Selasa, 29 Oktober 2019

SAKA BHAKTI HUSADA

Saka Bakti Husada adalah salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan.
Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional.
Pembinaan Saka Bakti Husada berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan instansi-instansi kesehatan lainnya.
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan tenaga kader pembangunan dalam bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.
Sasaran dibentuknya Saka Bakti Husada adalah agar para anggota Ferakan Pramuka yang telah mengikuti kegiatan Saka tersebut:
1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang kesehatan. 
2. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat khususnya tentang: 
    a. kesehatan lingkungan 
    b. kesehatan keluarga 
    c. penanggulangan berbagai penyakit
    d. gizi  
    e. manfaat dan bahaya obat
3. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para Pramuka di gugus depannya.
4. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya.
5. Memiliki sikap dan perilaku yang lebih mantap.
Saka Bakti Husada terdiri dari 6 krida yakni:
  1. Krida Bina Lingkungan Sehat
    1. Penyehatan Perumahan
    2. Penyehatan Makanan dan Minuman
    3. Pengamanan Pestisida
    4. Pengawasan Kualitas Air
    5. Penyehatan Air
  2. Krida Bina Keluarga Sehat
    1. Kesehatan Ibu
    2. Kesehatan Anak
    3. Kesehatan Remaja
    4. Kesehatan Usia Lanjut
    5. Kesehatan Gigi dan Mulut
    6. Kesehatan Jiwa
  3. Krida Penangfulangan Penyakit
    1. Penanggulangan Penyakit Malaria
    2. Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
    3. Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
    4. Penanggulangan Penyakit Diare
    5. Penanggulangan Penyakit TB Paru
    6. Penanggulangan Penyakit Kecacingan
    7. Imunisasi
    8. Gawat Darurat
    9. HIV/ AIDS
  4. Krida Bina Gizi
    1. Perencanaan Menu
    2. Dapur Umum Makanan/ Darurat
    3. UPGK dalam Por Pelayanan Terpadu
    4. Penyuluh Gizi
    5. Mengenal Keadaan Gizi
  5. Krida Bina Obat
    1. Pemahaman Obat
    2. Taman Obat Keluarga
    3. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif
    4. Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
    5. Pembinaan Kosmetik
  6. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
    1. Bina PHBS di Rumah
    2. Bina PHBS di Sekolah
    3. Bina PHBS di Tempat umum
    4. Bina PHBS di Instansi Pemerintah
    5. Bina PHBS di Tempat kerja
LEBIH LENGKAPNYA BISA BUKA LINK INI: pedoman saka bhakti husada

LAPORAN NARAKARYA PENEGAK IFA RATNASARI J-190

Laporan

Masa Pengembangan
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat
Lanjutan ( KML ) untuk  menempuh
Narakarya Lanjutan
( Sk Kwarnas no. 047 Tahun 2018 )

oleh :


IFA RATNASARI,S.Sos.I,S.E
                                                        NTA. 141219900003


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CABANG
( PUSDIKLATCAB)
KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA SIDOARJO
Jl. YosSudarso 35 SidoarjoTelp. 031 8921404






MATERI KEPENEGAKAN


A.     Filosofi Pramuka Penegak
Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 16–20 tahun. Secara umum usia tersebut disebut masa sosial (Kohnstam) atau disebut juga masa remaja awal yaitu masa pencarian jati diri, memiliki semangat yang kuat, suka berdebat, berkemauan kuat, relatif sulit dicegah kemauannya apabila tidak melalui kesadaran rasional, ada kecenderungan agresif, dan sudah mengenal cinta dengan lawan jenis (Kwarnas, 2011:55). Pada tahapan remaja madya, tugas perkembangan yang utama adalah mencapai idealisme dan kemandirian, kebebasan dari orang tua, memperluas hubungan dengan kelompok sebaya. Pada tahapan ini, remaja mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan, belajar menangani hubungan interaksi dengan lawan jenis (Anggadiredja, dkk. 2011:3).

Kegiatan golongan Pramuka Penegak disebut kegiatan bakti. Bagi seorang Penggalang yang masuk Ambalan Penegak, berarti melanjutkan latihan yang telah diterima ketika berada di golongan Siaga dan Penggalang. Ambalan Penegak adalah tempat mempraktekkan dan menyempurnakan pendidikan dalam Gerakan Pramuka. Bagi mereka yang belum pernah menajdi Pramuka dapat diterima sebagai anggota Ambalan dengan melalui prosedur sebagai “tamu ambalan” kemudian menjadi “anggota ambalan”. Kepenegakan adalah latihan ke arah kemandirian dan tidak  menjadi beban orang lain, persaudaraan bakti, mendidik diri sendiri dengan menambah kecakapan sebagai bekal pengabdian dan berguna bagi masyarakat, serta memilih cara hidup yang berpedoman Tri Satya dan Dasadarma (Kwarnas, 2011:55).

untuk materi lebih lanjut bisa klik materi di bawah ini: MATERI PENEGAK