalanya tak pernah padam,
Menjadi lentera di tengah gelap zaman,
Menerangi jalan generasi yang kian samar.

Kelak, pramuka bukan hanya tradisi,
Tapi pilihan hati yang penuh makna,
Di mana setiap simpul tali yang terikat,
Menjalin persaudaraan lintas masa.

Aku percaya, tenda-tenda itu akan berdiri lagi,
Di padang luas yang menantang mimpi,
Dengan langkah tegar para penegak bangsa,
Menyusuri jalan, membawa panji Indonesia.

Kegiatan ini bukan sekadar permainan,
Namun medan belajar yang membentuk insan,
Mereka yang tahu cara berdiri saat jatuh,
Dan tak pernah lelah berjuang untuk teguh.

Mari kita bangun harapan ini bersama,
Untuk tunas muda yang tak takut badai,
Agar pramuka terus menjadi nafas bangsa,
Mengajarkan nilai yang tak lekang oleh waktu.

Di masa depan, aku ingin melihat,
Pramuka berdiri di setiap hati anak negeri,
Menjadi cahaya, menjadi pelita,
Untuk Indonesia yang penuh cinta.

Read: Kak Ifa Ratnasari


Kemarin yang Membekas, Perjuangan di Tengah Keputusan




 

Kelanjutan Cerita (Part 4):

Hari demi hari, komunitas Pramuka mandiri yang kami bangun semakin berkembang. Tidak hanya anak-anak dari sekolah tempatku mengajar, tetapi juga siswa dari sekolah lain mulai bergabung. Orang tua mereka datang dengan harapan agar anak-anaknya tetap mendapatkan nilai-nilai pendidikan karakter yang selama ini mereka percaya hanya Pramuka yang mampu memberikannya.

Sore itu, aku menerima telepon dari Pak Rahmat. Suaranya terdengar penuh semangat.

"Kak Ifa, saya ingin mengundang Anda untuk berbicara di forum kepala sekolah kabupaten minggu depan. Saya ingin Anda berbagi tentang bagaimana Anda mempertahankan kegiatan Pramuka meski tanpa dukungan kebijakan formal," katanya.

Aku terdiam sejenak. Aku tidak pernah berpikir perjuangan kecil ini akan menarik perhatian sejauh itu. "Terima kasih, Pak. Ini kehormatan besar. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik," jawabku.

Hari yang dijanjikan pun tiba. Dengan Seragam Coklat muda , coklat tua sederhana dan setangan merah putih Pramuka yang selalu kubanggakan, aku melangkah ke aula tempat forum itu digelar. Di depan, para kepala sekolah dan pejabat pendidikan duduk mendengarkan. Aku mulai bercerita, bukan tentang pencapaian besar, tetapi tentang nilai-nilai kecil yang kami perjuangkan setiap hari tentang bagaimana Fahril kini menjadi pemimpin yang percaya diri, tentang Dina yang belajar arti kebersamaan, dan tentang tawa anak-anak yang menghidupkan kembali semangatku.



"Apa yang kami lakukan mungkin sederhana," kataku menutup presentasi, "tetapi saya percaya, Pramuka bukan hanya tentang ekstrakurikuler. Ini adalah tentang membentuk manusia seutuhnya. Dan tugas kita, sebagai pendidik, adalah memastikan ruang itu tetap ada, meski dalam bentuk yang berbeda."

Ruangan itu hening sejenak sebelum tepuk tangan menggema. Aku merasa beban yang selama ini menghimpit perlahan terangkat. Mungkin, perjuangan kecil kami akan menjadi awal dari gerakan yang lebih besar.

Malam itu, saat aku kembali ke rumah, aku duduk di beranda sambil menatap langit. Pikiranku melayang ke wajah anak-anak yang penuh harapan. Aku tahu, jalan ini masih panjang, tetapi aku tidak sendiri. Ada begitu banyak orang yang peduli, yang percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang nilai akademis, tetapi juga tentang membentuk karakter dan jiwa.

