Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2024

MENEJEMEN PENGELOLAAN AKTIVITAS SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

  KESIMPULAN

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014: Menurut peraturan ini, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar, baik kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan[1]

Pedoman  khusus mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.

salah satu ayat dalam Al-quran Surat Ar-ra’d /13:11[2] yang menjadikan dasar untuk senantiasa berusaha mengelola peserta didik untuk menjadi lebih baik dan berprestasi adalah sebagai berikut:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ۝١١

”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..."

Contoh strategi pengolahan siswa di kegiatan ekstrakurikuler di madrasah:

a.       Program Orientasi Ekstrakurikuler

b.      Pembentukan Klub atau Kelompok Ekstrakurikuler

c.       Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen

d.      Penyelenggaraan Lomba dan Kompetisi

e.       Kegiatan Pelayanan Masyarakat

f.        Mentoring dan Pembinaan

g.    Pembinaan Kreativitas 

Selasa, 17 Desember 2013

MEMULIAKAN (MENGHORMATI) TETANGGA



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sosial kita tidak akan lepas dari dari ketiga unsur ini, yaitu tentang tamu, tetangga dan mengasihi para dhuafa. Maka dengan tiga masalah ini, kami sedikit menguraikan bagaimana cara kita untuk mengabdikan diri kepada sang Khalik dengan cara, menghormati, mengasihi, menyayangi, mengutamakan mereka, agar supaya pengabdian ini benar-benar diterima di sisiNya. Karena dalam suatu hadist di sebutkan “Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari), “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya tidak menyakiti tetangganya” Dalam hadist lagi diterangkan, Seorang bertanya kepada Nabi Saw, “Islam yang bagaimana yang baik?” Nabi Saw menjawab, “Membagi makanan (kepada fakir-miskin) dan memberi salam kepada yang dia kenal dan yang tidak dikenalnya.” (HR. Bukhari), dan lagi Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing) maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim). Dengan latar belakang tersebut kami disini menyuguhkan tentang bagaimana cara menggapai ketiga masalah tersebut, sehingga atas dorongan Dosen terwujudlah apa yang ada di tangan anda ini, semoga ada manfaat dan gunanya.
A.    RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana matan dan terjemahan dari hadis yang terdapat pada kitab dalillul falikhin?
2.      Sebutkan 3-5 mufrodat dan jelaskan?
3.      Jelaskan secara singkat
a.       Bil riwayah (Naqli)?
b.      Bil ru’yah (Akal)?

PUASA ASYURA


A.    LATAR BELAKANG
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk banyak melakukan puasa pada bulan tersebut sebagaimana sabdanya:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Dari hadits di atas, Ibnu Rojab rahimahullah mengatakan, “Hadits ini dengan tegas mengatakan bahwa seutama-utamanya puasa sunnah setelah puasa di bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” Beliau rahimahullah juga mengatakan bahwa puasa di bulan Muharram adalah seutama-utamanya puasa sunnah muthlaq. (Latho’if Ma’arif, hal. 36)[1].
An Nawawi menjelaskan, “Para ulama bersepakat bahwa hukum berpuasa pada hari ‘Asyura adalah sunnah dan bukan wajib. Namun mereka berselisih mengenai hukum puasa ‘Asyura di awal-awal Islam yaitu ketika disyariatkannya puasa Asyura sebelum puasa Ramadhan. Menurut Imam Abu Hanifah, hukum puasa Asyura di awal-awal Islam adalah wajib. Sedangkan dalam Syafi’iyah ada dua pendapat yang masyhur. Yang paling masyhur, yang menyatakan bahwa hukum puasa Asyura semenjak disyariatkan adalah sunnah dan puasa tersebut sama sekali tidak wajib. Namun dulu, puasa Asyura sangat-sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Ketika puasa Ramadhan disyariatkan, hukum puasa Asyura masih dianjurkan namun tidak seperti pertama kalinya. Pendapat kedua dari Syafi’iyah adalah yang menyatakan hukum puasa Asyura di awal Islam itu wajib dan pendapat kedua ini sama dengan pendapat Abu Hanifah.” (Syarh Shohih Muslim, 4/114)
Yang jelas, hukum puasa ‘Asyura saat ini adalah sunnah dan bukanlah wajib. Namun, hendaklah kaum muslimin tidak meninggalkan amalan yang sangat utama ini, apalagi melihat ganjaran yang begitu melimpah. Juga ada ganjaran lain yang dapat kita lihat yang ditujukan bagi orang yang gemar melakukan amalan sunnah, sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi berikut ini.
وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ
“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506).
     B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana matan dan terjemahan dari hadis yang terdapat pada kitab siyamu bab puasa asyura?
2.      Sebutkan 3 mufrodat dan jelaskan?
3.      Jelaskan secara singkat
a.       Bil riwayah (Naqli)?
b.      Bil ru’yah (Akal)?


