Zakat Fitrah wajib bagi setiap muslim karna zakat merupakan salah satu rukun islam adapun niat berzakat adalah sebagai berikut:
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Juli 2015
Minggu, 22 Maret 2015
Tips agar wanita lebih cantik dan menarik
Anda ingin ??
# Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan mata" anda, nescaya akan semakin bening dan jernih.
Allah berfirman : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya" (QS. 24 : 30-31)
Rumah Tangga dalam Islam
Dari pengertian rumah tangga islami ternyata memiliki banyak konsekuensi. Paling tidak, ada sepuluh konsekuensi dasar yang menjadi landasan bagi tegaknya rumah tangga islami, yakni
1. Didirikan di atas landasan ibadah
Rumah tangga islami harus didirIkan dalam rangka beribadah kepada Allah semata. Artinya, sejak proses memilih jodoh, landasannya haruslah benar. Memilih pasangan hidup haruslah karena kebaikan agamanya, bukan sekedar karena kecantikan, harta, maupun keturunannya.
Prosesi pernikahannya pun sejak akad nikah hingga walimah tetap dalam rangka ibadah, dan jauh dari kemaksiatan. Sampai akhirnya, mereka menempuh bahtera kehidupan dalam suasana ta’abudiyah (peribadahan) yang jauh dari dominasi hawa nafsu. ”Dan Aku tidak menciptkan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (Adz Dzariyat: 56)
Ketundukan sejak langkah-langkah awal mendirikan rumah tangga setidaknya menjadi pemacu untuk tetap tunduk dalam langkah-langkah selanjutnya. Kelak, jika terjadi permasalahan dalam rumah tangga, mereka akan mudah menyelesaikan, karena semua telah tunduk kepada peraturan Allah dan Rasul-Nya
2. Terjadi internalisasi nilai-nilai islam secara kaffah
Internalisasi nilai-nilai Islam secara kaffah (menyeluruh) harus terjadi dalam diri setiap anggota keluarga, sehingga mereka senantiasa komit terhadap adab-adab islami. Di sinilah peran keluarga sebagai benteng terkuat dan filter terbaik di era globalisasi yang mau tak mau harus dihadapi kaum muslimin.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (Al Baqarah: 208)
Untuk itu, rumah tangga islami dituntut untuk menyediakan sarana-sarana tarbiyah islamiyah yang memadai, agar proses belajar, menyerap nilai dan ilmu, sampai akhirnya aplikasi dalam kehidupan sehari-sehari bisa diwujudkan. Internalisasi nilai-nilai Islam ini harus berjalan secara terus-menerus, bertahap dan berkesinambungan. Tanpa hal ini, adab-adab Islam tak akan ditegakkan.
3. Terdapat qudwah yang nyata
Diperlukan qudwah (keteladanan) yang nyata dari sekumpulan adab Islam yang hendak diterapkan. Orang tua memiliki posisi dan peran yang sangat penting dalam hal ini. Sebelum memerintahkan kebaikan atau melarang kemungkaran kepada anggota keluarga yang lain, pertama kali orang tua memberikan keteladanan.
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tiada kalian kerjakan.” (Ash-Shaff: 3-4)
Keteladanan semacam ini amat diperlukan, sebab proses interaksi anak-anak dengan orang tuanya dalam keluarga amat dekat. Anak-anak akan langsung mengetahui kondisi ideal yang diharapkan. Di sisi lain, pada saat anak-anak masih belum dewasa, proses penyerapan nilai lebih tertekankan pada apa yang mereka lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tak banyak manfaatnya orang tua menyuruh anak-anak rajin menegakkan sholat tepat waktunya, sementara ia sendiri selalu asyik melihat acara televisi saat adzan maghrib atau isya’.
4. Penempatan posisi masing-masing anggota keluarga harus sesuai dengan syari’at
Islam telah memberikan hak dan kewajiban bagi masing-masing anggota keluarga secara tepat dan manusiawi. Apabila hal ini ditepati, akan mengantarkan mereka pada kebaikan dunia dan akhirat.