"Kemarin mungkin menyakitkan," bisikku pada diri sendiri, "tetapi hari ini kita melangkah dengan keyakinan. Dan esok, kita akan menciptakan masa depan yang lebih baik, bersama-sama."

Aku menutup malam itu dengan doa, berharap perjuangan ini terus diberkahi. Karena seperti yang selalu diajarkan oleh Pramuka,” tidak ada tantangan yang terlalu besar jika dihadapi dengan semangat dan kebersamaan.” Read: Kak Ifa Ratnasari

الأحد، 19 يناير 2025

Kemarin yang Membekas, Perjuangan di Tengah Keputusan (6)

 


Kelanjutan Cerita (Part 3):

Kegiatan-kegiatan komunitas Pramuka mandiri mulai menarik perhatian. Suatu hari, aku dikejutkan oleh kunjungan seorang tamu tak terduga. Pak Rahmat, seorang pengawas pendidikan dari kabupaten, datang ke lapangan tempat kami berkegiatan.

"kak Ifa, saya mendengar banyak hal baik tentang komunitas ini," katanya sambil menyalami tanganku. "Apa saya boleh melihat langsung kegiatan kalian hari ini?"

Aku sedikit gugup, tetapi juga bangga. "Tentu, Pak. Silakan bergabung," jawabku sambil mempersilakan beliau untuk melihat anak-anak yang sedang berlatih pionering.

Pak Rahmat mengamati dengan saksama. Ia tersenyum melihat Aldi memberikan instruksi dengan suara lantang, memimpin timnya menyelesaikan menara sederhana dari bambu. "Luar biasa," gumamnya. "Saya kira, keputusan itu akan mematikan semangat Pramuka. Tapi ternyata, Anda membuktikan sebaliknya."

Aku tersenyum kecil. "Semangat mereka yang membuat ini semua mungkin, Pak. Saya hanya mencoba menjaga agar api itu tidak padam."

Pak Rahmat mengangguk pelan. "Saya akan berbicara dengan beberapa pihak. Mungkin komunitas seperti ini bisa menjadi model untuk daerah lain. Saya yakin, Pramuka tetap relevan di mana pun."

Setelah Pak Rahmat pergi, aku merasa harapan baru mulai muncul. Dukungan kecil seperti itu memberikan keyakinan bahwa perjuangan ini tidak sia-sia. Anak-anak, orang tua, bahkan pihak-pihak yang dulu ragu, kini mulai melihat bahwa Pramuka lebih dari sekadar kegiatan—ia adalah jiwa yang menyatukan kita.

Hari itu, aku berdiri di depan anak-anak, melihat mereka bekerja sama, belajar, dan tumbuh. Dalam hati, aku berbisik, "Kemarin adalah pelajaran, hari ini adalah perjuangan, dan esok adalah harapan."

 

Kemarin yang Membekas, Perjuangan di Tengah Keputusan (4)

 


Hari-hari berlalu, dan aku mulai melangkah dengan rencana baruku. Aku mendatangi beberapa orang tua siswa yang selama ini aktif mendukung kegiatan Pramuka. "Bu Sinta, Pak Adi," aku membuka percakapan di salah satu pertemuan kecil, "saya ingin membentuk komunitas Pramuka mandiri. Kegiatan ini tidak lagi di bawah sekolah, tapi kita bisa menyelenggarakannya secara sukarela. Apa Ibu dan Bapak bersedia membantu?"

Wajah mereka sempat diliputi kebingungan, tetapi kemudian aku melihat anggukan pelan. "Kami siap, Kak. Pramuka terlalu berharga untuk dilepaskan begitu saja," jawab Bu Sinta dengan senyuman yang memberiku semangat baru.

Langkah selanjutnya adalah mencari tempat. Lapangan kecil di pinggir desa menjadi pilihan. Meski tidak luas, tempat itu cukup untuk menjadi ruang berkumpul. Bersama beberapa siswa yang masih bersemangat, kami membersihkan tempat itu, menyiapkan tenda-tenda kecil, dan memulai kegiatan pertama kami.