Selasa, 19 Maret 2013

TEKNOLOGI TEPAT GUNA TAHU SUTRA

TEKNOLOGI  TEPAT GUNA KULINER TAHU SUTRA
makanan dr kedelai putih yg digiling halus-halus, direbus, dan dicetak;-- bacem tahu yg dimasak dng cara dibacem; -- campur makanan yg terbuat dr tahu goreng, sayuran, mi, kikil yg berbumbu petis dan berkuah; -- cina tahu yg agak keras, biasanya dicetak segi empat agak besar, dibungkus dng kain kasa, rasanya lebih enak dp tahu biasa; -- gunting makanan yg terbuat dr tahu goreng, ketupat, bihun, dan kerupuk yg dibubuhi bumbu kacang yg berkecap, tahunya dipotong-potong dng menggunakan gunting; -- isi tahu yg diisi, biasanya dng wortel, taoge, kol, dan diberi bumbu; -- kediri tahu yg padat, berasal dr Kediri berbentuk segi empat, biasanya berwarna kuning atau putih; -- kupat makanan yg terbuat dr tahu goreng, ketupat, dan taoge, diberi kuah berbumbu bawang putih, cabai, gula merah, cuka, rasanya masam-masam manis; -- petis tahu goreng yg dimakan dng sambal petis; -- pong tahu goreng yg di dalamnya berongga, berbentuk segi empat; -- sumedang tahu yg berasal dr Sumedang, apabila digoreng, terdapat rongga di dalamnya, rasanya gurih; -- susu produk olahan dng bahan baku susu skim yg memiliki nilai gizi sangat baik, bentuk dan warnanya menyerupai tahu; -- takwa tahu yg padat dan gurih, berbentuk segi empat, biasanya berwarna kuning.
Ini mungkin sekilas pengetahuan tentang tahu yang pada umumnya di sini saya menyajikan dengan beda jikalau ada yang minat buat buka usaha yang kreatif dan inovatif yakni tahu sutra. Yang lebih lanjutnay bisa anda donlowd di bawah ini.......

Pengendalian dan penilaian organisasi masjid

Pengendalian dan Penilaian Organisasi Kemasjidan

Pengendalian dan penilaian dapat di artikan sebagai proses pemeriksaan atas aktivitas atau kegiatan agar berjalan sesuai dengan apa yang di rencanakan.
langkah - langkah dalam proses pengendalian  adalah :
                a. Menetapkan standar
                b. Mengadakan  pemeriksaan dan penelitian terhadap  pelaksanaan tugas yang di tetapkan
                c. Membandingkan antara pelaksanaan dengan standar
                d. Mengadakan tindakan  perbaikan dan pembetulan[5]
        untuk lebih lanjut silahkan klik dsni:

Rabu, 06 Maret 2013

ZAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI MIKRO ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.
Zakat merupakan ibadah pokok dalam bidang harta dan termasuk salah satu rukun (rukun ketiga) dari rukun Islam yang lima, dan juga menjadi salah satu bangunan dari agama Islam, sebagaimana diungkapkan dalam berbagai hadis Nabi,[1] oleh karena itu keberadaannya bagi umat Islam adalah selain menjadi doktrin keagamaan (normative religius) yang mengikat dan bahkan dianggap sebagai ma’luum minad-diin bidh-dharuurah atau diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang[2], juga disadari bahwa zakat mempunyai dimensi sosial ekonomi umat, yaitu sebagai salah satu instrumen untuk menanggulangi problema ekonomi umat Islam dan senantiasa menjadi tumpuan umat Islam dalam menanggulangi kemiskinan.
Keterkaitannya sebagai doktrin keagamaan, zakat merupakan instrumen manusia meraih kebajikan, dapat disebut orang baik, masuk barisan orang mukmin dan bertakwa serta dapat dibedakan dengan orang musyrik dan munafik[3]. Selain itu dalam Al-Quran juga dinyatakan bahwa tanpa zakat, seorang manusia tidak akan memperoleh rahmat dari Allah, tidak berhak memperoleh pertolongan dari Allah, dari RasulNya dan dari orang-orang beriman, dan tanpa zakat pula, seorang manusia tidak bisa memperoleh pembelaan dari Allah yang sudah dijanjikannya.[4]Sehingga Al Quran memberi apresiasi kepada manusia yang secara sungguh-sungguh membayar zakat[5].Dan sebaliknya, AlQuran memberikan ancaman bagi orang yang sengaja meninggalkannya.[6]Demikian pentingnya zakat dalam Islam sehingga khalifah Abu Bakar bertekat memerangi orang-orang yang shalat tetapi tidak mau menunaikan zakat.[7]
Perintah menunaikan zakat mengandung hikmah bagi orang yang membayar zakat (muzakki), penerimanya (mustahik), harta yang dikeluarkan zakatnya, maupun bagi masyarakat keseluruhan[8].Dalam prespektif ekonomi, hikmah dari perintah membayar zakat bagi muzakki adalah agar mereka mengelola hartanya secara produktif. Zakat dengan tarif 2,5 % terhadap harta merupakan hukuman bagi pemilik harta agar tidak menyimpan harta benda mereka tanpa menggunakan atau menginvestasikannya di sektor produktif. Karena kalau tidak demikian, harta itu akan habis secara perlahan-lahan untuk membayar zakat. Untuk menghindari agar hartanya itu tidak habis untuk kewajiban membayar zakat, maka harta itu harus diinvestasikan seproduktif mungkin berdasarkan aturan ilahi. Seruan dan dorongan Islam agar umatnya senantiasa menggunakan harta secara produktif juga telah diberikan contoh oleh Khalifah Umar ibn Khattab ketika mengambil tanah milik Bilal ibn Rabbah di Kahaibar dekat Mekah yang dihadiahkan kepada Rasul Alah SAW, karena Bilal tidak memanfaatkan tanah tersebut dan membiarkan terlantar begitu saja.[9]
Selain itu juga masih dapat kita sangsikan bahwa dengan peningkatan produksi belum tentu dapat meningkatkan pendapatan, khususnya para pekerja.Lain halnya dengan konsep ekonomi Islam, dimana konsep produksi tidak semata-mata bermotif memaksimalkan keuntungan dunia tetapi lebih jauh dan penting adalah memaksimalkan keuntungan akhirat, dengan kata lain seseorang dapat berkompetisi dalam kebaikan untuk urusan dunia tetapi sejatinya mereka sedang berlomba-lomba mencapai kebaikan di akhirat. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Alquran dalam surat al Qashash ayat 77 :   
Artinya : Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Mengenai fungsi produksi, dalam konsep ekonomi Islam bahwa memproduksi sesuatu bukanlah sekedar untuk dikonsumsi sendiri atau dijual dipasar melainkan juga mewujudkan fungsi sosial. Oleh karena itu kegiatan produksi dalam ekonomi Islam harus bergerak diatas dua garis optimalisasi, yaitu optimalisasi berfungsinya sumber daya insani kearah pencapaian kondisi full employment dan optimalisasi dalam hal memproduksi sesuatu yang halal dan bermanfaat bagi masyarakat[10],Target yang hendak dicapai secara bertahap dalam hal itu adalah kecukupan setiap individu, swasembada ekonomi umat dan kontribusi untuk mencukupi umat dan bangsa lain.
Terkait dengan pendistribusian zakat, seperti yang kita jelaskan diatas, akan menyebabkan naiknya jumlah permintaan terhadap barang-barang dan jasa kebutuhan mustahik, sehingga akan mendorong tumbuhnya industri-industri baru yang memproduksi barang atau jasa tersebut. Lahirnya industri baru ini akan membuka lapangan kerja baru yang dapat segera diisi oleh golongan masyarakat berpendapatan rendah yang umumnya masih berstatus pengangguran.
Demikian latar belakang dari pembahasan makalah kami yang berjudul zakat dalam persepektif ekonomi mikro. Maka dari itu kami sebagai penulis akan merumuskan masalah dalam pembahasan makalah kami diantaranya adalah:
B.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana definisi zakat dan definisi ekonomi mikro ?
2.      Bagaimanakah Urgensi Dan Tujuan Zakat Di Lihat Dari Sudut Pandang Mikro Ekonomi Islam?
3.      Bagaimanakah Peranan Zakat Dalam Pembagian Konsumsi?
4.       Bagaimanakah Pengaruh zakat perniagaan dalam ekonomi mikro islam ?

C.   Tujuan
1.    Untuk mengetahui definisi zakat dan definisi ekonomi mikro .
2.    Untuk mengetahui urgensi dan tujuan zakat di lihat dari sudut pandang  mikro  ekonomi islam.
3.    Untuk mengetahui peran zakat dalam pembagian konsumsi
4.    Untuk mengetahui pengaruh zakat perniagaan dalam ekonomi mikro islam

PERKEMBANGAN PARADIGMA PENGELOLAAN SAMPAH DESA DALAM RANGKA PENCAPAIAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS


Abstract
Trash is defined as human or animal waste that is solid or semi-solid, which does not have a use value or economic value, so it needs to be thrown.  A Trash problem is a problem that will continue to evolve and the proceeds, more and more human activity will affect the amount of generated trash production. Society as trash producers have a role in keeping the environment clean. However, in reality there are many people, especially in Pajeng village that adhered to the classical paradigm to throw garbage in the river or burn it. The purpose of this study is to determine the paradigm development of rural trash management to achieve millennium development goals. Contribution of trash management in East Java village and evolving paradigms for the MDGs. Furthermore, it will be recommended that strategies need to be applied in the handling of trash in order to support the achievement of the MDGs village in East Java. In this study, will be seen the relationship between paradigms, insight and action by comparing the phase of the current and past leadership in trash management.