”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikarunikan Allah kepada sebagian kamu, lebih banyak dari yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah Allah sebagian dari karunia-Nya.” (An Nisa’:32)
Masih banyak keluarga muslim yang belum bisa berbuat sesuai dengan tuntutan Islam. Betapa sering kita dengar keluhan keguncangan di sebuah rumah tangga muslim bermula dari tak terpenuhinya hak dan kewajiban masing-masing. Suami hanya menuntut haknya dari istri dan anak-anak tanpa mau memenuhi kewajibannya. Demikian juga dengan istri. Maka bisa diduga, yang terjadi kemudian adalah ketidakharmonisan suasana.
Masih banyak pula kita dengar kasus penyimpangan seksual yang dilakukan orang tua maupun remaja. Sumber bencana itu banyak yang berawal dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Fungsi-fungsi tidak berjalan dengan normal, karena katub-katub curahan perasaan yang tersumbat, dan akhirnya meledak dalam bentuk penyimpangan-penyimpangan.
5. Terbiasa tolong-menolong dalam menegakkan adab-adab Islam
Berkhidmat dalam kebaikan tidaklah mudah, amat banyak gangguan dan godaannya. Jika semua anggota keluarga telah bisa menempatkan diri secara tepat, maka ta’awun (tolong-menolong) dalam kebaikan ini akan lebih mungkin terjadi.
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (Al Maidah: 2)
Bisa dibayangkan, betapa sulitnya membentuk suasana islami apabila suasana kerjasama ini tak terwujud. Salah seorang memiliki kesenangan menonton televisi, hingga semua acara dilihatnya. Seorang lagi hobi main musik di rumah. Yang lain lagi lebih banyak keluyuran dan begadang hingga larut malam. Tak ada suasana tausiyah (saling menasehati) di antara mereka. Lalu bagaimana mereka bisa merasa sebagai sebuah keluarga muslim?
6. Rumah harus kondusif bagi terlaksananya peraturan Islam
Rumah tangga islami adalah rumah yang secara fisik kondusif bagi terlaksananya peraturan Islam. Adab-adab islam dalam kehidupan rumah tangga akan sulit diaplikasikan jika struktur bangunan rumah yang dimiliki tiada mendukung. Di sisi inilah pembahasan tentang rumah tangga islami banyak dilupakan.
Dalam budaya masyarakat daerah tertentu lantaran permasalahan ekonomi, rumah mereka hanyalah bangunan segi empat tanpa sekat ruang di dalamnya. Ruang tidur tak bersekat dengan ruang tamu, dapur, bahkan di desa-desa terpencil dengan kandang sapi. Tempat tidur mereka hanya berupa ranjang bambu yang panjang dan luas. Mereka sekeluarga tidur berjajar di atasnya. Tidak ada tempat tidur khusus bagi kedua orang tua yang terpisah dari anak-anak dan ruang tamu. Tidak ada ruang khusus bagi anak-anak perempuan yang terpisah dengan anak-anak laki-laki. Berbagai penyakit ruhani akan mudah didapatkan dalam kondisi semacam itu.
Kenyataan lain dalam masyarakat modern sekarang, problem perumahan merupakan suatu hal yang mendesak bagi tiap keluarga. Selain harga tanah yang terus-menerus bertambah tinggi dari waktu ke waktu, juga kemampuan ekonomi bagi kalangan menengah ke bawah yang makin tak bisa menjangkau harga perumahan yang bisa dianggap layak huni. Akibatnya, berbagai kompleks perumahan sederhana, rumah susun bahkan rumah sangat sederhana, dibangun untuk membantu mengatasi probelm itu. Ruang-ruang yang amat terbatas dan sempit serta jarak antarrumah yang hanya berbatas satu tembok merupakan pemandangan yang sudah dianggap biasa. Berbagai penyakit sosial merupakan ancaman serius dalam kompleks perumahan semacam itu.