Hari itu, meski sederhana, aku melihat kembali sinar di mata anak-anak. Mereka tertawa, bersemangat, dan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas-tugas kecil. Aldi, yang kini menjadi salah satu anggota Dewan Ambalan, memimpin teman-temannya dengan percaya diri. Dina, yang kemarin bertanya dengan nada khawatir, kini berdiri tegak memimpin barisan.

"Kak, ini lebih seru daripada di sekolah!" seru Dina di sela-sela kegiatan. Aku hanya tersenyum. Meski dalam hati aku tahu ini bukan lagi bagian dari kurikulum, tetapi aku sadar bahwa pendidikan sejati tidak membutuhkan tembok sekolah. Selama ada hati yang tulus, tempat sederhana ini cukup untuk melahirkan pemimpin masa depan.

Aku belajar sesuatu yang penting: keputusan Menteri mungkin mengubah jalannya, tetapi semangat tidak pernah tergantikan. “Pramuka tetap hidup, bukan karena aturan, tetapi karena jiwa-jiwa yang mencintainya. Kini, aku berdiri lebih teguh, siap melangkah ke depan dengan keyakinan bahwa perjuangan ini belum selesai.”

Kemarin yang Membekas, Perjuangan di Tengah Keputusan (3)

 


Kemarin memang meninggalkan luka, tetapi aku percaya, luka itu adalah bagian dari perjalanan. Pramuka adalah tentang keberanian menghadapi tantangan, dan ini adalah tantanganku. Dengan atau tanpa keputusan Menteri, aku akan terus berdiri untuk mereka yang membutuhkan tempat untuk belajar dan bermimpi.

Angin malam membawa aroma tanah basah. Aku menatap langit yang dipenuhi bintang. Dalam hati, aku berjanji, api semangat ini tidak akan padam. Karena seperti yang selalu kami ucapkan dalam janji kami, "Pramuka itu abadi, selama ada jiwa yang ingin berbakti."

Kemarin yang Membekas, Perjuangan di Tengah Keputusan (2)

 


Aku masih ingat wajah Fahril, seorang anak yang dulu begitu pemalu. Ketika pertama kali datang ke kegiatan Pramuka, ia hampir tidak pernah berbicara. Namun, melalui latihan-latihan kecil, dari mendirikan tenda hingga bermain sandi morse, perlahan ia berubah. Suatu hari, ia berdiri di depan teman-temannya, memimpin sebuah upacara dengan percaya diri. Saat itu, aku tahu, Pramuka bukan sekadar kegiatan. Ini adalah tempat di mana karakter tumbuh, keberanian lahir, dan mimpi-mimpi kecil mulai mekar.

"Kak, apakah kita masih ada perkemahan bulan depan?" tanya Dina, seorang siswi kelas sepuluh, saat aku berjalan menuju lapangan sekolah kemarin pagi. Pertanyaan itu menggantung di udara. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana aku menjelaskan bahwa perkemahan itu mungkin menjadi yang terakhir? Bagaimana aku memberitahu mereka bahwa mereka harus mencari ruang lain untuk belajar tentang kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab?

Malam itu, aku membuka kembali kotak tua yang berisi kenangan-kenangan selama menjadi pembina. Lencana-lencana kecil, foto-foto upacara di tengah hutan, hingga surat ucapan terima kasih dari orang tua siswa yang mengaku anaknya berubah menjadi lebih disiplin. Air mata menetes perlahan. Bukan karena aku merasa kalah, tetapi karena aku merasa kehilangan.

Namun, di tengah rasa perih itu, aku tahu aku tidak boleh menyerah. Keputusan itu memang berat, tetapi semangat Pramuka tidak boleh mati. Jika sekolah tidak lagi menjadi tempatnya, maka aku harus mencari cara lain. Aku mulai merancang rencana untuk membentuk komunitas Pramuka mandiri di luar lingkungan sekolah. Tempat di mana anak-anak masih bisa belajar, bermain, dan tumbuh bersama.