Keywords: Paradigm, MDGs, Rural Trash Management

Senin, 03 Desember 2012

Manajemen Waktu

     Bagi seorang mahasiswa memang sangat disarankan untuk bisa memanfaatkan waktu, mengatur berbagai jadwal kuliyah dan jadwal kegiatan sebagaimana dapat kita analisis dari definisi menurut  Mary Parker Follet yg dikutip oleh Handoko (2000:8) manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yg mungkin diperlukan.

Minggu, 25 November 2012

kanker payudara

Pengertian Kanker Payudara
Seiring dengan perkembangan zaman memang kita harus bisa membuka wacana kita akan adanya informasi yang dapat kita peroleh dari berbagi sumber informasi,  maka dari itu jangan remehkan informasi yang sedang anda baca ini,,,,,,, sebab kami juga menyediakan buku yang kami kemas dalam bentuk pdf untuk bisa di baca dengan mudah,,,,,, silahkan memahami dan bisa mewaspadai akan apa yang dimaksud dengan kanker terutama kanker  payudara,,,,,,
       Kanker atau neoplasma merupakan suatu penyakit akibat adanya pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel jaringan tubuh yang dapat mengakibatkan invasi ke jaringan-jaringan normal. Definisi yang paling sederhana yang dapat diberikan adalah pertumbuhan sel-sel yang kehilangan pengendaliannya. Kanker dapat menyebar pada bagian tubuh tertentu seperti payudara. Kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Kanker payudara oleh WHO dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 174 untuk wanita dan 175 untuk pria. Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak beraturan. Selsel tersebut merupakan hasil mutasi gen dengan perubahan-perubahan bentuk, ukuran maupun fungsinya. Kanker payudara dapat menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati, dan otak melalui pembuluh darah. Kelenjar getah bening aksila ataupun supraklavikula membesar akibat dari penyebaran kanker payudara melalui pembuluh getah bening dan tumbuh di kelenjar getah bening.
            Untuk lebih jelasnya  mengenai informasi kanker payudara silahkan donlowd buku dengan klik dibawah ini:

Kamis, 15 November 2012

KARAKTERISTIK MANUSIA Di lihat dari Psikologi Kognitif dan Psikologi Humanistik


PENDAHULUAN
      Dalam upaya membentuk sikap, mental dan perubahan tingkah laku mad’u, usaha –usaha dakwah tidak terlepas dari study psikologi  yang memiliki latar belakang guna mempelajari tingkah laku manusia sebagai cerminan dari hidupnya kejiwaan, yang oleh karena itu dapat kita ketahui mengenai definisi psikologi dakwah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang gejala – gejala  hidup kejiwaan manusia yang terlibat dalam proses kegiatan dakwah.
Di mana dapat juga kita ketahui dalam psikologi dakwah juga ada ada batasanya sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku manusia yang merupakan cerminan hidupnya kejiiwaan dalam mengajak kepada pengalaman ajaran – ajaran islam deemi kesejahteraan hidup manusia di dunia dan akhiratnya.
Dan dalam makalah pembahasan saya selaku penulis juga memiliki batasan yakni hanya ruang lingkup atas pembahasan mengenai karakteristik manusia dari segi psikologi kognitif dan humanistik. Dan dalam hal ini akan kami jelaskan sekilas mengenai definisi karakteristik manusia, definisi psikologi kognitif, dan definisi psikologi humanistik, serta bagaimana  karakteristik manusia di lihat dari segi psikologi kignitif dan humanistik.
1.    Definisi karakteristik manusia.
Islam melalui Al-Qur’an memberi pengertian bahwa manusia adalah komunitas tunggal, anak cucu Adam (QS. Al-Baqarah : 213, Al-A'raf : 26-27). Dalam pandangan Islam manusia yang hidup sekarang adalah anak cucu dari dua orang tua yang sama, yaitu Adam dan Hawa. Dan bukan sebagai makhluk yang mengalami missing link dengan kera sebagaimana teori Charles darwin. Sebagai keturunan dan anak cucu Adam dan Hawa maka pastilah manusia mewarisi banyak sifat dari orang tua pertama yang sama itu. Sifat, watak dan prilaku, juga gena yang dimiliki kedua orang tua pertama kemudian secara turun temurun dan dari generasi ke genarasi yang kemudian menurun membentuk ciri-ciri dari manusia sekarang dan Adam – Hawa juga tentunya.
Secara umum, walau manusia berbeda suku bangsa, dipisahkan oleh batas geografis, adat istiadat dan budaya, bahasa, agama dan kepercayaan, kualitas intelektual dan sebagainya, tetapi manusia tetaplah manusia yang merupakan keturunan Adam dan Hawa. Perbedaan itu semua tidak menjadi serta merta membedakan mereka sebagai manusia. Ada ciri-ciri umum dan sekaligus karakteristik manusia yang sama yang terdapat pada setiap individu.
Banyak hal yang bisa didiskusikan mengenai manusia, baik yang bersifat jasmani ataupun rohani. Hal-hal yang terkait dengan manusia antara lain sifat, watak, prilaku, pikiran, sebagai makhluk sosial, karakter, jati diri, dan juga ciri-ciri manusia.[1]
2.    Definisi psikologi kognitif.
Psikologi kognitif adalah Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.
Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
Namun disisi yang lain ada juga yang berpendapat Psikologi kognitif adalah kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. Proses ini meliputi bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan sebagai pengetahuan. Pengetahuan itu dimunculkan kembali sebagai petunjuk dalam sikap dan perilaku manusia. Oleh karena itu, psikologi kognitif juga disebut psikologi pemrosesan informasi.[2]
Dalam pandangan Piaget, terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasian dan penyesuaian. Untuk membuat dunia kita diterima oleh pikiran, kita melakukan pengorganisasian pengalaman-pengalaman yang telah terjadi. Piaget yakin bahwa kita menyesuaikan diri dalam dua cara yaitu asimiliasi dan akomodasi.