Rabu, 25 Februari 2015
Nasionalisme Scout's this PANCASILA
Pentingnya penanaman nasionalisme generasi bangsa ini harus di tanamkan sejak dari kecil supaya setara dengan besarnya generasi bangsa kita akan menjadikan karakter nasionalisme yang besar dan bahkan akan mendarah daging pada putra puti bangsa ini.
sebagaimana dapat kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
I.1 Pengertian Pancasila secara etimologis
Secara etimologis istilah “Pancasila” berasal dari Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta. Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa sansekerta perkataan “Pancasila” memilki dua macam arti secara leksikal yaitu :
“panca” artinya “lima”
“syila” vokal I pendek artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”
“syiila” vokal i pendek artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh”
Kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa Indonesia terutama bahasa Jawa diartikan “susila “ yang memilki hubungan dengan moralitas. Oleh karena itu secara etimologis kata “Pancasila” yang dimaksudkan adalah adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i pendek yang memilki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. Adapun istilah “Panca Syiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna 5 aturan tingkah laku yang penting.
I.2 Pengertian Pancasila secara Historis
Proses perumusan Pancasila diawali ketika dalam sidang BPUPKI pertama dr. Radjiman Widyodiningrat, mengajukan suatu masalah, khususnya akan dibahas pada sidang tersebut. Masalah tersebut adalah tentang suatu calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Kemudian tampilah pada sidang tersebut tiga orang pembicara yaitu Mohammad Yamin, Soepomo dan Soekarno.
Pada tanggal 1 Juni 1945 di dalam siding tersebut Ir. Soekarno berpidato secara lisan (tanpa teks) mengenai calon rumusan dasar negara Indonesia. Kemudian untuk memberikan nama “Pancasila” yang artinya lima dasar, hal ini menurut Soekarno atas saran dari salah seorang temannya yaitu seorang ahli bahasa yang tidak disebutkan namanya.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945 disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 termasuk Pembukaan UUD 1945 di mana didalamnya termuat isi rumusan lima prinsip atau lima prinsip sebagai satu dasar negara yang diberi nama Pancasila.
Sejak saat itulah perkataan Pancasila menjadi bahasa Indonesia dan merupakan istilah umum. Walaupun dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tidak termuat istilah “Pancasila”, namun yang dimaksudkan Dasar Negara Republik Indonesia adalah disebut dengan istilah “Pancasila”. Hal ini didasarkan atas interpretasi historis terutama dalam rangka pembentukan calon rumusan dasar negara, yang secara spontan diterima oleh peserta sidang secara bulat.
I.3 Pengertian Pancasila secara Terminologis
Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu telah melahirkan negara Republik Indonesia. Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagaimana lazimnya negara-negara yang merdeka, maka panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera mengadakan sidang. Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah berhasil mengesahkan UUD negara Republik Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945. Adapun UUD 1945 terdiri atas dua bagian yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang berisi 37 pasal, 1 aturan Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal dan 1 Aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat.
Dalam bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 inilah yang secara konstisional sah dan benar sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh rakyat Indonesia.
semoga informasi ini akan membawa dampak yang positif bagi para pembaca,,,,,,,,,,
Minggu, 26 Januari 2014
BAPAK yg HEBAT
|
D
|
iantara tanggung jawab besar
yang jelas diperhatikan dan disoroti oleh Islam juga oleh penalaran logika,
adalah tanggung jawab seorang kepala rumah tangga, yang bertanggung jawab untuk
mendidik orang-orang yang berada di pundaknya, baik anak-anak yang merupakan
amanah Alloh SWT maupun istri seorang bapak atau kepala rumah tangga memiliki
kewajiban berupa tanggung jawab pengajaran, bimbingan dan pendidikan. Ini sesungguhnya
bukan tanggung jawab kecil dan ringan, karena telah dituntut sejak seorang anak
dilahirkan hingga ia mencapai usia remaja, bahkan sampai ia menginjak usia
dewasa yang sempurna.