الاثنين، 24 أغسطس 2020

SISTEM ADMINISTRASI GUGUSDEPAN

 

SISTEM ADMINISTRASI GUGUSDEPAN

Administrasi Gugusdepan  adalah semua perencanaan, kegiatan, dan tata cara tulis menulis dalam lingkungan Gugusdepan Gerakan Pramuka yang dilakukan secara teratur dan terarah untuk mencapai suatu tujuan dan tugas pokok Gugusdepan Gerakan Pramuka.

Ø  Sistem penomoran surat pengurus dewan

01 / A / 21.19.10-073-10-074 / MURAC / XII / 2013

A     B   C   D       E          F            G           H      I

            Keterangan :

            A         : Nomor Surat

            B         : Kode Jenis Surat

            C         : Kode Kwartir Daerah Sulawesi Selatan

            D         : Kode Kwartir Cabang Makassar

            E          : (10 Kode Kwartir Ranting), Nomor Gudep Putra

            F          : (10 Kode Kwartir Ranting), Nomor Gudep Putri

            G         : Nama Kegiatan

            H         : Bulan Pembuatan Surat (ditulis dengan angka romawi)

            I           : Tahun Pembuatan Surat

Ø  Kode Jenis Surat :

Kode A                       : Surat Biasa

Kode B                       : Surat Keuangan

Kode C                       : Surat Rekomendasi, SK, Mandat, dan Sertifikat

Kode Ist                      : Surat Istimewa

Ø  Sarana Surat Menyurat:

1.      Kertas yang digunakan F4 maksimal 70 gram

2.      Penggunaan kertas F4 di atas 70 gram atau jenis lainnya, hanya terbatas untuk jenis naskah yang mempunyai nilai keasaman tertentu dan nilai kegunaan dalam waktu yang lama.

3.      Pengetikan sarana administrasi menggunakan bentuk huruf :

a)      Times New Roman 12

b)      Spasi 1,5

4.      Kop Surat

a)      Kertas dengan kop surat nama Gugusdepan hanya digunakan untuk surat yang ditandatangani oleh ketua Gugusdepan yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk oleh ketua Gugusdepan.

b)      Kop Surat Gugusdepan menggunakan lambang/logo Gerakan Pramuka yang diletakkan disudut kiri atas dan lambang/logo WOSM yang dilakukan disudut kanan atas dilihat dari pandangan pembaca, nama gugusdepan ditulis diantara dua lambang//logo tersebut.

c)      Perbandingan ukuran lambang/logo dan huruf yang digunakan hendaknya serasi sesuai dengan ukuran kertas.

d)     Nama gugusdepan menggunakan jenis huruf arial black ukuran 18

e)      Alamat gugusdepan menggunakan jenis huruf arial ukuran 11

f)       Antara kop surat dengan tempat pembuatan dan tanggal pembuatan surat dan nomor surat dipisahkan oleh 2 garis.

Ø  Susunan surat :

1.      Kepala

a)      Kop gugusdepan

b)      Tempat dan tanggal pembuatan surat di sebelah kanan atas.

c)      Nomor, klasifikasi, lampiran, dan perihal di sebelah kiri atas.

d)     Kepada (alamat yang dituju).

2.      Isi

a)      Alinea pembuka

b)      Isi

c)      Alinea penutup

3.      Penutup

a)      Nama jabatan

b)      Tandatangan pejabat

c)      Nama lengkap

d)     Nomor Tanda Anggota (NTA)

e)      Stempel Gugusdepan (digunakan seesuai dengan keperluan)

4.      Tembusan memuat nama jabatan penerima (bila diperlukan), ditulis dibawah penutup.

5.      Hal yang perlu diperhatikan

a)      Kop surat hanya digunakan pada halaman pertama

b)      Penandatanganan “atas nama (a.n) hanya dilakukan  sesuai dengan pelimpahan wewenang yang diberikan oleh pejabat yang berwenang, pejabat pemberi wewenang diberi tembusan.

c)      Jika surat disertai lampiran, pada kolom lampiran disebutkan jumlah helai

d)     Perihal, berisi pokok surat sesingkat mungkin ditulis dengan huruf awal kapital tanpa diakhiri tanda baca.