Ada dua konsep dasar psikologi kognitif, yaitu kognisi dan pendekatan kognitif.
1. Kognisi
Dalam istilah kognisi, maka psikologi kognitif dipandang sebagai cabang psikologi yang mempelajari proses-proses mental atau aktivitas pikiran manusia, misalnya proses-proses persepsi, ingatan, bahasa, penalaran dan pemecahan masalah.
Contoh-contoh yang berkaitan dengan informasi :
a.  Proses-Proses persepsi
Ada seorang karyawan baru yang bekerja di suatu perusahaan yang tingkat profesionalismenya kurang. Di situ, baik karyawan yang rajin maupun yang malas mendapat gaji yang sama. Setelah lama beradaptasi di kantor itu, karyawan baru tersebut memiliki persepsi bahwa dia tidak perlu bekerja dengan sungguh-sungguh karena tidak akan berpengaruh pada gajinya.
b.  Ingatan
Kemampuan mengingat informasi dari membaca tentunya akan lebih lama dari hanya sekedar mendengar. Karena dengan membaca, pikiran atau otak kita akan bekerja lebih keras untuk memahami dan menyimpan informasi tersebut. Sedangkan dengan mendengar, kita hanya mengandalkan telinga, asalkan kita hafal. Bahkan kadang-kadang tanpa pemahaman.
c.  Bahasa
Informasi akan lebih mudah kita pahami dan kita mengerti, apabila bahasa yang digunakan sesuai dengan bahasa kita, maka informasi itu akan lebih maksimal kita gunakan. Karena otak atau pikiran kita mampu mencernaa inti informasi tersebut.
d.  Penalaran
Seseorang yang memiliki penalaran secara baik akan dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut, tidak hanya dari satu sisi saja. Tapi dapat diperoleh dari bagian lain, karena suatu masalah biasanya yang hanya memiliki indikasi.
e.  Persoalan
Sikap dan perilaku manusia dapat mencerminkan masalah yang sedang dihadapi. Sikap dan perilaku ini, apabila digabungkan dengan informasi yang sudah ada, maka dapat menciptakan suatu solusi.
 Pendekatan Kognisi
Sebagai suatu pendekatan maka psikologi kognitif dapat dipandang sebagai cara tertentu di dalam mendekati berbagai fenomena psikologi manusia. Konsep ini menekankan pada peran-peran persepsi, pengetahuan, ingatan, dan proses-proses berpikir bagi perilaku manusia.
Contoh yang berkaitan dengan informasi :
a.          Peran-Peran persepsi
Orang yang berpersepsi atau berpikir bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda, dia akan selalu berusaha untuk mencoba lagi, walaupun dia ridak tahu kapan dia akan berhasil. Karena dipikirannya semakin dia mencoba, semakin banyak informasi yang didapat, maka tingkat kesalahan dapat diminimalisir atau dihindari. Hal ini menjadikannya sebagai pribadi yang sabar dan ulet.
b.  Pengetahuan
Orang yang banyak pengetahuan, biasanya lebih mengerti dan dapat mengelola informasi dengan cepat, karena dia tahu bagaimana cara mendapatkan informasi yang cepat, tepat, murah dan efisien.
c.  Proses-Proses Berpikir
Jenjang pendidikan, lingkungan sekitar serta cara hidup mempengaruhi proses-proses dan pola berpikir kita. Orang yang berpendidikan tinggi, hidup di lingkungan berpendidikan dan cara hidup yang modern, biasanya akan mencari suatu informasi dengan cara yang berbasis teknologi yang lebih cepat dan praktis. Ini karena mereka telah dibentuk menjadi pribadi yang modern dengan cara berpikir yang cepat.