|
S
|
eorang pendidik, baik guru, ayah ibu,
maupun tokoh masyarakat, ketika melaksanakan tanggung jawabnya secara sempurna,
penuh dengan rasa amanat, kesungguhan serta sesuai dengan petunjuk Islam, maka
sesungguhnya ia telah mengarahkan segala usahanya untuk membentuk individu yang
penuh dengan kepribadian dan keistimewaan. Ia juga sesungguhnya telah ikut
andil dalam membentuk keluarga saleh yang penuh dengan kepribadian dan
keistimewaan diatas. Dengan demikian, baik disadari maupun tidak, ia telah ikut
mengambil bagian penting dalam membangun masyarakat ideal. Inilah logika Islam
dalam menciptakan kemaslahatan.
|
K
|
alau kita teliti ayat-ayat Al
Qur'an Al Karim maupun hadis-hadis Rasulullah Saw. yang menganjurkan kepada
para pendidik untuk melaksanakan tangggung jawab mereka dan memperingatkan
mereka manakala melalaikan tanggung jawabnya itu.
Diantara ayat-ayat tersebut
adalah sebagai berikut:
Kamis, 10 Oktober 2013
Yudisium-Q di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya
Selesai sudah perjuangan 4 tahun yang lalu setelah 7 semester terlalui kini harapan dan cita-cita apakah yg haru sterwujud setelah usainya masa perkuliahan selama berproses dalam starata 1 di iain sunan ampel surabaya jurusan manajemen dakwah ini, tentu setiap keilmuan yang di dapat selama kuliah harus bisa DI AMALKAN DAN DI TRANSFORMASIKAN SESUAI DISIPLIN KEILMUANNYA.
kini semangat dan berdoa sekalian berusaha memilih dan menentukan yg terbaik aku mw berada di bidang yang seperti apa, IPK 3, 49 dengan predikat sangat memuaskan harus di wujudkan dalam pengabdian keilmuan yang semacam apa!!!
Kamis, 28 Maret 2013
Pemanfaatan Sampah Menjadi Briket yang Lebih Berdaya Jual Ekonomis
Sampah merupakan hasil dari adanya aktifitas manusia. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, sangat berpengaruh terhadap jumlah timbulan sampah. Timbulan sampah yang tidak terkendali akhirnya akan berimbas pada berbagai pencemaran baik air, tanah dan udara.
Sampai saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa timbulan sampah merupakan masalah pemerintah. Padahal banyaknya timbulan sampah sampah merupakan hasil dari aktifitas masyarakat itu sendiri. Sudah saatnya kita sebagai masyarakat mulai menyadari bahwa permasalahan timbulan sampah merupakan masalah kita bersama.
Banyak cara yang bisa kita lalukan untuk mengatasi masalah sampah ini. Kita bisa memulainya dari sektor yang paling sederhana yaitu sektor rumah tangga.Pemanfaatan sampah rumahtangga bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari jenis sampahnya. Sampah anorganik misalnya dapat dimanfaatkan kembali atau dapat dijual ke pedagang loak. Khusus untuk sampah organik berupa sisa makanan atau sampah basah bisa dibuat pupuk kompos, selain itu juga sampah organik berupa daun daunan atau serbuk gergaji bisa dibuat briket atau bahan bakar alternatif pengganti minyak.
Pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak, bisa menjadi salah satu upaya kita sebagai masyarakat dalam menanggulangi dan mengurangi timbulan sampah, khususnya dalam sektor rumah tangga. Selain itu, pembuatan briket sebagai bahan bakar pengganti minyak juga dapat menjadi alternatif masalah krisis energi pada saat ini. Minyak tanah yang sudah mulai langka, harga gas elpiji yang melambung tinggi juga menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk segera menciptakan bahan bakar alternatif yang mudah didapat, ekonomis dan juga memiliki manfaat yang sama seperti bahan bakar minyak dan gas. Selain itu juga salah satu kelebihan briket dibanding dengan arang biasa yaitu daya panasnya lebih tinggi dan tahan lama.Modul yang berjudul “Pembuatan Briket pengganti Bahan Bakar Minyak menggunakan sampah organik” ini dirancang sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah pemanfaatan sampah, khususnya pemanfaatan sampah organik. Pembuatan Briket ini juga termasuk dalam Rancangan Kegiatan Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk lebih lanjut baca dgn klik di sini:
Sampai saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa timbulan sampah merupakan masalah pemerintah. Padahal banyaknya timbulan sampah sampah merupakan hasil dari aktifitas masyarakat itu sendiri. Sudah saatnya kita sebagai masyarakat mulai menyadari bahwa permasalahan timbulan sampah merupakan masalah kita bersama.