 

Ø  Kesekretariatan

1.      Setiap hari Pengurus wajib datang ke sanggar, minimal 1 orang pengurus sebagai perwakilan.

2.      Pengurus dan anggota Wajib makan siang di sanggar, setiap hari.

3.      Selain dari pengurus dewan, dilarang keras duduk di kursi pengurus demi keamanan berkas-berkas racana.

4.      Jam kantor racana pukul 08.00-17.30 WITA Setiap hari kecuali hari libur tertentu.

5.      Semua anggota wajin memilki Kartu tanda anggota.

6.      Semua barang (Inventaris racana) apabila mau dipinjam, harus sepengetahuan koord. Perlengkapan lewat kontrol langsung pengurus dewan

EKSISTENSI PRAMUKA DI TENGAH PANDEMI COVID-19

 

EKSISTENSI PRAMUKA DI TENGAH PANDEMI COVID-19

GUGUS DEPAN 11.021-11.022 PANGKALAN SMK MADANIAH TARIK SIDOARJO

DI SUSUN OLEH:

IFA RATNASARI,S.Sos.I,S.E


 

UNTUK MEMENUHI SYARAT KETUNTANSAN PENDAFTARAN KPD

2020


 

BAB 1

PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Seperti nama gerakan kepanduan ini, yakni Pemuda Suka Berkarya, maka hal produktif harus dilakukan ditengah permasalah seperti saat ini. Karena masyarakat dunia saat ini tengah dibenturkan dengan permasalahan kesehatan skala global yang oleh karenanya seorang anggota pramuka pun tidak dapat mengabaikan persoalan ini, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh institusi yang berwenang terhadap hal yang menjadi salah satu poin didalam SDG’s.

Seorang Pramuka diharuskan untuk mampu melakukan tiga hal dasar didalam kehidupan sehari-harinya, yakni Bina Diri, Bina Satuan, Bina Masyarakat. Permasalahan yang ada didalam masyarakat, dengan adanya hal ini maka secara fleksibel dituntut untuk memunculkan ide kreatif dalam mengusung hal tersebut, Yudha menjelaskan bahwa hal yang bisa dilakukan untuk mematik sebuah ide tersebut adalah dengan mendengarkan paham ilmu yang lain, semisal persepsi pemerintahan-politik untuk benar-benar mengerti duduk permasalahan yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Peka, terhadap hal itu dapat dengan sangat membatu anggota Pramuka melihat dengan banyak sudut pandang. Tidak cukup sampai disitu, Yudha menambahkan tiga hal dasar lainnya yakni Iman (karakter-bina diri), Ilmu, dan Amal (untuk melakukan aksi nyata).

Didalam kesempatan yang sama, Novia menjelaskan tentang fase awareness yang merupakan sebuah pemahaman kondisi dan menciptakan informasi adalah hal dasar yang dapat dilakukan oleh setiap anggota Pramuka secara individual maupun kolaboratif. “The New Normal ini salah satu unsur utama didalamnya adalah dengan menggunakan jaringan internet.” Katanya didalam Webinar yang difasilitasi oleh Racana Brawijaya. Peranan pramuka milenial dapat ditengarai dengan melihat antusiasme para anggota Pramuka Penegak dan Pandega dalam menghadirkan acara yang inovatif-kreatif.

“Tuntutan seorang anggota Pramuka adalah memiliki mental yang tebal disamping masalah yang kian menebal” tambah Novia dalam menjelaskan tentang fase awareness. Pramuka milenial diidentifikasikan sebagai kelompok orang dengan kreatifitas utamanya adalah media karya yang dipersiapkan dalam visi Indonesia Emas 2045. Pramuka kreatif, yang dengan media inovatifnya pada saat pandemi seperti ini dituntut juga untuk mampu berpikir kritis, yakni berkenaan dengan konteks kegiatan dengan keterbatasan dapat memunculkan ide kreatif menggunakan ‘media karya’. Batas tertentu menjadi samar dengan dihasilkannya karya yang bahkan bisa dilakukan dari rumah, Pramuka atau unsur lainnya dapat berkolaboratif untuk kebermanfaatan banyak orang. Karya, bagi Novia adalah hasil orang-orang kreatif yang menciptakan suatu hal yang kuat. Yakni sebuah hal yang dibuat, bukan hanya sampai pada tataran niat saja.