Prinsip dasar Psikologi Kognitif
a.           Belajar aktif
b.          Belajar lewat interaksi sosial
c.           Belajar lewat pengalaman sendiri
Teori psikologi kognitif berkembang dengan ditandai lahirnya teori Gestalt (Mex Weithemer) yang menyatakan bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruan.
Ada 2 hukum wajib dalam teori Gestalt :
1).  Pragnaz (kejelasan)
2).  Closure (totalitas)
Konsep yang penting dalam teori ini INSIGHT, yaitu: pengamatan atau pemahaman mendadak terhadap hubungan antara bagian-bagian didalam suatu masalah.
Teori belajar.
Cognitive-Field dari Lewin
Bertolak pada teori Gestalt, Lewin mengembangkan teori belajar berdasarkan Life Space (dunia psikologis dari kehidupan individu). Masing-masing individu berada didalam medan kekuatan psikologis, medan itu dinamakan Life Space yang terdiri dari dua unsur yaitu kepribadian dan psikologi sosial.
Ia menyatakan bahwa tingkah laku belajar merupakan usaha untuk mengadakan reorganisasi atau restruktur (dari isi jiwa). Tingkah laku merupakan hasil dari interaksi antar kekuatan baik dari dalam (tujuan, kebutuhan, tekanan batin, dan sebagainya) maupun dari luar (tantangan, permasalahan).
  Cognitive Development (Jean Piaget)
Dalam teorinya, ia memandang bahwa proses berpikir sebgai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Ia memakai istilah scheme : pola tingkah laku yang dapat diulang. Yang berhubungan dengan :
a).   Reflex pembawaan (bernapas, makan, minum)
b).   Scheme mental (pola tigkah laku yang sulit diamati, dan yang dapat diamati)
c). Pembelajaran Menurut JA Brunner (Discovery Learning)
Teori Brunner menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif dalam belajar dikelas. Maksud dari Discovery Learning yaitu peserta didik mengorganisasikan metode penyajian bahwa dengan cara dimana anak dapat mempelajari bahan itu, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
Selain ketiga tokoh tersebut Ausubel juga merpengaruh dalam psikologi kognitif. Dia mengungkapkan teori ekspository teaching, yaitu dapat diorganisasikan atau disajikan secara baik agar dapat mengahasilkan pengertian dan resensi yang baik pula sama dengan discovery learning.[3]
Implikasi dalam Pembelajaran
Implikasi teori kognitif piaget dalam pembelajaran adalah :
 1)  Bahasa dan cara berpikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu  guru     mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berpikir anak.
2) Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik.
3)  Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
4)  Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
5)  Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temannya.
Pengaplikasian teori kognitif dalam belajar bergantung pada akomodasi. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar, karena ia tidak dapat belajar dari apa yang telah diketahui saja. Dengan adanya area baru, siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasikan.[4]
3.      Definisi psikologi humanistik.
      Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun  19500-an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psokoanalisis. aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. permasalahan ini dirangkum dalam lima postulat psikologi humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut:
1. manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen - komponen.
2. manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
3. kesadaran manusia menyatakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain.
4. manusia mempunyai pilihan -pilihan dan tanggung jawab.
5. manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai, dan memiliki kreativitas.

    humanistik mengatakan bahwa manusia adalah suatu keunggulan yang mengalami, menghayati dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta punya harga diri. karena itu, walaupun dalam penelitian boleh saja dilakukan analisis rinci mengenai bagian bagian dari jiwa manusia, namun dalam penyimpilannya, manusia harus dikembalikan dalam kesatuan yang utuh. pandangan seperti ini adalah pandangan yang holistik. selain itu manusia juga harus dipandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya, perkembangan pribadinya, perbedaan-perbedaan individunya dan dari sudut kemanusiaanya itu sendiri. karena itu psikologi harus memasuki topik-topik yang tidak dimasuki oleh aliran behaviorisme dan psikoananlisis, seperti cinta, kretifitas, pertuumbuhan, aktualisasi diri, kebutuhan, rasa humor, makna, kebencian, agresivitas, kemandierian, tanggung jawab, dan sebagainya. pandangan ini di sebut sebagai pandangan humanistik.