Banyak cara yang bisa kita lalukan untuk mengatasi masalah sampah ini. Kita bisa memulainya dari sektor yang paling sederhana yaitu sektor rumah tangga.Pemanfaatan sampah rumahtangga bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari jenis sampahnya. Sampah anorganik misalnya dapat dimanfaatkan kembali atau dapat dijual ke pedagang loak. Khusus untuk sampah organik berupa sisa makanan atau sampah basah bisa dibuat pupuk kompos, selain itu juga sampah organik berupa daun daunan atau serbuk gergaji bisa dibuat briket atau bahan bakar alternatif pengganti minyak.
Pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak, bisa menjadi salah satu upaya kita sebagai masyarakat dalam menanggulangi dan mengurangi timbulan sampah, khususnya dalam sektor rumah tangga. Selain itu, pembuatan briket sebagai bahan bakar pengganti minyak juga dapat menjadi alternatif masalah krisis energi pada saat ini. Minyak tanah yang sudah mulai langka, harga gas elpiji yang melambung tinggi juga menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk segera menciptakan bahan bakar alternatif yang mudah didapat, ekonomis dan juga memiliki manfaat yang sama seperti bahan bakar minyak dan gas. Selain itu juga salah satu kelebihan briket dibanding dengan arang biasa yaitu daya panasnya lebih tinggi dan tahan lama.Modul yang berjudul “Pembuatan Briket pengganti Bahan Bakar Minyak menggunakan sampah organik” ini dirancang sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah pemanfaatan sampah, khususnya pemanfaatan sampah organik. Pembuatan Briket ini juga termasuk dalam Rancangan Kegiatan Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk lebih lanjut baca dgn klik di sini:
Selasa, 19 Maret 2013
TEKNOLOGI TEPAT GUNA TAHU SUTRA
TEKNOLOGI TEPAT
GUNA KULINER TAHU SUTRA
makanan dr kedelai putih yg digiling
halus-halus, direbus, dan dicetak;-- bacem tahu yg dimasak dng cara dibacem; --
campur makanan yg terbuat dr tahu goreng, sayuran, mi, kikil yg berbumbu petis
dan berkuah; -- cina tahu yg agak keras, biasanya dicetak segi empat agak
besar, dibungkus dng kain kasa, rasanya lebih enak dp tahu biasa; -- gunting
makanan yg terbuat dr tahu goreng, ketupat, bihun, dan kerupuk yg dibubuhi
bumbu kacang yg berkecap, tahunya dipotong-potong dng menggunakan gunting; --
isi tahu yg diisi, biasanya dng wortel, taoge, kol, dan diberi bumbu; -- kediri
tahu yg padat, berasal dr Kediri berbentuk segi empat, biasanya berwarna kuning
atau putih; -- kupat makanan yg terbuat dr tahu goreng, ketupat, dan taoge,
diberi kuah berbumbu bawang putih, cabai, gula merah, cuka, rasanya masam-masam
manis; -- petis tahu goreng yg dimakan dng sambal petis; -- pong tahu goreng yg
di dalamnya berongga, berbentuk segi empat; -- sumedang tahu yg berasal dr
Sumedang, apabila digoreng, terdapat rongga di dalamnya, rasanya gurih; -- susu
produk olahan dng bahan baku susu skim yg memiliki nilai gizi sangat baik,
bentuk dan warnanya menyerupai tahu; -- takwa tahu yg padat dan gurih,
berbentuk segi empat, biasanya berwarna kuning.
Ini mungkin sekilas pengetahuan
tentang tahu yang pada umumnya di sini saya menyajikan dengan beda jikalau ada
yang minat buat buka usaha yang kreatif dan inovatif yakni tahu sutra. Yang lebih
lanjutnay bisa anda donlowd di bawah ini.......
