Selasa, 24 April 2012

Analisis Manajemen Dan Kelembagaan Islam



ANALISIS DIAGNOSIS ORGANISASI
Pada Organisasi Nirlaba Di Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah Surabaya
Oleh : 
Ifa Ratnasari     

Deskripsi Organisasi
1.    Lingkungan organisasional

Produk dan jasa utama organisasi yang akan kami ulas adalah yayasan mitra arofah  surabaya yang memiliki produk dan jasa pelayanan dibidang sosial keagamaan, dan dalam hal ini yayasan ini juga memiliki prodak playanan jasa yang berorientasi secara profit yakni KBIH Mitra Arofah, dan penyampaian produk dan jasa yang telah di laksanakan adalah dengan sosialisasi, selain itu juga dengan promosi di Blog serta masyarakat sekitar.
Dan yayasan mitra arofah juga memiliki visi dan misi yang bertujuan untuk mengembangkan serta mewujudkan adanya organisasi yang baik dan maju serta ideal. Dari profil tenaga kerja yang ada pada yayasan ini  dapat di ketahui  mereka terdiri dari sebagian keluarga sendiri misal dari bandahara itu merupakan putri bpk. Suwaji namun sebagian yang lain ada juga yang dari pihak luar yang mana kebanyakan memiliki jenis tenaga kerja permanen dan ada juga yang memiliki jenis tenaga kerja paruh waktu, dan level pendidikan yang yang mereka miliki rata – rata strata 1 (SI) dan sebagian juga sudah S 2. Dan jenis tenaga kerja yang ada pada yayasan mitra arofah ini adalah sebagian besar tenaga pendidik dan ada beberapa  yang merupakan bagian administrasi. Yang mana sebagian besar dari  para pegawai ini adalah merupakan sukarelawan  dan mengenai kontrak serta persyaratan khusus dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja pada organisasi mitra arofah ini belum ada.
Mengenai  teknologi yang ada pada yayasan mitra arofah ini  yang di gunakan adalah komputer dan fasilitas utama yang di gunakan di yayasan ini adalah bagunan gedungnya  karna memang bersifat sosial keagamaan, jadi semacam di gunakan untuk acara tahlilan dan pengajian umum serta rutin.
Mengenai peraturan dan perundang – undangan yang berlaku pada yayasan ini adalah sesuai dengan peraturan perundang – undangan yayasan dan tempat sosial yang sudah di wakafkan, selain itu mengenai aturan untuk akreditasi, sertifikasi dan hal – hal yang lain hal itu di sesuaikan dengan aturan negara yang sudah ada. Karena memang produk dan jasa yang telah di hasilkan organisasi ini ada yang berupa profit maupun non provit maka secara finansial yayasan ini mmendapat pemasukan dari KBIH Mitra Arofah.

2. Hubungan Organisasi

Hubungan organisasi jika dilihat dari struktur organisasi dan sistem tat kelola organisasi yayasan mitrea arofah ini  sudah menyesuaikan dengan adanya sistematika struktur organisasi yang baik di dalam menejemen, namun jika di lihat dari sistem atau pola hubungan pelaporan dari pihak ketua dan pengasuh kurang terkoordinasi dengan baik sehingga menjadikan kurang  transparean mengenai cara pelaporannya.
Kelompok pelanggan dari segmen pasar yang kita miliki  sudah sesuai dengan adanya kebutuhan akan yayasan atau lembaga kami, yang jelas harapan akan pelanggan atas perbaikan bahkan akan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas atas produk dan jasa yang kami kelola pasti kami tingkatkan demi menjaga  nama baik organisasi yang di kelola oleh yayasan  mitra arofah. Dan perbedaan persyaratan atas organisasi nirlaba dengan  adanya harapan di antara beberapa kelompok pelanggan atau disini adalah donatur  yang dimiliki pada yayasan mitra rofah ini adalah  Kurang bisa terealisasi dengan mudah, baik dan lancar, sebab harapan para donatur atau mungkin beberapa orang tertentu mengharapkan bukan hanya sekedar yayasan panti asuhan namun juga bisa di kembangkan jadi  pondok pesantren namun perbedaan pada masyarakat terdekat adalah kurang kondusifnya lingkungan sekitar yayasan yang memberikan dampak kurang pro aktif dalam merealisasikan  terwujudnya pondok pesantren di yayasan mitra arofah.
Tipe pemasok dari adanya mitra dan distributor terpenting dari organisasi yayasan mitra arofah ini adalah masyarakat secara umum dan para donatur yang senantiasa menginfakkan bahkan menjariyahkan sebagian dari harta yang mereka miliki untuk memenuhi kegiatan dan kebutuhan oprasional para anak asuh dari yayasan mitra arofah ini. Dan dengan demikian meraka berperan sebagai donatur  baik tetap maupun tidak tetap, dan peranan untuk menginovasi  organisasi yayasan mitra arofah ini adalah dengan senantiasa mengembangkan serta mewujudkan harapan atas warga masyarakat dengan adanya keberadaan yayasan mitra rofah. Dan seharusnya hubungan kemutraan akan adanya para donatur dalam hal ini seharusnya menggunakan komunikasi yang efektif dan transparan, yang pasti  harus tetap dapat menjaga kepercayaan dari para mitra.

b. Tantangan organisasional
1. Lingkungan Persaingan

Persaingan organisasi  mitra arofah terletak pada jasa pelayanan dan kenyamanan serta kepercayaan yang akan di berikan kepada masyarakat di tengah banyaknya organisasi yayasan panti asuhan serta KBIH yang semacam mitra arofah bukan hanya satu di daerah surabaya namun sangat banyak. Dan faktor utama yang menentukan keberhasilan serta kesuksesan organisasi yayasan mitra arofah ini adalah kuatnya dan banyaknya jaringan relasi serta kemitraan yang di jalin oleh yayasan. Dan dalam hal ini yang yang membatasi kemampuan organisasi  yayasan mitra arofah  adalah minimnya para pegawai dan minimnya fungsi pada tiap jabatan sehingga belum bisa memaksimalkan  pencarian donatur tetap.

2. Tantangan – Tantangan Strategis

Tantangan dan keunggulan strategis  sumber daya manusia yang ada pada yayasan mitra arofah ini adalah seluruh tenaga pengajar dan para tenaga kerja pengurus  yayasan mitra arofah ini adalah memiliki profil jenjang pendidikan SI dan S2 sehingga memiliki potensi untuk profesional.  Dan secara oprasional  keunggulan yayasan mitra arofah ini adalah memiliki  misi yang baik dan memungkinkan untuk di realisasikan  sebagai agenda program kerja dari yayasan mitra arofah, sehingga dalam hal ini bisa di jadikan strategis  dalam mempertahankan organisasi yayasan mitra arofah.

3. Sistem Peningkatan Kinerja



         Untuk meningkatkan serta memelihara keseluruhan fokus peningkatan organisasional yang di antaranya adalah evaluasi yayasan mitra arofah  adalah dengan menggunakan sistem System evaluasi yang dijalankan Yayasan Mitra Arofah selalu mengedepankan pendekatan rasa kekeluargaan dan personal artinya setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu dinilai manfaat dan mudhorotnya, dan bila terjadi kesalahan atau kurang benar dan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau prosedur yang ada, maka setiap pelaku akan selalu dinasehati dan diperhatikan dan diberi solosinya dengan pembicaraan yang sebijaksana mungkin, dan selalu kordinasi dengan pengurus yang lain bila ada persoalan yang begitu agak berat ;yang rumit untuk dipecahkah, maka disinilah peran para penasehat dan pengasuh memberikan wawasan dan argumentasi yang jelas sehinga bisa melaksanakan dengan baik dan benar

Senin, 23 April 2012

Definisi dan Ruang lingkup Organisasi Nirlaba



ORGANISASI  NIRLABA
Oleh:
Ifa Ratnasari

    Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan,organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba

     Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya  pemilik  organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi labatelah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah  pemilik organisasi.

Pajak bagi organisasi nirlaba
    Sebagai entitas atau lembaga, maka organisasi nirlaba merupakan subyek pajak. Artinya, seluruh kewajiban subyek pajak harus dilakukan tanpa terkecuali. Akan tetapi, tidak semua penghasilan yang diperoleh merupakan obyek pajak.Pemerintah Indonesia memperhatikan bahwa badan sosial bukan bergerak untuk mencari laba, sehingga  pendapatannya diklasifikasikan atas pendapatan yang obyek pajak dan bukan obyek pajak. Namun di banyak negara, organisasi nirlaba boleh melamar status sebagai bebas pajak, sehingga dengan demikian mereka akan terbebas dari pajak penghasilan dan jenis pajak lainnya
Legalitas
1.Pendiri minimal 3-5 orang
2. Disahkan di hadapan notaris, dibuatkan akta pendirian organisasi dengan menggunakan KTP masing-masingpendiri yang semuanya wajib hadir saat penandatangananya.
3.Membuat draft: visi, misi, tujuan organisasi, struktur dan lain-lain berkaitan dengan organisasi.
4.Memiliki NPWP, Syarat pembuatan NPWP adalah Foto Copy KTP Ketua LSM/organisasi, NPWP Ketua, fotocopy akta notaris, foto copy surat keterangan domosili (alamat secretariat) LSM/organisasi daridesa/kelurahan, stempel LSM/organisasi. Syarat tersebut dibawa ke kantor pajak terdekat, langsung jadi dangan gratis.
5.Tetapi kalau kegiatan itu berhubungan dengan politik atau kegiatan berskala nasional, kadangkala diperlukan legalitas yang lebih. Legalitas ini misalnya harus didaftarkan di Badan Kesatuan Kebangsaan (Bakesbang) dikabupaten/kota atau propinsi (jika mempunyai cabang di kota lain dalam propinsi).

