الأحد، 4 أكتوبر 2026

BIJAK BERMEDIA SISOAL DAN MANAJEMEN KONFLIK DALAM ORGANISASI

    Menjadi pengurus OSIS bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang menjadi contoh yang baik bagi teman-teman di sekolah. Di era digital, setiap unggahan, komentar, dan pesan yang kita tulis dapat menjadi cerminan karakter kita. Karena itu, pengurus OSIS perlu memiliki literasi digital, yaitu kemampuan menggunakan teknologi dan media sosial secara cerdas, aman, bertanggung jawab, dan bermanfaat.

Bijak bermedia sosial berarti berpikir sebelum mengunggah. Pastikan informasi yang diterima benar sebelum dibagikan, hindari menyebarkan hoaks, jangan mempermalukan teman di media sosial, serta gunakan media sosial untuk menyebarkan kegiatan positif, prestasi, kreativitas, dan pesan kebaikan. Pengurus OSIS hendaknya menjadi trendsetter positif, bukan sekadar mengikuti tren, tetapi mampu menciptakan tren yang membawa manfaat.

Selain literasi digital, pengurus OSIS juga harus mampu menghadapi konflik. Dalam organisasi, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Misalnya, dua anggota seksi acara berbeda pendapat tentang pembagian tugas. Jangan langsung saling menyalahkan atau membicarakan masalah di grup media sosial. Dengarkan kedua pihak, cari akar masalah, bicarakan dengan tenang, tentukan solusi bersama, kemudian sepakati pembagian tugas yang adil.

Ada cerita sederhana: sebuah seksi OSIS hampir gagal melaksanakan kegiatan karena anggotanya saling menyalahkan. Ketua kemudian mengajak mereka duduk bersama. Mereka saling mendengarkan, menyadari bahwa masalah sebenarnya hanya miskomunikasi, lalu membagi tugas kembali. Kegiatan akhirnya berjalan sukses.

Pesannya: pemimpin hebat bukan yang tidak pernah menghadapi konflik, tetapi yang mampu mengubah konflik menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki komunikasi, dan semakin solid.

Jadilah pengurus OSIS yang bijak di dunia digital, dewasa menghadapi konflik, dan mampu menginspirasi perubahan positif di sekolah.

— Ifa Ratnasari, S.Sos.I, S.E, M.Pd, Gr

 

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق

Bukan Takut Digantikan AI, tetapi Belajar Menggunakannya: Catatan Guru dari Gemini Academy 2026

Oleh: Ifa Ratnasari      Awalnya saya bertanya kepada diri sendiri: Apakah kehadiran kecerdasan artifisial (AI) akan membuat peran guru sema...