Teknologi Tepat Guna Abon Udang
TEKNOLOGI TEPAT GUNA “ KHAS KULINER”
Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang
bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek
lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang
bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah
menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif
minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi
banyak limbah dan mencemari lingkungan.[1]
Istilah
ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap
cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang
berkembang di negara-negara industri maju.[2] Bentuk dari
"teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi
"padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat
hemat pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal
ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali
dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan
yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju,
istilah teknologi tepat guna memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk
pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting
sosial dan lingkungan.[3]
Istilah
teknologi tepat guna mulai muncul menyusul krisis minyak 1973 dan pergerakan
lingkungan pada dasawarsa 1970-an. Istilah ini biasanya digunakan di dalam dua
wilayah: memanfaatkan teknologi paling efektif untuk menjawab kebutuhan daerah
pengembangan, dan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan dan ramah sosial
di negara maju.
Demikian
sekilas mengenai teknologi tepat guna sebagai pengantar karena di era
globalilasi ini semua orang mengharapkan yang instan, semua pada malas karena
segala sesuatu di nilai dengan uang maka dari itu kita harus kreatif dan
inovatif dalam memberdayakan segala yang ada di sekitar kita, terutama bagi
para peternak dan pembudidaya udang, jadi mungkin jika biasanya hanya sekedar
di jual begitu saja ternyata ketika di olah penghasilan anda bakal 3 sampai 5 x
lipat lo,,,,, yuk mari pelajari lebih lanjut untuk prooses pengelolaannya,,,,,,
semoga modul ini bermanfaat silahkan donlowd di sini free,,,,,,,
[1] Appropriate
Technology Sourcebook: Introduction" VillageEarth.org. Diakses pada 5 Juli
2008.
[2] Appropriate
Technology Sourcebook: Introduction" VillageEarth.org. Diakses pada 5 Juli
2008.
[3] Schneider,
Keith. "Majoring in Renewable Energy." 26 Maret 2008
RESIMEN MAHASISWA 820 IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Resimen mahasiswa (disingkat menwa)
adalah salah satu kekuatan sipil untuk mempertahankan negeri sebagai perwujudan
Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Menwa bermarkas
di perguruan tinggi dan beranggotakan para mahasiswa yang berkedudukan di
kampus tersebut.
Para anggota menwa (wira) di setiap
kampus membentuk satuan sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM). dan memiliki semboyan Resimen Mahasiswa
Indonesia yakni
"Widya Çastrena Dharma Siddha", berasal dari bahasa Sanskerta yang
berarti "Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu
Keprajuritan". Yang dimaksudkan oleh Ilmu Pengetahuan adalah segala
macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan
untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan
pengabdian pada masyarakat.
Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang
bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, keksatriaan serta kepemimpinan, bukan
sekadar keahlian dalam bertempur atau pun yang sejenis. Dalam resimen mahasiswa Indonesia memiliki 5 dharma yakni Panca Dharma Satya adalah
janji Resimen Mahasiswa Indonesia :
1.
Kami adalah mahasiswa warga Negara, Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
2.
Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta
kehormatan akan pembelaan negara dan tidak mengenal menyerah.
3.
Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
4.
Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan
kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
5.
Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan
batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas
kepentingan pribadi maupun golongan.
dari adanya itu maka dapat Q ketahui
bahwa RESIMEN MAHASISWA INDONESIA MEMILIKI Tujuan di antaranya
adalah:
1. Mempersiapkan mahasiswa
yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik dan mental serta berwawasan
kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan
menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan
nasional.
2. Sebagai wadah
penyaluran potensi mahasiswa dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban warga
Negara dalam Bela Negara.
3. Mempersiapkan
potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam Sistem Pertahanan
Rakyat Semesta (SISHANRATA).