YAYASAN
     Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-undang. DiIndonesia, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-UndangNomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Rapat paripurna DPR pada tanggal 7 September 2004 menyetujui undang-undang ini, dan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengesahkannya pada tanggal 6 Oktober 2004.
    Pendirian yayasan dilakukan dengan akta notaris dan mempunyai status badan hukum setelah akta pendirian memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atau pejabat yang ditunjuk. Permohonan pendirian yayasan dapat diajukan kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan yayasan.
Yayasan yang telah memperoleh pengesahan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Yayasan mempunyai organ yang terdiri atas Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Pengelolaan kekayaan dan pelaksanaan kegiatan yayasan dilakukan sepenuhnya oleh Pengurus. Pengurus wajib membuat laporan tahunan yang disampaikan kepada Pembina mengenai keadaan keuangan dan perkembangan kegiatan yayasan. Pengawas bertugas melakukan pengawasan serta memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan.
    Yayasan yang kekayaannya berasal dari negara, bantuan luar negeri atau pihak lain, atau memiliki kekayaan dalam jumlah yang ditentukan dalam undang-undang, kekayaannya wajib diaudit oleh akuntan publik dan laporan tahunannya wajib diumumkan dalam surat kabar berbahasa Indonesia. Perbuatan hukum penggabungan yayasan dapat dilakukan dengan menggabungkan satu atau lebih yayasan dengan yayasan lain, dan mengakibatkan yayasan yang menggabungkan diri menjadi bubar. Yayasan dapat bubar karena jangka waktu yang ditetapkan Anggaran Dasar berakhir, tujuan yang ditetapkan tercapai atau tidak tercapai, putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum.

 Cara Mendirikan Yayasan
     Pendirian suatu Yayasan berdasarkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 mengenai Yayasan, yang diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004, diatur dalam pasal 9 UU No. 16/2001, yaitu:
1. Minimal didirikan oleh satu orang atau lebih.
2. Pendiri tersebut harus memisahkan kekayaan pribadinya dengan kekayaan Yayasan. Hal ini sama seperti PT, dimana pendiri  menyetorkan  sejumlah uang kepada Yayasan, untuk kemudian uang tersebut selanjutnya menjadi Modal awal/kekayaan Yayasan.
3. Dibuat dalam bentuk akta Notaris yang kemudian di ajukan pengesahannya pada Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia, serta diumumkan dalam berita negara Republik Indonesia. Dalam prakteknya, jika seseorang ingin mendirikan suatu yayasan, maka pertama-tama orang tersebut harus memiliki calon nama. Nama tersebut kemudian di cek melalui Notaris ke Departemen Kehakiman. Karena proses pengecekan dan pengesahan yayasan masih dalam bentuk manual (berbeda dengan PT yang sudah melalui sistemelektronik), maka untuk pengecekan nama tersebut calon pendiri harus menunggu selama 1 bulan untuk mendapatkan kepastian apakah nama tersebut dapat digunakan atau tidak. Karena proses yang cukup lama tersebut, sebaiknya calon pendiri menyiapkan beberapa nama sebagai cadangan.Selama menunggu persetujuan penggunaan nama tersebut, calon pendiri dapat menyiapkan beberapa hal yang akan dicantumkan dalam akta pendirian yayasan (lihat contoh akta pendirian yayasan), yaitu: 1. Maksud dan tujuan yayasan, secara baku terdiri dari 3 unsur saja, yaitu: sosial-kemanusiaan, dan keagamaan.2. Jumlah kekayaan yang dipisahkan dari kekayaan pendirinya, yang nantinya akan digunakan sebagai modal awalyayasan.3. Membentuk Susunan Pengurus yang minimal terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara (pasal 32 ayat 2) untuk jangka waktu kepengurusan selama 5 tahun.
4. Membentuk Pengawas (minimal 1 orang), yang merupakan orang yang berbeda dengan pendiri maupun pengurus.
5. Menyiapkan program kerja Yayasan, yang ditanda-tangani oleh Ketua, sekretaris dan bendahara.  Setelah nama yang dipesan disetujui, maka pendiri harus segera menindak lanjuti pendirian Yayasan tersebut dengan menanda-tangani akta notaris. Notaris akan segera memproses pengesahan dari Yayasan tersebut dalamwaktu maksimal 1 (satu) bulan sejak persetujuan penggunaan nama dari Departemen Kehakiman. Karena apabilaproses pengesahan tidak dilakukan dalam waktu 1 bulan sejak persetujuan penggunaan nama, maka pemesanannama tersebut menjadi gugur dan nama tersebut bisa digunakan oleh yayasan lain.Untuk melengkapi legalitas suatu yayasan, maka diperlukan ijin-ijin standard yang meliputi: 
1. Surat keterangan domisili Perusahaan (SKDP) dari Kelurahan/kecamatan setempat
2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama Yayasan 
3. Ijin dari Dinas sosial (merupakan pelengkap, jika diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial) 
4. Ijin/terdaftar di Departemen Agama untuk
Yayasan yang bersifat keagamaan (jika diperlukan). Perlu dicermati bahwa pendirian yayasan pada saat ini harus di ikuti tujuan yang benar-benar bersifat sosial. Karena sejak berlakunya Undang-Undang No. 16/2001, maka yayasan tidak bisa digunakan sebagai sarana kegiatan yang bersifat komersial dan harus murni bersifat sosial.

Perkumpulan
a. Pengertian Perkumpulan Perkumpulan dalam arti luas yaitu meliputi suatu persekutuan, koperasi dan perkumpulan saling menanggung.Perkumpulan dalam pengertian ini terbagi atas 2 (dua) macam, yaitu :1) Perkumpulan yang berbentuk Badan Hukum, seperti Perseroan Terbatas, Koperasi dan Perkumpulan SalingMenanggung.2) Perkumpulan yang tidak berbentuk Badan Hukum, seperti Persekutuan Perdata, Perseroan Komanditer dan Firma.b. Ciri dan Sifat Perkumpulan1) Bersifat dan bertujuan komersial.2) Mementingkan keuntungan (profit oriented).3) Mempunyai anggota .c. Status Hukum Perkumpulan Perkumpulan yang berbentuk Badan Hukum, dimana dipandang sebagai subyek hukum dapat melakukan perbuatan hukum, menyandang hak dan kewajiban, serta dapat digugat maupun menggugat di Pengadilan.d. Hak dan Kewajiban Hak dan kewajiban yang dimiliki oleh Perkumpulan yang berbentuk Badan Hukum adalah sebagai berikut :1) Perkumpulan berhak untuk mengajukan gugatan. 2) Perkumpulan wajib mendaftarkan perkumpulan tersebut pada instansi yang berwenang untuk mendapatkan status Badan Hukum

Persyaratan :
§ Syarat substansial:
 - Didirikan oleh beberapa orang.- Mempunyai anggota.
- Kekayaan awal dipisahkan dari kekayaan pendiri.- Kekayaan awal tidak ditentukan.
§ Syarat formal :
 - Salinan akta Notaris bermeterai 1 eksemplar.- Foto copy Surat Keterangan Domisili Perkumpulan dari Lurah/Kepala Desa.- NPWP atas nama Perkumpulan.- Bukti pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)- Bukti pembayaran pengumuman dalam Tambahan Berita Negara dari Percetakan Negara Republik Indonesia.
Prosedur:
 Permohonan pengesahan pendirian Perkumpulan diajukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia c. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