4.    Karakteristik manusia jika di lihat dari psikologi kognitif
 Psikologi kognitif aliran psikologi yang melihat manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimanya (homo sapiens). Dimana psikologi kognitif juga menempatkan manusia sebagai makhluk yang bereaksi secara aktif terhadap lingkungannya dengan cara berfikir. Manusia berusaha memahami lingkungan yang di hadapinya  dan merespons dengan pikiran yang di milikinya. Psikologi  kognitif juga mempelajari bagaimana arus  informasi yang di tangkap oleh indra di proses dalam jiwa seseorang sebelum di endapkan dalam kesadaran atau di wujudkan dalam bentuk tingkah laku.  Reaksi terhadap rangsangan tidak selalu keluar berupa tingkah laku nyata, akan tetapi juga bisa mengendap berupa ingatan, atau di proses menjadi gejolak perasaan, seperti rasa gelisah, atau kecewa dan lain sebagainya, atau bisa juga di proses menjadi sikap, seperti suka dan tidak suka.[5] Karenanya dalam pandangan psikologi ini, manusia layaknya sebuah komputer, dimana ia menangkap informasi, mengelolah, menyimpan, atau mengeluarkannya dalam bentuk perilaku.[6]
Di mana konsepsi manusia sebagai pengelolah informasi (the person as information processor ) adalah perilaku manusia yang di pandang sebagai produk strategi pengolahan informasi yang rasional yang mengarah pada penyediaan, penyimpanan dan pemanggilan informasi yang di gunakannya untuk memecahkan persoalan. Dalam konsep ini manusia menjadi orang yang sadar dalam memecahkan persoalan. Karena itu manusia menurut teori kognitif di sebut sebagaimana di atas yakni  “homo sapiens” yaitu  manusia yang berpikir.
Walaupun manusia tidaklah serasional sebagaimana di jelaskan di atas, karena kadang kala penilaian orang di dasarkan pada informasi yang tidak lengkap dan kurang rasional, karena manusia menggunakan prinsip – priinsip umum dalam mengambil keputusan. Walaupun psikologi kognitif sering di kritik karena konsep – konsepnya yang sulit di uji, namun psikologi kognitif telah berusaha memasukkan kembali “ jiwa manusia” yang sudah di cabut behaviorisme, yang kontradiktif dengan psikoanalisis yang memandang bahwa manusia sangat di pengaruhi oleh insting dan dorongan nafsu rendah.dan menolak konsepsi ketidaksadaran dan kesadaran yang menjadi inti dari psikoanalisis, namun lebih memandang aspek stimuli lingkungan yang bisa membentuk prilaku manusia.[7]

5.    Karakteristik manusia jika di lihat dari psikologi humanistik
Psikologi humanistik, menggambarkan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transak-sional dalam lingkunganya (homo ludens). Selain itu juga di pandang sebagai eksistensi yang positif juga menentukan. Yang di anggap sebagai makhluk yang unik dan memiliki cinta , kreatifitas,  nilai dan makna serta pertumbuhan pribadi. Yang merupakan pusat perhatian teori humanisme, adalah pada makna kehidupan yang mana dalam psikologi humanistik di sebut homo laudens,yakni manusia yang mengerti makna kehidupan. Yang dalam teorinya di sebutkkan bahwa setiap manusia hidup dalam pengalaman yang bersifat pribadi (unik), dan kehidupanya berpusat pada pada dirinya itu. Yang mana prilaku manusia bukan di kendalikan oleh keinginan bawah sadarnya (seperti teori psikoanalisa) bukan pula tunduk pada lingkungannya (seperti teori behaviorisme), tetapi berpusat pada konsep diri, yaitu pandangan atau persepsi orang terhadap dirinya yang bisa berubah dan fleksibel sesuai dengan pengalamannya dengan orang lain. Yang mana dalam psikologi humanistik memandang positif manusia. Sebagaimana menurut teori ini, manusia selalu berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas dirinya. Manusia juga cenderung ingin selalu mengaktualisasikan dirinya  dalam kehidupan yang bermakna. Setiap individu bereaksi terhadap situasi yang di hadapinya (stimuli) sesuai dengan konsep  diri yang di milikinya, dan dunia di mana ia hidup. Kecenderungan batiniah manusia selalu menuju kepada kesehatan dan kebutuhan diri. Jadi dalam keadaan normalmanusia cenderung berfikir dan berperilaku rasional dan membangun (konstruktif). Ia juga cenderung memilih jalan ( pekerjaan, karier, atas jalan hidup ) yang mendukung pengembangan dan aktualisasi dirinya.[8]