Disinilah
ku dapatkan dan ku temukan sebuah proses dari keberadaanku di civitas akademis,
ketika berawal dengan ketidak tahuanku yg menginginkan menjadi mahasiswa yang
bukan hanya mahasiswa kupu-kupu, maka di iringi dengan niat mencari pengalaman
maka mencobalah aku untuk ikut serta berproses di MENWA 820 IAIN Sunan Ampel
Surabaya. Dan ketika itu proses demi proses aku jalani penuh niat sehingga
apapun yang terjadi kuat, tegar, sabar harus aku tanamkan jauh di benak hatiku
untuk ikut serta berproses di MENWA 820, guna dapat ku temukan artii perjuangan
dan arti berproses dalam hidup dan terutama mencari ilmu. Disinilah aku di
didik dan di tempa baik mental maupun pribadi yang lain, tidak terkecuali fisik
juga.
Hingga
akhirnya aku ikuti semua prose situ, mulai dari pendaftaran, kemudian PAB (penerimaan
anggota baru) yang di dalamnya ada proses tes akademis, kemudian tes semapta,
tes sinyalmen, tes wawancara dll. Setelah itu baru ada hasil apakah lolos
sleksi ataukah tidak. Setelah di ketahui bahwa ketika itu dengan hasil terbaik
pertama atas hasil yang aku peroleh pada saat mengikuti tes menwa semangatku
kian berkobar bahwa aku pasti bisa.
Baru setelah
sakian minggu ada latihan persiapan guna mengikuti yang namanya BINCAMEN (bimbingan
calon resimen) yang hanya ada khusus adat dari satuan masing-masing. Aku ikuti
semua penuh semangat, ini masi dalam bagian proses di terimanya menjadi anggota
resimen mahasiswa satuan 820 IAIN Sunan Ampel urabaya, hingga di semester
berikutnya baru ada yang namanya PEMBARETAN, yang merupakan proses pengambilan
baret Dan hal ini di tempuh dgn berjalan kaki minimal 55 km dan aku pun harus
bisa ketika itu dalam benak ku karena ketika itu sebelum ada proses pembaretan
aku dikirim mengikuti pendidikan Latihan Dasar yang di selenggarakan oleh
Skomenwa jawa timur, yang ketika itu bertempat di LEMDIK BELA NEGARA Rampal Malang.
Segala proses aku ikuti disana teman pun
dari seluruh Indonesia aku peroleh di LEMDIK, segala pengalaman baru dan segala
ilmu pengetahuan aku dapatkan disana, hingga akhirnya seelah 1 taahun kemudian
aku kembali dikirim untuk mengikuti pendidikan khusus kader pelaksana (SUSKALAK)
yang bertepatan ankatan 27…….
Segala susah senang aku dapatkan
ketika berproses di MENWA 820 IAIN Sunan Ampel Surabaya. Yang mulai dari calon
anggota, kemudian jadi anggota, dan berlanjut menjabat di kepala sub urusan
personil (KASUB UR PERS) dan di periode berikutnya menjabat sebagai kepala
urusan III bidang Kusus (KAUR III SUS). Dan barulah setelah itu dengan
kebijakan komandan aku demisioner lebih awal dgn segala syarat dan ketentuan
yang ada.
Di sinilah aku dapatkan ilmu dan pengalaman yang tiada tara manfaatnya,
semoga bagi para pembaca akan dapat merekomendasikan seluruh sanak dan
keluarganya yg kuliah di manapun bisa ikut serta dan bergabung di RESIMEN
MAHASISWA INDONESIA. Karena banyak
sekali manfaatnya, bagi jiwa, nusa dan bangsa.
Langganan:
Postingan (Atom)
Dari Ruang Kelas Menuju Indonesia Berdaulat: Ketika Guru, Teknologi, dan Kecerdasan Artifisial Menjadi Mitra Pembelajaran Berkarakter
Pendahuluan Indonesia sedang memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, terutama hadirnya...
-
Perjalanan panjang menempuh pendidikan tinggi tidak pernah mudah. Namun, kisah angkatan MPI-C 2023–2025 membuktikan bahwa solida...
-
K E P U T U S A N KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR : ...
-
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan nilai-nilai Pancasila dengan ajaran Islam, khususnya dalam aspek tauhid d...



.jpg)






.jpg)