ORMAS
Organisasi massa atau disingkat ormas adalah suatu istilah yang digunakan di Indonesia untuk bentuk organisasi berbasis massa yang tidak bertujuan politis. Bentuk organisasi ini digunakan sebagai lawan dari istilah partai politik.Ormas dapat dibentuk berdasarkan beberapa kesamaan atau tujuan, misalnya: agama, pendidikan, sosial. Organisasi masyarakat dengan dasar UU R.I Nomor 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan Definisi organisasi kemasyarakatan ditetapkan dalam Pasal 1: Yang dimaksud dengan Organisasi Kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat Warganegara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Asas Ormas ditetapkan kembali dalam Pasal 2: Organisasi Kemasyarakatan berasaskan Pancasila sebagai satu-satunya asas (asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara). Didalam penjelasan Undang-undang ini menetapkan bahwa penetapan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi Organisasi Kemasyarakatan tidaklah berarti Pancasila akan menggantikan agama, dan agama tidak mungkin di-Pancasilakan; antara keduanya tidak ada pertentangan nilai Tujuan Ormas sesuai kekhususannya diatur dalam Pasal 3: Kekhususan Ormas seperti yang ada saat ini, missal dalam bidang lingkungan hidup (Walhi, Kalhi, dll), hukum (BinaKesadaran Hukum Indonesia, Rifka Annisa, LBH Apik), Agama (FPUB, Institut Dialog Antar Iman Di Indonesia),Budaya, Kesehatan, dll. Dijelaskan bahwa Organisasi Kemasyarakatan dapat mempunyai satu atau lebih dari satu sifat kekhususan sebagaimana dimaksud dalam pasal ini, yaitu kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Salah satu fungsi berdasar Pasal 5 adalah: sarana penyalur aspirasi anggota, dan sebagai sarana komunikasi sosial timbal balik antar anggota dan/atau antar Organisasi Kemasyarakatan, dan antara Organisasi Kemasyarakatan dengan organisasi kekuatan sosial politik, Badan Permusyawaratan/Perwakilan Rakyat, dan Pemerintah. Harus memiliki AD/ART sesuai Pasal 7.

Legalitas
1. Pendiri minimal 3-5 orang (tergantung notaris)
2. Disahkan di hadapan notaries, dibuatkan akta pendirian organisasi dengan menggunakan KTP masing-masing pendiri yang semuanya wajib hadir saat penandatangananya
3. Membuat draft: visi, misi, tujuan organisasi, struktur dan lain-lain berkaitan dengan organisasi
4. Memiliki NPWP, Syarat pembuatan NPWP adalah Foto Copy KTP Ketua LSM/organisasi, NPWP Ketua, fotocopy akta notaris, foto copy surat keterangan domosili (alamat secretariat) LSM/organisasi dari desa/kelurahan, stempel LSM/organisasi. Syarat tersebut dibawa ke kantor pajak terdekat, langsung jadi dangan gratis.
5.Tetapi kalau kegiatan itu berhubungan dengan politik atau kegiatan berskala nasional, kadangkala diperlukan legalitas yang lebih. Legalitas ini misalnya harus didaftarkan di Badan Kesatuan Kebangsaan (Bakesbang) dikabupaten/kota atau propinsi (jika mempunyai cabang di kota lain dalam propinsi).

STRATEGI PROMOSI CERDAS BAHKAN TANPA BIAYA SEDIKITPUN


Ikuti Langkah Promosi Ini!!!!!!!


        Di dalam Organisasi Nirlaba perlu ada yang namanya promosi dan dalam hal ini ada 18 strategi promosi cerdas, bahkan nyaris tanpa biaya sedikitpun yakni di antaranya adalah:

1. Menyusun daftar rencana promosi

Pertama, susunlah rencana promosi untuk menarik konsumen,  mulai dari tujuan promosi, target pasar,  nilai lebih produk yang akan ditawarkan, besaran anggaran dana yang digunakan, serta buatlah daftar kegiatan promosi untuk mengenalkan produk Anda kepada konsumen.

2. Tentukan konsep promosi sebelum memulai usaha

Sebelum memulai usaha, cari tahu mengenai besarnya minat konsumen untuk menggunakan atau membeli produk Anda. Selanjutnya tentukan konsep promosi yang diinginkan, bila perlu tambahkan logo atau slogan khusus pada produk agar konsumen ingat dengan produk maupun bisnis Anda.

3. Pilih sasaran pasar yang tepat

Jika anggaran terbatas, sebaiknya fokuskan target pasar produk Anda kepada suatu komunitas atau kelompok tertentu yang memiliki kebutuhan sesuai dengan produk Anda. Bila produk Anda sudah tersebar dan dikenal masyarakat, Anda dapat memperluas sasaran pasar.

4. Fokus kepada pelanggan

Bantu konsumen untuk menyelesaikan masalah mereka, jadi yakinkan pelanggan dengan memberikan informasi bagaimana produk Anda bermanfaat untuk mereka.

5. Penuhi permintaan pelanggan

Konsumen merupakan orang yang paling tahu kebutuhan apa yang mereka inginkan, oleh karena itu dengarkan permintaan mereka dan penuhi dengan menciptakan produk yang diinginkan konsumen. Agar produk yang Anda ciptakan sesuai dengan permintaan konsumen saat ini.

6. Berikan informasi gratis

Berikan informasi gratis yang berhubungan dengan produk Anda, misalnya dengan memberikan brosur, surat, atau menyajikan website yang memberikan informasi gratis dengan berita up to date, bila perlu kirimkan sms untuk menginformasikan promosi terbaru dari produk Anda.

7. Gunakanan online marketing

Promosi bisa dilakukan dengan mengirimkan email kepada para pelanggan sebagai bentuk  berkomunikasi. Bisa juga dengan membuat grup melalui facebook atau twitter, sehingga konsumen mengetahui informasi produk Anda melalui internet, yang dapat menjangkau konsumen lokal maupun internasional.

8. Manfaatkan relasi media

Usahakan agar bisnis Anda dimuat dimedia massa atau elektronik, sehingga informasi bisnis tersebut dapat tersebar luas dengan gratis. Terutama bagi usaha kecil menengah, banyak media yang ingin meliputnya. Perluas jaringan Anda dengan mencari relasi media yang bisa diajak kerjasama untuk mempromosikan bisnis Anda.

9. Masuklah ke dalam komunitas

Media komunitas menjadi pilihan tepat bagi usaha kecil dan menengah yang memiliki dana terbatas, untuk mempromosikan produknya. Jika Anda menjual pada komunitas yang sering Anda ikuti, maka tidak diperlukan lagi biaya iklan.

10. Memasang papan iklan

Papan iklan di lokasi strategis, merupakan alat promosi yang bagus. Karena mudah dilihat dan dibaca orang yang melewati lokasi tersebut.

11. Lakukan hal kecil yang berdampak besar

Hal kecil seperti memberi senyuman, salam, kamar mandi yang bersih, mengangkat telepon pada dering ketiga, kartu nama yang menarik, serta kebersihan lokasi usaha Anda ternyata mempengaruhi image konsumen terhadap bisnis dan produk yang Anda tawarkan.

12. Berikan hadiah untuk konsumen

Tidak perlu hadiah mahal, hadiah seperti pengiriman gratis, atau softdrink gratis, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen yang menggunakan produk Anda. Sehingga mereka tidak segan untuk kembali menggunakan produk Anda.

13. Gunakan strategi word of mouth

Promosi paling efektif adalah pemasaran melalui mulut ke mulut. Dengan memberikan informasi yang mengena pada konsumen, mereka akan meneruskan informasi tersebut kepada orang lain. Sehingga informasi produk Anda tersebar di kalangan masyarakat.

14. Hindari meniru produk ternama

Hindari pengunaan strategi promosi yang sudah sering digunakan untuk produk lainnya. Usahakan cari strategi yang belum pernah digunakan dan memicu rasa penasaran konsumen untuk membeli produk tersebut.

15. Jangan menganggap pesaing sebagai musuh

Selain memberikan dampak negatif, bersaing dengan competitor hanya akan menghabiskan banyak biaya dan hanya akan menjadi persaingan harga . Sehingga konsumen akan berpindah ke produk lain yang harganya stabil.

16. Promosi silang (Cross-promote)

Masukan promosi produk terbaru Anda yang siap dilaunching, pada setiap kegiatan promosi yang Anda lakukan. Sehingga dalam satu kali kegiatan promosi, bisa menginformasikan produk yang Anda miliki semaksimal mungkin.

17. Iklan alternatif akhir

Iklan bukan strategi pokok dalam pemasaran, karena biasanya memakan banyak biaya. Bila dana terbatas, usahakan untuk memilih tempat iklan yang tepat pada sasaran Anda. Agar biaya yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.

18. Menunggu hasil

Yang terakhir sabar menunggu hasil, karena penjualan merupakan kegiatan yang berkelanjutan. Jadi tidak bisa langsung memberikan hasil saat promosi berlangsung, hasilnya baru terlihat setelah promosi selesai. Beri waktu bagi konsumen untuk menilai produk Anda, dan biarkan waktu yang bekerja untuk menjualkan produk Anda.18 strategi promosi cerdas, bahkan nyaris tanpa biaya sedikitpun.