KESIMPULAN
Sebagai keturunan dan anak cucu Adam dan Hawa maka pastilah manusia mewarisi banyak sifat dari orang tua pertama yang sama itu. Sifat, watak dan prilaku, juga gena yang dimiliki kedua orang tua pertama kemudian secara turun temurun dan Psikologi kognitif adalah kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. Proses ini meliputi bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan sebagai pengetahuan. Pengetahuan itu dimunculkan kembali sebagai petunjuk dalam sikap dan perilaku manusia. Oleh karena itu, psikologi kognitif juga disebut psikologi pemrosesan informasi. dari generasi ke genarasi yang kemudian menurun membentuk ciri-ciri dari manusia sekarang dan Adam – Hawa juga tentunya.
Secara umum, walau manusia berbeda suku bangsa, dipisahkan oleh batas geografis, adat istiadat dan budaya, bahasa, agama dan kepercayaan, kualitas intelektual dan sebagainya, tetapi manusia tetaplah manusia yang merupakan keturunan Adam dan Hawa. Perbedaan itu semua tidak menjadi serta merta membedakan mereka sebagai manusia. Ada ciri-ciri umum dan sekaligus karakteristik manusia yang sama yang terdapat pada setiap individu.
Psikologi kognitif adalah kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. Proses ini meliputi bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan sebagai pengetahuan. Pengetahuan itu dimunculkan kembali sebagai petunjuk dalam sikap dan perilaku manusia. Oleh karena itu, psikologi kognitif juga disebut psikologi pemrosesan informasi.
Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun  19500-an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psokoanalisis. aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. permasalahan ini dirangkum dalam lima postulat psikologi humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut:
1. manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen - komponen.
2. manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
3. kesadaran manusia menyatakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain.
4. manusia mempunyai pilihan -pilihan dan tanggung jawab.
5. manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai, dan memiliki kreativitas.
 Psikologi kognitif aliran psikologi yang melihat manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimanya (homo sapiens). Dimana psikologi kognitif juga menempatkan manusia sebagai makhluk yang bereaksi secara aktif terhadap lingkungannya dengan cara berfikir. Manusia berusaha memahami lingkungan yang di hadapinya  dan merespons dengan pikiran yang di milikinya. Psikologi  kognitif juga mempelajari bagaimana arus  informasi yang di tangkap oleh indra di proses dalam jiwa seseorang sebelum di endapkan dalam kesadaran atau di wujudkan dalam bentuk tingkah laku.  Reaksi terhadap rangsangan tidak selalu keluar berupa tingkah laku nyata, akan tetapi juga bisa mengendap berupa ingatan, atau di proses menjadi gejolak perasaan, seperti rasa gelisah, atau kecewa dan lain sebagainya, atau bisa juga di proses menjadi sikap, seperti suka dan tidak suka. 
Psikologi humanistik, menggambarkan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transak-sional dalam lingkunganya (homo ludens). Selain itu juga di pandang sebagai eksistensi yang positif juga menentukan. Yang di anggap sebagai makhluk yang unik dan memiliki cinta , kreatifitas,  nilai dan makna serta pertumbuhan pribadi. Yang merupakan pusat perhatian teori humanisme, adalah pada makna kehidupan yang mana dalam psikologi humanistik di sebut homo laudens,yakni manusia yang mengerti makna kehidupan.


DAFTAR PUSTAKA
Achmad Mubarok, 2002, Psikologi Dakwah, Pustaka Firdaus, Jakarta.
Faizah, H. Lalu Muchsin Efendi, 2009, Psikologi Dakwah, kencana, Jakarta.
Mat Jarvis, 2000, Teoritical in Approaches in psychology, Routledge, London.
M. Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta.
Muhibin, Syah. 2002. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Sarlito Wirawan Sarwono, 1978, Berkenalan Dengan Aliran –Aliran Dan Tokoh Tokoh Psikologi, Bulan Bintang, jakarta.
Sumanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Rineka Cipta, Jakarta.

[2] M. Dalyono, 1997, Psikologi Pendidikan,  Jakarta: Rineka Cipta, Hal. 7
[3] Sumanto, Wasty,  2006,  Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, hal. 18- 20.
[4] Muhibin, Syah,  2002,  Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru,  Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Hal. 14-17.
[5] Sarlito Wirawan Sarwono, 1978, Berkenalan Dengan Aliran –Aliran Dan Tokoh Tokoh Psikologi, Bulan Bintang, jakarta,  hlm. 146
[6] Mat Jarvis, 2000, Teoritical in Approaches in psychology, Routledge, London, hal. 77
[7] Faizah, H. Lalu Muchsin Efendi, 2009, Psikologi Dakwah, kencana, Jakarta, hal. 45 – 49.
[8] Achmad Mubarok, 2002, Psikologi Dakwah, Pustaka Firdaus, Jakarta, Hlm.59-60.

Dari Ruang Kelas Menuju Indonesia Berdaulat: Ketika Guru, Teknologi, dan Kecerdasan Artifisial Menjadi Mitra Pembelajaran Berkarakter

Pendahuluan Indonesia sedang memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, terutama hadirnya...