Saat seorang mengalami kejenuhan, dalam materi Webinar memberi sebuah saran untuk dapat memunculkan ide kreatif. Kejenuhan hadir dikarenakan aktivitas yang monoton dilakukan didalam rumah, sehingga hal yang dapat dilakukan adalah mencari aktivitas-aktivitas ‘baru’ agar menciptakan kreativitas ditengah pandemi. Hal tersebut adalah ‘berdamai’ dengan corona dengan beradaptasi dengan keadaan yang masih tidak menentu seperti saat ini.

B.   RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaiman cara melawan Corona dengan karakter kepramukaan?

2.      Bagaimana Peran pemuda millenial dalam menanggapi persoalan pandemi?

3.      Bagaimana Melakukan kegiatan positif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah, seperti apa?

 

C.   TUJUAN

1.      Untuk Mengetahui strategi dalam menghadapi adanya Corona

2.      Untuk mengetahui peran pemuda milineal dalam menanggapi persoalan pandemi

3.      Untuk mengetahui macam – macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh  anggota pramuka

 BAB II

PEMBAHASAN

 

1.     Cara Melawan Corona Dengan Karakter Kepramukaan

 

Sebagai seorang dengan keilmuan pramuka, menguatkan karakter kepedulian untuk saling membantu kepada masyarakat yang terdampak ekonominya, pendidikan, dan hal lainnya. Melawan corona tidak bisa hanya mengandalkan perseorangan, namun brsinergi dengan masyarakat. Hal sederhana terlebih dahulu, dengan dirumah saja mengikuti protokol kesehatan, selanjutnya melakukan sosialisasi dengan media yang efektif untuk menjangkau masyarakat (mengambil peran) dengan menerapkan pada diri sendiri yang kemudian dapat menjadi cermin bagi orang lain. beberapa argumen, mengapa pramuka signifikan dalam menunjang pendidikan karakter ini. Pertama, Pramuka dikenal sebagai kegiatan yang menyenangkan. Menyanyi, bermain, tepuk tangan, tali temali, sandi-sandi, penjelajahan adalah beberapa bentuk dari kegiatan Pramuka yang berbasis fun, menyenangkan. Kegiatan yang bisanya dilakukan di tempat terbuka ini akan memberi "ruang baru" bagi siswa atas dominasi ruang kelas yang selama ini "membelenggu". Sehingga, dalam kegiatan outdoor ini siswa mampu mengekspresikan bakat dan minatnya secara bebas dan gembira.

 

Kedua, Pramuka adalah salah satu media pendidikan yang berbasis pada pengoptimalan otak kanan siswa. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa proses pembelajaran di kelas lebih dominan pada pengembangan otak kiri (IQ: Intelectual Quotient), sementara pengembangan otak kanan (EQ: Emotional Quotient) seringkali mendapatkan porsi yang sangat sedikit. Pramuka adalah wahana pengembangan emosional otak kanan, di mana siswa dilatih untuk berinteraksi, berkomunikasi, kreatif, dan berafiliasi dengan teman-teman lainnya. Di sinilah kemampuan sosial siswa dibangun, sehingga mampu mewujudkan salah satu pilar pendidikan versi Unesco (lembaga PBB yang menangani pendidikan dan kebudayaan), yakni membekali siswa untuk dapat life together, hidup bersama dengan damai dan harmonis.

 

Ketiga, Pramuka melatih mental yang kuat. Melalui Pramuka, siswa dibekali dengan sikap mental yang tangguh seperti disiplin, berani, loyal, bertanggung jawab dan sifat-sifat lainnya, yang terdapat dalam Dasa Dharma (sepuluh bakti) Pramuka. Sikap mental ini barangkali tidak ditemui dalam proses pembelajaran formal. Adalah sebuah kenyataan bahwa ada siswa yang cerdas dan pandai, namun menjadi sosok yang penakut, tertutup, sulit bergaul dan sebagainya. Di sini Pramuka adalah solusi untuk mengatasi persoalan mentalitas siswa tersebut.