Minggu, 22 April 2012

Kanker Payudara



Wahai Wanita Waspadalah dgn Kesehatan anda!!!!!!!!!!!
Oleh :
Ifa Ratnasari


     Bagi wanita berhati - hatilah dalam menjaga kesehatan diri terutama bagi seorang wanita terutama kesehatan payudara, karena sangat memungkinkan bagi seorang wanita terkena kanker payudara. dimana Kanker payudara adalah merupakan salah satu penyakit mematikan dan  momok menakutkan kaum wanita. Memang sulit membedakan apakah Anda mengidap kanker payudara atau tidak. Sebelum memutuskan untuk memeriksakan ke dokter, ada baiknya Anda deteksi sendiri.

Tidak sulit untuk mendeteksi penyakit mematikan tersebut. Anda harus rutin mendeteksi kanker payudara setiap bulannya sendiri. Waktu terbaik yang disarankan dokter untuk mendeteksi sendiri kanker payudara adalah setelah haid, yaitu ketika payudara biasanya masih lunak sehingga kalau ada benjolan akan mudah lebih terdeteksi.

Bila Anda merasakan ada benjolan, baik sakit maupun tidak saat diraba, langsung periksakan ke dokter. Berikut 7 Cara mendeteksi kanker payudara sendiri :

1. Berdiri didepan cermin untuk memperhatikan apakah ada perubahan pada bentuk payudara Anda.

2. Angkat kedua lengan keatas agar bentuk payudara jelas terlihat, dan terlebih kalau ada benjolan juga akan lebih mudah terdeteksi.

3. Berbaring dengan meletakkan bantal dipunggung sebagai peyangga agar bentuk payudara lebih rata dan lebih muda diraba.

4. Gunakan tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan lengan kiri teregang keatas. Sedangkan untuk payudara kanan, gunakan tangan kiri dengan lengan kanan terangkat keatas.

5. Gunakan telapak jari telunjuk, tengah dan manis untuk meraba perlahan mulai dari daerah sekitar payudara.

6. Ketika tangan mendekati area puting, raba lebih keras untuk mengetahui lebih sesakma ada tidaknya benjolan.

7. Perhatikan juga apakah ada cairan yang keluar dari puting susu Anda berupa cairan bening, darah atau susu terlebih bila sedang tidak menyusui. Jika tanda-tanda itu ada pada payudara Anda, segeralah periksakan ke dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

sumber: rara-cantique.blogspot.com

Wacana Tentang Organisasi Nirlaba dan Organisasi Laba



DEFINISI ORGANISASI NIRLABA dan RUANG LINGKUPNYA
Oleh :
Ifa Ratnasari


       Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba

     Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.

CIRI-CIRI ORGANISASI NIRLABA
1.   Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapakan pembayaran kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
2.   Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
3.   Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas.

Konsep Dasar Pemikiran Akuntansi Organisasi Nirlaba
      Di Amerika Serikat (AS), Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menyusun tandar untuk laporan keuangan yang ditujukan bagi para pemilik entitas atau pemegang saham, kreditor dan pihak lain yang tidak secara aktif terlibat dalam manajemen entitas bersangkutan, namun mempunyai kepentingan. FASB juga berwenang untuk menyusun standar akuntansi bagi entitas nirlaba nonpemerintah, sementara US Government Accountingg Standard Board (GASB) menyusun standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk pemerintah pusat dan federal AS.
Di Indonesia, Departemen Keuangan RI membentuk Komite Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Organisasi penyusun standar untuk pemerintah itu dibangun terpisah dari FASB di AS atau Komite Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia di Indonesia karena karateristik entitasnya berbeda. Entitas pemerintah tidak mempunyai pemegang saham atau semacamnya, memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa mengharapkan laba, dan mampu memaksa pembayar pajak untuk mendukung keuangan pemerintah tanpa peduli bahwa imbalan bagi pembayar pajak tersebut memadai atau tidak memadai.
International Federation og Accountant (IFAC) membentuk IFAC Public Sector Committee (PSC) yang bertugas menyusun International Public Sector Accounting Standartd (IPSAS). Istilah Public Sector di sini berarti pemerintah nasional, pemerintah regional (misalnya Negara bagian, daerah otonom, provinsi, daerah istimewa), pemerintah local (misalnya kota mandiri), dan entitas pemerintah terkait (misalnya perusahaan Negara, komisi khusus). Dengan demikian PSC tidak menyusun standar akuntansi sector public nonpemerintah

Kamis, 19 April 2012

Cara Mendeteksi Kanker serviks


     Kesehatan Wanita Masa Kini
Oleh : 
Ifa Ratnasari

    Cara mendeteksi Kanker serviks adalah dengan melihat Gejala seseorang  yang terinfeksi HPV, yang sesungguhnya memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai cara mendeteksi kanker serviks secara dini seperti berikut:

1. Deteksi Kanker Serviks dengan Metode Pap smear
Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.

2. Deteksi Kanker Serviks dengan Metode IVA
IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.

3. Deteksi Kanker Serviks dengan Metode Thin prep
Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.

4. Deteksi Kanker Serviks dengan Metode Kolposkopi
Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Rabu, 18 April 2012

Sejarah Peradaban Islam



Ringkasan Sejarah Peradaban Islam

A. PERADABAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW.

  Di antara peristiwa yang sangat menentukan bagi penyebaran Islam saat Rosulullah SAW memimpin langsung dakwah adalah tersebarnya Ukhuwwah dan Mahabbah diantara kaum muslimin, yang sebelum Islam dating mereka terpecah belah dalam kelompok-kelompok suku. Lebih jelas lagi Rosulullah SAW mempersaudarakan 10 dari kaum Muhajirin dengan 10 dari kaum Anshor.[1]
Selain itu juga, untuk menghindari penyiksaan dari kaum kafir terhadap umat Islam, Rosulullah telah mampu mengajak mere untuk mengadakan perjanjian-perjanjian antara Islam dan kafir. Perjanjian yang terkenal pada masa itu adalah Deklarasi Madinah pada tahun 2 H (623 M).[2]

B. PERADABAN ISLAM PADA MASA KHULAFA AR-ROSYIDIN

a. Kholifah Abu Bakar As-Shiddiq
Ia memerintah selama 2 tahun 3 bulan, tetapi meskipun memerintah sesingkat itu, banyak jasa dan peninggalannya, seperti :
1. Perbaikan Sosial ; menciptakan stabilitas wilayah Islam, mengamankan tanah Arab dari gangguan orang murtad, memerangi orang yang tidak mau membayar zakat dan memberantas nabi palsu.
2. Pengumpulan Ayat Al-qru’an ; ia menyuruh Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkannya dalam satu mushaf, kemudian disimpan oleh Abu Bakar.
3. Perluasan Wilayah Islam ; wilayah Islam pada masanya meliputi : Irak, Persia dan Syam (Syiria).[3]
b. Kholifah Umar bin Khotthob
Hasil peradaban pada saat beliau memerintah diantaranya ialah :
1. Perluasan wilayah Islam hingga ke Syam, Palestina dan Mesir.
2.Pembagian daerah pemerintahan kepada beberapa wilayah/propinsi. Masing-masing propinsi dipimpin oleh seorang gubernur.
3. Pembentukan dewa pemerintahan, seperti : Baitul Mal (Perbendaharaan Negara), Dewan Tentara, Kehakiman Islam, Penetapan tahun Hijriah, pembangunan masjid dan pembuatan undang-undang yang mengatur urusan pasar (Husbah).[4]
c. Kholifah Utsman bin Affan
Adapun peradaban yang dihasilkan pada masa-masa beliau menjadi kholifah adalah sebagai berikut ;
1. Pembukuan Al-qur’an menjadi beberapa buah, kemudian dikirimkan ke Mesir, Syiria, Basrah dan Kufah. Dan satu lagi disimpan sendiri oleh Kholifah Usman yang kemudian dikenal dengan Mushaf Usmani.
2. Pembangunan gedung pengadilan yang pada masa sebelumnya masih dilaksanakan di masjid.
3. Pembentukan armada perang.[5]
d. Kholifah Ali bin Abi Tholib
Diantara hal-hal yang dilakukan beliau semasa memerintah adalah :
Penggantian gubernur yang tidak cakap.
Penarikan kembali tanah negara yang dibagikan semasa Kholifah Usman.
Mengamankan kerusuhan-kerusuhan.[6]

C. PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH BANI UMAYYAH

   Di masa Bani Umayyah ini, kebudayaan mengalami perkembangan dari pada masa sebelumnya. Di antara kebudayaan Islam yang mengalami perkembangan pada masa ini adalah seni sastra, seni rupa, seni suara, seni bangunan, seni ukir, dan sebaginya.
Pada masa ini telah banyak bangunan hasil rekayasa umat Islam dengan mengambil pola Romawi, Persia dan Arab. Contohnya adalah bangunan masjid Damaskus yang dibangun pada masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik, dan juga masjid Agung Cordova yang terbuat dari batu pualam.[7]
Seni sastra berkembang dengan pesatnya, hingga mampu menerobos ke dalam jiwa manusia dan berkedudukan tinggi di dalam masyarakat dan negara. Sehingga syair yang muncul senantiasa sering menonjol dari sastranya, disamping isinya yang bermutu tinggi.
Perkembangan seni ukir yang paling menonjol adalah penggunaan khot Arab sebagai motif ukiran atau pahatan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya dinding masjid dan tembok-tembok istana yang diukur dengan khat Arab. Salah satunya yang masih tertinggal adalah ukiran dinding Qushair Amrah (Istana Mungil Amrah), istana musim panas di daerah pegunungan yang terletak lebih kurang 50 mil sebelah Timur Amman.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, perkembangan tidak hanya meliputi ilmu pengetahuan agama saja, tetapi juga ilmu pengetahuan umum, seperti ilmu kedokteran, filsafat, astronomi, ilmu pasti, ilmu bumi, sejarah, dan lain-lain.[8]
Pada ini juga, politik telah mengaami kamajuan dan perubahan, sehingga lebih teratur dibandingkan dengan masa sebelumnya, terutama dalam hal Khilafah (kepemimpinan), dibentuknya Al-Kitabah (Sekretariat Negara), Al-Hijabah (Ajudan), Organisasi Keuangan, Organisasi Keahakiman dan Organisasi Tata Usaha Negara.[9]
Kekuatan militer pada masa Bani Umayyah jauh lebh berkembang dari masa sebelumnya, sebab diberlakukan Undang-Undang Wajib Militer (Nizhamut Tajnidil Ijbary). Sedangkan pada masa sebelumnya, yakni masa Khulafaurrasyidin, tentara adalah merupakan pasukan sukarela. Politik ketentaraan Bani Umayyah adalah politik Arab, dimana tentara harus dari orang Arab sendiri atau dari unsure Arab.
Dalam bidang social budaya, kholifah pada masa Bani Umayyah juga telah banyak memberikan kontribusi yang cukup besar. Yakni, dengan dibangunnya rumah sakit (mustasyfayat) di setiap kota yang pertama oleh Kholifah Walid bin Abdul Malik. Saat itu juga dibangun rumah singgah bagi anak-anak yatim piatu yang ditinggal oleh orang tua mereka akibat perang. Bahkan orang tua yang sudah tidak mampu pun dipelihara di rumah-rumah tersebut. Sehingga usaha-usaha tersebut menimbulkan simpati yang cukup tinggi dari kalangan non-Islam, yang pada akhirnya mereka berbondong-bondong memeluk Islam.[10]

D. PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH BANI ABBASIYAH

  Masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada zaman ini, umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis terhadap ilmu pengetahuan, yaitu melalui upaya penterjemahan karya-karya terdahulu dan juga melakukan riset tersendiri yang dilakukan oleh para ahli. Kebangkitan ilmiyah pada zaman ini terbagi di dalam tiga lapangan, yaitu : kegiatan menyusun buku-buku ilmiah, mengatur ilmu-ilmu Islam dan penerjemahan dari bahasa asing.[11]
Setelah tercapai kemenangan di medan perang, tokoh-tokoh tentara membukakan jalan kepada anggota-anggota pemerintahan, keuangan, undang-undang dan berbagai ilmu pengetahuan untuk bergiat di lapangan masing-masing. Dengan demikian muncullah pada zaman itu sekelompok penyair-penyair handalan, filosof-filosof, ahli-ahli sejarah, ahli-ahli ilmu hisab, tokoh-tokoh agama dan pujangga-pujangga yang memperkaya perbendaharaan bahasa Arab. [12]
Adapun bentuk-bentuk peradaban Islam pada masa daulah Bani Abbasiyah adalah sebagai berikut :
a. Kota-Kota Pusat Peradaban
Di antara kota pusat peradaban pada masa dinasti Abbasiyah adalah Baghdad dan Samarra. Bangdad merupakan ibu kota negara kerajaan Abbasiyah yang didirikan Kholifah Abu Ja’far Al-Mansur (754-775 M) pada tahun 762 M. Sejak awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan. Ke kota inilah para ahli ilmu pengetahuan datang beramai-ramai untuk belajar. Sedangkan kota Samarra terletak di sebelah timur sungai Tigris, yang berjarak + 60 km dari kota Baghdad. Di dalamnya terdapat 17 istana mungil yang menjadi contoh seni bangunan Islam di kota-kota lain.[13]
b. Bidang Pemerintahan
Dalam pembagian wilayah (propinsi), pemerintahan Bani Abbasiyah menamakannya dengan Imaraat, gubernurnya bergelar Amir/ Hakim. Imaraat saat itu ada tiga macam, yaitu ; Imaraat Al-Istikhfa, Al-Amaarah Al-Khassah dan Imaarat Al-Istilau. Kepada wilayah/imaraat ini diberi hak-hak otonomi terbatas, sedangkan desa/ al-Qura dengan kepala desanya as-Syaikh al-Qoryah diberi otonomi penuh.
Selain hal tersebut di atas, dinasti Abbasiyah juga telah membentuk angkatan perang yang kuat di bawah panglima, sehingga kholifah tidak turun langsung dalam menangani tentara. Kholifah juga membentuk Baitul Mal/ Departemen Keuangan untuk mengatur keuangan negara khususnya. Di samping itu juga kholifah membentuk badan peradilan, guna membantu kholifah dalam urusan hukum.[14]
c. Bangunan Tempat Pendidikan dan Peribadatan
Di antara bentuk bangunan yang dijadikan sebagai lembaga pendidikan adalah madrasah. Madrasah yang terkenal saat itu adalah Madrasah Nizamiyah, yang didirikan di Baghdad, Isfahan, Nisabur, Basrah, Tabaristan, Hara dan Musol oleh Nizam al-Mulk seorang perdana menteri pada tahun 456 – 486 H. selain madrasah, terdapat juga Kuttab, sebagai lembaga pendidikan dasar dan menengah, Majlis Muhadhoroh sebagai tempat pertemuan dan diskusi para ilmuan, serta Darul Hikmah sebagai perpustakaan.
Di samping itu, terdapat juga bangunan berupa tempat-tempat peribadatan, seperti masjid. Masjid saat itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah sholat, tetapi juga sebagai tempat pendidikan tingkat tinggi dan takhassus. Di antara masjid-masjid tersebut adalah masjid Cordova, Ibnu Toulun, Al-Azhar dan lain sebagainya.[15]
d. Bidang Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan pada masa Daulah Bani Abbasiyah terdiri dari ilmu naqli dan ilmu ‘aqli. Ilmu naqli terdiri dari Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits Ilmu Fiqih, Ilmu Kalam, Ilmu Tasawwuf dan Ilmu Bahasa. Adapaun ilmu ‘aqli seperti : Ilmu Kedokteran, Ilmu Perbintangan, Ilmu Kimia, Ilmu Pasti, Logika, Filsafat dan Geografi.[16]

E. PERADABAN ISLAM DI ANDALUSIA (SPANYOL)

  Dalam sejarah peradaban dunia dikenal istilah budaya Andalusia, yaitu budaya yang terbentuk oleh kelompok komunitas dengan berbagai latar belakang etnik. Yakni ; etnik Arab, Al-Muwalladun (orang Spanyol yang masuk Islam), Barbar (umat Islam berasal dari Afrika), Al-shaqabilah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria), Yahudi, Kristen, dan Kristen Muzareb. Semua komunitas di atas (kecuali Kristen) memberikan andil untuk tumbuh dan berkembangnya lingkungan budaya Andalusia. [17]
Andalusia pada masa kejayaannya adalah pusat belajar filsafat, kedokteran dan ilmu alam. Bangunan megah peninggalan Islam yang terkenal sampai saat ini di Spanyol adalah Istana Al-Hamra, Masjid Cordova, Istana Putri Az-Zahra, Menara La Giralda. [18]
F. PERADABAN ISLAM DI MESIR
Sejak Mesir jatuh ke tangan umat Islam pada tahun 21 H / 642 M, maka negeri itu merupakan negeri Islam. Gubernur yang pertama adalah Amr bin ‘Ash pada masa Kholifah Umar bin Khotthob. Ketika Abbasiyah berkuasa, Mesir silih berganti oleh penguasa independent. Akan tetapi sejak dikuasai dinasti thulun + 100 tahun lamanya (868 – 968 M), kemudian dinasti Fathimiyah (968 – 1171 M) lalu oleh kekuasaan Ayyubiyah, Mamluk dan Kerajaan Turki Usmani, peradaban Islam di Mesir mengalami perkembangan dan kemajuan.
Di antara hasil dari perkembangan peradaban Islam di Mesir adalah :
a. Masjid Amr bin ‘Ash dan Masjid ibnu Thulun
Didirikan oleh Amr bin ‘Ash pada tahun 624 M di kota Fustat, yang juga didirikan oleh gubernur tersebut. Yang menjadi keistimewaaan dari masjid ini adalah dibuatnya masquroh (dinding rendah yang membatasi imam dan ma’mum), menara untuk muadzin, mihrob (dinding tempat imam memimpin sholat), liwanat (bangunan atas yang menutupi bagian atas yang berguna untuk berteduh).
Didirikan oleh Sultan Ahmad ibn Thulun pada tahun 876 M di Kairo. Beda dengan masjid Amr ibn ‘Ash, masjid ini lebih menarik adalah hiasan kaligrafi Al-Qur’an pada balok, yang diambil dari pegunungan di Armenia. Pilar-pilarnya menyerupai pilar seni Ghotic, bentuknya yang pejal dan berat.[19]
b. Seni Arsitektur
Mesir adalah salah satu gudang bangunan monumental dunia. Peninggalan Mesir Kuno, seperti piramida memiliki teknik serta nilai seni tinggi. Peradaban Islam Mesir masa silam juga meninggalkan berbagai bangunan istana, sarana pendidikan, dan masjid yang bernilai tinggi, misalnya al-Qasr al-Garb (Istana Barat), al-Qasr asy-Syarq (Istana Timur), pintu gerbang Bab an-Nasr (Pintu Kemenangan), Bab al-Fath (Pintu Pembukaan), Universitas Al-Azhar, Masjid Maqis, Masjid Rasyidah, Masjid Aqmar, dan Masjid Shaleh.[20]
G. PERADABAN ISLAM DI INDIA (KERAJAAN MUGHAL)
Kemajuan budaya Islam di berbagai bidang di India mencapai kesuksesannya pada masa Kesultanan Mogul. Mogul berhasil menegakkan budaya Islam di wilayah yang menganut budaya Hindu sejak abad ke-5 SM. Di bidang futuhat, Mogul berhasil menguasai kawasan yang sangat luas. Ketika itu, umat Islam di Kesultanan Mogul telah melakukan perdagangan antar benua serta mengekspor kain, nila rempah, opium, gula, garam, bubuk sodium, wol dan parfum ke Eropa.
Mogul juga mencapai kemajuan pesat dalam bidang pendidikan dan ilmu. Selain ilmu agama, di madrasah juga diajarkan pula ilmu logika, filsafat, geometri, geografi, sejarah, politik dan matematika. Mogul mengembangkan system pendidikan modern, yakni kurikulum Davis-inizami, yang mensintesiskan antara sufisme India dan ajaran ulama Islam.
Di bidang arsitektur, prestasi Mogul tampak pada bangunan Indah, misalnya Benteng Merah, Masjid Jama, Istana New Delhi serta Lahore dan mausoleum yang sangat mengagumkan, seperti Taj Mahal di Agra.[21]

H. PERADABAN ISLAM DI TURKI (KERAJAAN TURKI USMANI)

Sebagai bangsa militer, Usmani lebih banyak menfokuskan pada kegiatan kemiliteran. Sementara di bidang ilmu pengetahuan, mekereka kurang menonjol. Karena itu, dalam khazanah intelektual Islam, hampir tidak ditemukan ilmuwan-ilmuwan terkemuka dari dinasti ini.
Namun dalam mengembangkan seni arsitektur Islam, dinasti ini cukup berjasa. Mereka banyak membangun masjid yang dihiasi dengan kaligrafi indah dan bangunan-bangunan khas lainnya.[22]
I. PERADABAN ISLAM DI PERSIA (SAFAWI)
1. Ekonomi
Setelah kepulauan Hurmuz dan pelabuhan Gumrun yang diganti namanya dengan Bandar Abbas dikuasai Safawi, maka terbukalah jalur perdagangan antara laut Timur dan Barat. Di samping sector perdagangan, Kerajaan Safawi juga mengalami kemajuan di sector pertanian, terutama di daerah Bulan Sabit Subur (Fertile Crescent).
2. Pembangunan Fisik dan Seni
Kerajaan Safawi berhasil menjadikan Isfahan sebagai ibukota kerajaan dan sekaligus menjadi kota yang sangat indah. Di kota ini tersebut berdiri bangunan-bangunan besar dan indah seperti masjid, rumah sakit, sekolah, jembatan raksasa di atas sungai Zandaruda dan Istana Chihil Sutun. Kemajuan arsitektur nampak pada bangunan Masjid Syekh Luthfi yang dibangun pada tahun 1603 M. Seni lukis mulai dirintis sejak zaman Raja Ismail I pada tahun 1522 M.[23]

DAFTAR PUSTAKA

A. Syalabi, Prof. Dr, Sejarah dan Kebudayaan Islam Jilid 3, Al-Husna Zikra, Jakarta, 2000
Murodi, Drs, Sejarah Kebudayaan Islam MA 3, Karya Toha Putra, Semarang, 2003
Chatibul Umam, Prof, Dr. Abidin Nawawi, Drs, Sejarah Kebudayaan Islam MTs 1, Menara Kudus, Semarang, 1995
Chatibul Umam, Prof, Dr. Abidin Nawawi, Drs, Sejarah Kebudayaan Islam MTs 2, Menara Kudus, Semarang, 1995
Chatibul Umam, Prof, Dr. Abidin Nawawi, Drs, Sejarah Kebudayaan Islam MTs 3, Menara Kudus, Semarang, 1995
____________, Sejarah Kebudayaan Islam MTs, Departemen Agama Republik Indonesia, Jakarta, 1999
_______________, Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar Jilid 3, Ichtiar Baru Van Hoeve, Hal 17. 2004
_______________, Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar Jilid 4, Ichtiar Baru Van Hoeve, Hal 17. 2004
______________, Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar Jilid 63, Ichtiar Baru Van Hoeve, Hal 17. 2004
[1] Chatibul Umam, Abidin Nawawi, Sejarah Kebudayaan Islam MTs 1, Karya Toha Putra, Hal 65
[2] I b i d, hal 63.
[3] I b i d, hal 126.
[4] I b i d, hal 138.
[5] I b i d, hal 149.
[6] I b i d, hal 160.
[7] Chatibul Umam, Abidin Nawawi, Sejarah Kebudayaan Islam MTs 2, Karya Toha Putra, Hal 43
[8] I b i d, hal 44
[9] Chatibul Umam, Abidin Nawawi, Sejarah Kebudayaan Islam MTs 2, Karya Toha Putra, Hal 39
[10] I b i d, hal 44
[11] Murodi, Drs, MA, Sejarah Kebudayaan Islam MA, Karya Toha Putra, Hal 58
[12] Syalabi, Prof, Dr, Sejarah dan Kebudayaan Islam 3, Alhusna Zikra, Hal 186
[13] Murodi, Drs, MA, Sejarah Kebudayaan Islam MA, Karya Toha Putra, Hal 58
[14] Chatibul Umam, Abidin Nawawi, Sejarah Kebudayaan Islam MTs, Karya Toha Putra, Hal 82
[15] Murodi, Drs, MA, Sejarah Kebudayaan Islam MA, Karya Toha Putra, Hal 59
[16] Chatibul Umam, Abidin Nawawi, Sejarah Kebudayaan Islam MTs, Karya Toha Putra, Hal 96
[17] Departemen Agama RI, Sejarah Kebudayaan Islam 3B, Hal 9.
[18] I b i d. Hal 18.
[19] Muroadi, Drs, MA, Sejarah Kebudayaan Islam MA, Karya Toha Putra, Hal 79.
[20] Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar Jilid 4, Ichtiar Baru Van Hoeve, Hal 55.
[21] Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar Jilid 3, Ichtiar Baru Van Hoeve, Hal 17.
[22] Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar Jilid 6, Ichtiar Baru Van Hoeve, Hal 40.
[23] Departemen Agama RI, Sejarah Kebudayaan Islam 3A, Hal 16.