 

 

2.      Peran pemuda millenial dalam menanggapi persoalan pandemi

 

stepbystep’ dengan membuat waiting list, dilakukan dengan mengkampanyekan dirumah aja agar segera berlalu pandemi yang sedang terjadi ini. pemuda bisa mengubah dunia, walau dirumahaja tetap bisa direalisasikan dalam waktu perlahan.

sebagai generasi penerus bangsa, generasi millennial di Indonesia tidak boleh kalah dalam persaingan dengan anak-anak muda dari negara lain. Pendidikan yang tinggi saja ternyata tidak cukup, anak muda Indonesia zaman now harus dibekali dengan berbagai pengalaman dan soft skills yang baik. Nah, menjadi pribadi yang kreatif, aktif, dan inovatif tentu harus dimiliki dalam jiwa anak muda. Itu adalah syarat utama bagi generasi millennial untuk dapat bersaing dan menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin dinamis ini. Lalu, bagaimana sih cara agar kita bisa menjadi generasi millennial yang kreatif, aktif, dan inovatif di era modern saat ini? Oke, untuk menjadi anak muda zaman now yang kreatif, aktif, dan inovatif, kita perlu membiasakan diri untuk melakukan aktivitas-aktivitas/ pola hidup berikut ini di dalam kehidupan kita:

Perbanyak Membaca Buku: Membaca buku secara rutin sangat dianjurkan bagi generasi millennal saat ini, apalagi minat baca dari anak muda di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Most Littered Nation In the World 2016, dari total 61 negara, minat baca di Indonesia berada di peringkat 60. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bersama, padahal dengan membaca buku setiap hari, wawasan yang diperoleh menjadi lebih luas dan hal tersebut akan merangsang kemampuan untuk berpikir secara kreatif. Apabila sulit untuk memulai kebiasaan membaca buku, kita bisa memilih buku-buku yang sederhana terlebih dahulu, seperti novel atau majalah-majalah remaja untuk lebih membiasakan diri.

Menggunakan Internet dan Media Sosial Secara Bijak: Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan internet bisa membawa dampak positif maupun dampak negatif bagi anak muda. Apabila tidak hati-hati dalam penggunaannya, kita sebagai anak-anak muda dapat terjerumus ke hal-hal yang negatif, seperti mengunjungi situs-situs pornografi, membuka situs-situs radikalisme, atau salah dalam memilih teman dan komunitas di internet. Selain itu, generasi millennial juga harus bijak dalam menggunakan media sosialnya. Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana untuk saling menghujat dan menjatuhkan satu sama lain atau untuk menyebarkan informasi hoax. Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus mengambil dampak positifnya saja. Kita bisa menggunakan internet untuk mencari ide-ide kreatif di Google, mencoba menulis artikel di Kompasiana, melihat tutorial kreatif di Youtube, membuat foto-foto menarik untuk ditampilkan di Instagram atau Facebook, membagikan info-info yang bermanfaat di Twitter dan masih banyak lagi. Pada dasarnya, dampak positif dari kemajuan teknologi akan kita rasakan ketika kita juga menggunakannya secara positif.

Bersikap Terbuka Terhadap Berbagai Pengalaman Baru: Di dunia yang semakin dinamis dan modern seperti saat ini, kita sebagai anak muda perlu membiasakan diri untuk terbuka dengan berbagai pengalaman baru. Kita bisa mengikuti berbagai macam aktivitas yang bermanfaat bagi kita, seperti bergabung dengan organisasi sosial, menjadi relawan bagi orang-orang miskin, atau mengikuti ajang-ajang perlombaan. Aktivitas-aktivitas tersebut akan melatih diri kita untuk dapat berpikir lebih kreatif dan bergerak lebih aktif. Oiya, selain itu kita dapat membiasakan diri untuk lebih tanggap dan kritis dengan masalah-masalah yang terjadi di sekeliling kita.