Analisis



LAPORAN HASIL WAWANCARA
DI YAYASAN PANTI ASUHAN MITRA AROFAH
Oleh:
Ifa Ratnasari

A. Tujuan Wawancara
Tujuan wawancara yang dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Mitra  Arofah  Yatim ini adalah untuk mengetahui:
1.      Latarbelakang serta profil dari Yayasan Panti Asuhan  Mitra Arofah
2.      Bagaimana stuktur organisasi di Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah
3.      Pendanaan di Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah
4.      Kegiatan apa saja yang dilakukan anak didik di Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah
B. Tempat dan Waktu Wawancara
Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah  di Ds. Wonocolo  – Jemur Wonosari – Surabaya, Telepon 031.8418957. Yayasan ini berdiri dibawah naungan Muhammadiyah.
 Metode yang digunakan adalah metode wawancara untuk menggali informasi kepada narasumber yang terkait. Wawancara dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah  pada Kamis, 08 Maret 2012, selain itu juga dengan pengambilan informasi melalui blog yayasan mitra arofah.
C. Hasil Wawancara
Untuk menggambarkan secara jelas hal apa saja yang didapat di  Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah , diperlukan beberapa data yang dapat diungkapkan dalam hasil wawancara berikut:
a)   Profil  Yayasan Panti Asuhan Mitra Arofah
Sebagaimana dimaklumi yayasan ini sekarang ini, masih belum banyak kegiatan yang mengarah keberbagai kegiatan yang menghabiskan uang yang banyak, oleh karena itu fokus yayasan saat ini masi berfokus ingin menyelesaikan pembangunan gedung panti dan menambah jumlah anak asuh, karena saat ini anak asuh kami datang dari berbagai kesulitan ekonomi terutama setelah ditinggal orang tua mereka meninggal dunia, ada yang yatim piatu ayahnya mati karena kecelakaan sedang ibunya meninggal karena sakit mendadak,akhirnya ia terlunta lunta ada yang ditinggal ayahnya kecelakaan kerja, ada yang ayah ibunya masih ada tapi kondisi ekonominya amat parah ayahnya sakit sakitan tak bisa kerja,ibunya ingin merawat tapi tak punya biaya berobat,berakhibat anaknya tak terurus dengan baik sehingga sekolah dan mengajinya agak tersendat dan ia kurang gairah untuk melanjutkan pendidikan, ada yang ibunya telah meninggal lalu tinggal ayahnya kawin lagi, sehingga anaknya tak terurus dengan baik, ada yang tinggal ayahnya meninggal karena ayahnya sakit kangker otak dan banyak sebab lain, sehingga ia menjadi anak yatim, piatu dan fakir miskin itulah semua latar belakang anak asuh kami, di yayasan mitra arofah

A. Masa Pendirian
  Pada tahun 1998 tepatnya pada bulan Juli berkumpullah beberapa teman untuk berunding dan bermusyawarah diantaranya ada 1. Suwaji, 2.Abdul Halim, 3. Ali Rofiq 4 Hani”ah bagaimana kalau kita membentuk suatu Yayasan yang dapat menghidup hidupkan dan mengembangkan agama Islam yang berguna untuk kemaslahatan ummat, dari hasil musyawarah tersebut diputuskan untuk mendirikan Yayasan yang bernama Mitra Arofah dengan kegiatan paling utama adalah K B I H ( kelompok bimbingan Ibadah Haji )dan banyak kegiatan lainnya, yang terakhir kegiatan pendirian panti asuhan dan penyantunan anak yatim piatu maksudnya hasil dari KBIH tersebut digunakan untuk membiayai panti Asuhan. Ternyata dalam perjalanan rencana pendirian KBIH tersebut tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan semula
.
B. Masa Legalitas
Pada tahun 1998 tepatnya pada bulan Agustus hasil dari musyawarah para teman tadi kita daftarkan pada Notaris Soehartono S H , yang kantornya terletak di Jalan DiponegoroSurabaya, dari hasil pendaftara itu pada bulan Oktober Notaris Soehartono menngeluarkan buku Notaris yang bernomor 35 tahun 1998. Lalu kita daftarkan pada pengadilan negeri Surabaya,dan kita daftarkan pada Kantor Departemen Agama kota Surabaya untuk mendapatkan ijin KBIH setelah di ijini tidak ada kegiatan KBIH yang terlaksana. Maka pada tahun 2000 Bu Hani’ah sering di titipi uang oleh para jamaahnya untuk diberikan ke panti asuhan dan anak yatim, maka atas inisiatip Suwaji selaku ketua Yayasan menyarankan ke Bu Hani’ah untuk menyantuni anak yatim dan anak fakir miskin disekitar rumah di Jalan Wonocolo 7 / 12 Surabaya pada waktu itu menyantuni 3 anak , lalu makin banyak yang titip maka makin banyak pula kita menyantuni anak asuh. Pada tahun 2002 di daftarkan di BKSPAIS (badan kerjasama panti asuhan Islam Surabaya ) dan pada tahun 2003 didaftarkan ke Dinas Sosial Kota Surabaya dan Propinsi Jawa Timur.pada tanggal 11 juli 2008 telah didaftarkan ke Departemen Hukum Dan Hak Asasi Jakarta dengan nomor pendaftaran AHU-AH.01.08-420 di tanda tangani oleh DR.SAMSUDIN MANAN SINAGA, SH, MH
C. Masa Pengembangan
Pada tahun 2001 Bu Hani’ah dan Pak Suwaji mendirikan T P Q ( taman pendidikan Al Qur’an ) di awali mengaji dirumah yaitu di dalam garasi mobil, jadi waktu sore hari mobil dikeluarkan dibuat ngaji anak anak awalnya di ikuti 5 anak, di asuh satu ustada, kemudian banyak yang ikut hampir 40 anak ruangan tidak cukup , lalu pinjam mushola untuk ngaji, dan Alhamdulillah pada tahun 2003 bisa membeli Tanah untuk Yayasan dan pada tahun 2004pada bulan September dibangunlah gedung Yayasan dan pada bulan Juni 2005 sebagian gedung sudah bisa digunakan untuk mengaji anak anak, maka pada tahun itu pula pengajian mulai dipindahkan ke gedung sediri (Yayasan ) seiring perkembangan banyaknya donatur , bisa menyantuni anak lebih banyak dan bisa membayar gaji guru ngaji dan bisa melanjutkan pembangunan Gedung Yayasan sampai lantai 3 ( tiga ) yang berukuran 11 x 36 meter.
D. Masa Penataan
Setelah gedung bisa terwujud dan berdiri dengan apiknya, maka mulailah diadakan penataan dan difungsikan semaksimal mungkin, maka mulai tahun 2007 asrama panti asuhan bisa ditempati oleh anak yatim piatu dan fakir miskin. Diataur mana tempat kamar tidur, kamar pakaian, dan kamar belajar serta ruang perpustakaan, pada lantai I digunakan untuk kegiatan sifatnya umum, seperti TPQ di ikuti 80 santri dan malam hari (diniyah) 25 anak dengan jumlah guru ngaji 9 orang, lantai 2 digunakan untuk kamar tidur, kamar pakaian, kamar mandi, perpustakaa, dan ruang baca serta ruang santai melihat TV dan laintai III digunakan untukaula untuk pelatihan pelatihan


Visi dan Misi
Visi : Yayasan Mitra Arofah mewujudkan dan melaksanakan nilai social dan akhlaq mulia
Misi :
a. Melaksanakan penyantunan anak yatim piatu,dan fakir miskin
b. Melaksanakan mengasuh dan menyekolahkan anak yatim piatu dan fakir miskin
c. Melaksanakan pengajian Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ )
d. Melaksanakan pengajian remaja (dininya) bagi anak sekolah SLTP,SLTA
e. Melaksanakan pengajian Ibu Ibu setiap hari Rabo malam
f. Melaksanankan penyantunan janda-janda tua dan fakir miskin
g. Melaksanakan Sholat lima waktu bagi para santri dan anak asuh
h. Melaksanakan sholat Isya’dan Tarawih pada bulan puasa serta tadarus
i. Melaksanakan sholat Iedul Fitri dan Membagi zakat pada malam takbiran hari raya iedul fitri.
j. Melaksanakan sholat iedul Adha dan pemotongan hewan qurban
k. Melaksanakan pembinaan ngaji bagi para ustad,ustada Mitra Arofah setiap selasa Malam.
l. Melaksanakan Pengkajian Tafsir Al Qur’an bagi Remaja, Mahasiswa pada jum”at
m. Melaksanakan pengajian umum pada hari-hari besar Islam.
n. melaksanakan pembinaan kesenian samroh dan music bagi remaja
o. Melaksanakan kegiatan kursus dan les privat computer,matematika dan pelajaran dan ketrampilan menjahit.