Membangun Ide dan Visi ke Depan: Hal berikutnya yang dapat dilakukan oleh anak muda adalah mencoba mengembangkan ide-ide kreatif yang ada di benaknya. Kita bisa memulai dengan ide-ide yang sederhana terlebih dahulu. Siapa tahu dari ide yang sederhana tersebut, kita justru dapat membentuk sebuah startup baru yang dapat memecahkan masalah-masalah yang ada sekitar kita dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Selain mencoba mengembangkan ide-ide yang ada di pikirin kita, generasi millennial juga harus memiliki visi dalam kehidupannya. Visi ini harus jelas dan realistis. Jangan sampai kita sebagai generasi penerus bangsa tidak memiliki visi dan cita-cita yang membuat kita hidup tanpa target dan tujuan.

Rajin Berolahraga dan Membiasakan Diri untuk Bangun Pagi: Kelihatannya memang sepele, tetapi dua aktivitas tersebut memiliki dampak yang sangat positif untuk membantu kita menjadi anak muda yang lebih aktif, kreatif, dan inovatif. Dengan rajin berolahraga, kita memiliki banyak energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya kreativitas. Selain itu, kita menjadi lebih semangat dan terhindar dari rasa mager (malas gerak). Bangun pagi pun demikian, kebiasaan ini akan membantu otak kita menjadi lebih segar sehingga dapat memunculkan ide-ide yang kreatif. Dengan bangun lebih pagi, kita memiliki banyak waktu untuk beraktivitas secara positif dan mengembangkan berbagai ide yang ada di pikiran kita.

 

3.       Macam-macam kegiatan positif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah

Empati, salah satunya dalam melakukan produksi konten dengan konsistensi. Sebuah produksi dapat dilakukan oleh personal, mendukung teori kemunduran media konvesional, Seperti produksi sebuah Digital Event Organize, yakni suatu pekerjaan yang diperkirakan akan hadir pasca-the new normal. awareness-kolaboratif-konsiderat-boost something.

Membantu Tenaga Kesehatan

 

Membantu petugas kesehatan menjadi tindakan yang sangat dibutuhkan saat ini. Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam menangani virus corona, mereka merawat dan berupaya menyembuhkan orang yang mengalami COVID-19.

Atau dapat juga membantu dengan memberikan masker atau alat pelindung diri (APD) yang dapat membantu mereka menangani para pasien. Bantuan yang Anda berikan dapat langsung diberikan kepada rumah sakit yang menangani pasien positif COVID-19 atau melalui organisasi kesehatan yang dapat menyalurkannya kepada rumah sakit membutuhkan.

“Alhamdulillah, di tengah pandemi ini, relawan dari pramuka sangat membantu pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanganan Covid-19. Apalagi sampai sekarang bahkan pada hari Lebaran, para kader pramuka yang tergabung dalam Brigade Penolong masih bersinergi dengan BPBD, DKK serta PMI dan insan kebencanaan lainnya terlibat dalam penanganan Covid-19.” “Yaitu melakukan upaya penanganan bagi pasien positif Covid-19, memberikan sosialisasi serta melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah masyarakat guna menghindari penyebaran corona.

 

BABIII

PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN

Demikian serangkaian hal yang dapat kami sampaikan berkenaan dengan eksistensi gerakan pramuka dalam menghadapi pandemic covid -19 banyak hal yang dapat kita laksanakan bersama adek adek penegak meski saat ini kita masih berada di keadaan yang belum sepenuhnya normal, bahkan kita memasuki aktivitas baru di tengah keadaan new normal.

Diantaranya kita dapat merangsang kegiatan seperti pada yang ada pada dasa dharma poin 2 “cinta alam dan kasih sayang sesama  manusia” sehingga disini kita akan lebih menumbuhkan jiwa patriotisme dan empati terhadap seluruh lapisan masyarakat yang ada di sekitar dan tengah di rundung dampak covid – 19.

 

Dari Ruang Kelas Menuju Indonesia Berdaulat: Ketika Guru, Teknologi, dan Kecerdasan Artifisial Menjadi Mitra Pembelajaran Berkarakter

Pendahuluan Indonesia sedang memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, terutama hadirnya...