Sebagaimana di ketahui bahwa yayasan mitra arafah bergerak dibidang sosial kemasyarakatan yayasan ini disamping mengasuh dan menyantuni anak yatim, piatu dan fakir miskin. berkeinginan mengembangkan lebih luas lagi kegiatannya yaitu b idang pesantren, diniyah, dan lembaga pendidikan umum, bertujuan untuk membantu kesulitan kaum duafa untuk mengembangkan diri di bidang ilmu pengetahuan terutama pendidikan umum dan agama.karena melalui jalur ini akan sangat membantu mereka bisa melanjutkan jenjang pendidikan dan keahlian lain yang sangat membantu karier mereka selanjutnya dikemudian hari oleh karena itu yayasan berkeingin membeli tanah sebelah sisi kanan gedung yayasan ini untuk lembaga pedidikan dan masjid serta klinik murah atau gratis, tanah tersebut seluas 1.300 meter persegi dengan harga per meternya Rp.1.700.000,' belum termasuk menguruknya dan bangunannya, bila tanah tersebut bisa dibeli oleh yayasan, maka akan digunakan untuk sekolah umum dan pesantren ( full day scholl ) setingkat SMP di lanjutkan ke SMA berlantai 3 selain itu untuk tanah sebelah utara (kanan) lantai 1 digunakan untuk kantor,klinik, laboratorium, lantai 2 digunanakan murni untuk masjid,

Rencana tersebut bisa terwujud bila ada donatur atau para pembaca bisa paham akan arti infaq, shodaqoh, zakat, atau hibah untuk tabungan akhirat kelak, karena rencana tersebut murni untuk kegiatan keagamaan Islam, yang bertujuan mulia yaitu membantu yatim, piatu dan fakir miskin dalan mencerdaskan mereka, insya Alla tidak ada niatan lain kecuali tujuan mulia yaitu ibadah kepada Allah mencari ridha Allah semata tidak ada unsur bisnis yang menguntungkan pengurus..
Profil Pengurus
Ketua Drs H Suwaji MM
  Jika di indonesia Ada seorang presiden sebagai pemimpin. Di Yayasan Mitra Arafah Surabaya ada beliau yang memimpin yayasan ini. Kepemimpinannya sudah tidak di ragukan lagi. Karena beliau adalah salah satu Kabag di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau pribadi yang low profile tapi bersahaja. Di tangan beliau Yayasan Mitra Arafah bisa mulai tumbuh untuk menolong orang-orang sekitar yang membutuhkan uluran tangan dari Orang-orang yang dermawan.
Sekertaris Nur Ardhiyani Heniaji S Psi
Perempuan yang satu ini adalah salah satu Lulusan IAIN Sunan Ampel yang mempunyai nilai kelulusan diatas rata-rata. Dia seorang yang mau mengabdi pada masyarakat untuk memikirkan bagaimana untuk menolong masyarakat yang kurang beruntung. Dengan pribadi yang bersahaja. Perempuan dengan nama sapaan Diyan ini memberi kontibusi banyak untuk kemajuan Yayasan yang bergerak di bidang Sosial ini. Salah satu peraih beswan djarum ini bertekad untuk membantu sesama untuk membangun kehidupan yang lebih baik di lingkungan sekitar

Bendahara Dra Hj Hani’ah Suwaji
Inilah Srikandi di Yayasan Mitra Arafah Surabaya. Seorang yang kuat dan tak kenal lelah untuk memikirkan orang lain. Beliau adalah seorang penceramah yang berkerja untuk masyarakat yang kurang mampu. Kontribusinya sangat besar untuk yayasan ini. Beliau termasuk salah satu pendiri Yayasan Mitra Arafah. Istri Dari pak suwaji ini tak pernah lelah untuk membantu sesama. Prestasinya yang segudang membuat beliau di Undang Oleh KJRI Hongkong untuk berdakwah di sana. Meskipun dengan kesibukannya segudang beliau masih bisa memberikan nasihat-nasihat untuk anak asuh dan masyarakat yang kurang mampu di sekitar Yayasan. Dan beliau bertekad untuk menjadikan Yayasan Ini sebagai Ladang Amal untuk menolong dan memberikan pendidikan untuk masyarakat yang kurang beruntung
Moh Syaifuddin Ghofiki
Seorang Mahasiswa UNESA yang ingin menjadikan Yayasan ini menjadi yayasan enterpreneur. Pengembangan bakat yang di lakukan di dalam pendidikannya di kuliah di terapkan di masyarkat, membuka wawasan dan cakrawala bagi masyarakat sekitar. Calon guru ini mempunyai kiat-kiat dan ide yang segar untuk memajukan yayasan ini. Lulusan SMK telkom Jombang ini bertekad mengentaskan kemiskinan dengan cara memberikan ketrampilan untuk pengembangan jati diri dan kreativitas mereka. Semuanya di lakukan dengan ikhlas dengan remaja yang satu ini.

Chairul Budi Utoma S Ag, M Pd i
10 besar finalis Da’i TPI tingkat regional Jawa Timur ini adalah salah satu pengurus di Yayasan Mitra Arafah Surabaya. Bertindak sebagai salah satu staf pengajar di salah satu SMU negeri di Surabaya menjadikan beliau terampil untuk mengasuh anak-anak. Ilmu agama yang didapatkan sewaktu kuliah di IAIN di terapkan dalam Yayasan ini. Salah satu pribadi yang low profile menjadikannya sebagai seorang yang tak pernah sombong dengan segudang prestasinya. Pak Budi adalah panggilan yang akrab di dengar adalah salah satu Staf pengajar di Bidang Agama yang di sukai Oleh banyak murid TPQ maupun anak Panti. Beliau bercita-cita menjadikan yayasan ini sebagai pusat informasi dan pendidikan untuk para remaja yang kehilangan arah
Moh. Zainal, S Ag
Kesuksesan Yayasan mitra Arafah tak lepas dari petuah bapak yang satu ini. Seorang ketua guru agama di Al-Hikmah ini adalah salah satu penasehat bagi para pengurus dan guru agama di yayasan ini. Seorang yang bijaksana ini banyak memberikan motivasi supaya jajaran pengurus dan staf Yayasan ini tak mudah menyerah dalam menghadapi era globalisasi yang semakin tak menentu ini. Semuanya di lakukan dengan ikhlas. Beliau juga memberikan pelatihan guru-guru agama di Yayasan. Banyak ide yang terlahir dari buah pemikiran beliau. Dan beliau berkeinginan memajukan yayasan ini menjadi yayasan yang tak hanya menolong dari kemiskinan harta tapi menolong dari kemiskinan hati.

Program Kerja dan Sistem Evaluasi
Program kerja Yayasan Mitra Arofah
Program kerja yayasan mitra Arofah telah berusaha semaksimal mungkin menjalankan pada poin misi diatas, dengan sebaik mungkin walaupun dengan dana yang tidak terlalu banyak pengurus yayasan berusaha menjalankan visi dan misi yang telah digariskan atau direncanakan.
Jangka kedepan pengurus yayasan akan berusaha mewujudkan pendirian panti putra dan mendirikan pondok pesantren, dan pembinaan bagi para calon hafidt Al Qur’an dan memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, selain itu akan selalu menjalin kerja sama dengan Instansi lain agar bisa terjalis hubungan kerja yang harmonis yaitu saling tolong menolong dan mebutuhkan agar semua program yang dijalankan bisa lancar dan tercapai sesuai dengan keinginan bersama.
Jangka panjang pengurus yayasan akan berusaha mendirikan sekolah umum setingkat SLTP dan SLTA full day scholl. Dengan kelebihan extra pandai bahasa Arab, Inggris serta kegiatan keagamaan Islam.
Sistem Evaluasi
System evaluasi yang dijalankan Yayasan Mitra Arofah selalu mengedepankan pendekatan rasa kekeluargaan dan personal artinya setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu dinilai manfaat dan mudhorotnya, dan bila terjadi kesalahan atau kurang benar dan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau prosedur yang ada, maka setiap pelaku akan selalu dinasehati dan diperhatikan dan diberi solosinya dengan pembicaraan yang sebijaksana mungkin, dan selalu kordinasi dengan pengurus yang lain bila ada persoalan yang begitu agak berat ;yang rumit untuk dipecahkah, maka disinilah peran para penasehat dan pengasuh memberikan wawasan dan argumentasi yang jelas sehinga bisa melaksanakan dengan baik dan benar


ANALISA  SWOT  YAYASAN  YATIM PIATUH MITRA AROFAH SURABAYA

Streng (Kekuatan)
Kekuatan dari adanya yayasan ini adalah:
Di bangun dan di bina dari kekeluargaan sehingga lebih mudah dalam menyatukan visi dan misi.
Dari faktor keuangan kekuatanya ada di ibu haniah yang lebih mudah menjalin relasi, selain itu adanya KBIH yg dapat membantu keuangan yayasan.
Detailnya misi dari yaysan ini yang seharusnya lebih mudah menarik minat donatur.
Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari kekuatan 1 adalah menjadikan  yayasan  ini sukar berkembang karena adanya rasa ketidak percayaan terhadap orang lain.
Dengan adanya 1 orang saja yang di andalkan bisa meminimkan keuangan yayasan.
Dengan detailnya misi yang juga merupakan program kerja yayasan mitra arofah, ketika ada yang tidak berjalan dapat menjadikan donatur ragu

Oportunity (kesempatan)
Kesempatannya adalah membuka peluang sebesar besarnya untuk orang lain masuk dan bisa mengembangkan yayasan ini.
Menjalin relasi pada instansi bukan hanya secara personal.
Menjalankan program kerja semaksimal mungkin agar bisa mencapai tujuan sebagaimana misi yayasan mitra arofah.
Thereat (ancaman)
Karena yayasan di bangun dan di bina dari unsur kekeluargaan maka ketika terjadi konflik maka dapat menyebabkan perpecahan terhadap yayasan ini.
Jika kekuatan hanya terletak pada satu orang maka incam kurang bisa maksimal.
Karna terlalu banyaknya misi yyang ingin di capai maka realisasinya minim terlaksana dengan adanya keterbatasan anak asuh dari yayasan mitra arofah.